Pendis Kemenag Sungai Penuh Susun Rencana Aksi 2026, Ini Fokus Program Peningkatan Mutu Madrasah

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat terkait program pendis yang dilaksanakan Kemenag Sungai Penuh.(Sumber/Humas Kemenag)

Rapat terkait program pendis yang dilaksanakan Kemenag Sungai Penuh.(Sumber/Humas Kemenag)

SUNGAIPENUH,JS — Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kantor Kementerian Agama Kota Sungai Penuh mulai mematangkan arah program kerja tahun 2026. Melalui rapat penyusunan rencana aksi, jajaran Pendis membahas strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam, memperkuat pembinaan madrasah, serta mendorong kinerja yang lebih terukur.

Rapat tersebut berlangsung pada Kamis (26/2/2026) di ruang rapat Kantor Kementerian Agama Kota Sungai Penuh. Kegiatan ini mempertemukan unsur pimpinan, pengawas madrasah, perencana, dan staf Pendis untuk menyusun prioritas program berdasarkan evaluasi serta kebutuhan pendidikan di lapangan.

Penyusunan rencana aksi menjadi langkah penting bagi Pendis dalam menentukan arah kerja sepanjang 2026. Melalui perencanaan yang matang, setiap program diharapkan memiliki sasaran jelas, indikator capaian yang terukur, dan manfaat nyata bagi satuan pendidikan Islam di Kota Sungai Penuh.

Baca Juga :  Jalur Afirmasi PPPK Kemenag Menguat? Ini Faktanya

Padri Tekankan Perencanaan yang Terukur

Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Kota Sungai Penuh, Padri, S.Pd., M.A., memimpin langsung rapat tersebut. Ia mengajak seluruh jajaran Pendis menyusun program yang selaras dengan kebutuhan madrasah dan tantangan pendidikan Islam saat ini.

Menurut Padri, perencanaan yang baik harus berangkat dari kondisi nyata di lapangan. Karena itu, setiap program perlu memiliki tujuan yang jelas, target yang realistis, serta langkah pelaksanaan yang memungkinkan evaluasi secara berkala.

Pendekatan tersebut juga penting agar jajaran Pendis dapat menentukan prioritas secara tepat. Dengan demikian, program kerja tidak sekadar memenuhi agenda tahunan, tetapi turut mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Selain itu, koordinasi antarunsur menjadi perhatian dalam penyusunan rencana aksi. Pendis membutuhkan kontribusi pengawas, perencana, dan staf agar setiap program berjalan sesuai tugas serta tanggung jawab masing-masing.

Evaluasi Program Jadi Dasar Menentukan Prioritas

Sebelum merumuskan langkah kerja berikutnya, peserta rapat meninjau pelaksanaan program Pendis pada tahun sebelumnya. Evaluasi ini menjadi bagian penting untuk melihat capaian, mengidentifikasi kendala, serta menentukan aspek yang memerlukan perbaikan.

Dalam pembahasan tersebut, pengawas madrasah, perencana, dan staf Pendis menyampaikan berbagai masukan berdasarkan tugas dan pengalaman mereka. Catatan tersebut membantu jajaran Pendis melihat kebutuhan pendidikan secara lebih menyeluruh.

Hasil evaluasi kemudian menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan target kinerja 2026. Melalui proses ini, Pendis dapat memprioritaskan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan madrasah sekaligus memperbaiki pelaksanaan program yang belum mencapai hasil optimal.

Langkah evaluasi juga membantu mencegah pengulangan kendala yang sama. Dengan menelaah pelaksanaan program sebelumnya, Pendis memiliki dasar yang lebih kuat untuk menyusun rencana kerja secara realistis dan bertanggung jawab.

Pembinaan Madrasah Menjadi Perhatian

Selain mengevaluasi program sebelumnya, rapat tersebut membahas arah program prioritas untuk 2026. Salah satu perhatian utama ialah peningkatan mutu layanan pendidikan Islam melalui pembinaan madrasah dan penguatan peran pengawas.

Pembinaan memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Melalui pendampingan dan pengawasan yang tepat, madrasah dapat mengenali kebutuhan pengembangan serta memperbaiki pelaksanaan kegiatan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, pengawas madrasah memegang peran strategis dalam membantu satuan pendidikan menjaga kualitas proses pembelajaran dan pengelolaan sekolah. Karena itu, koordinasi antara Pendis dan pengawas perlu berjalan secara konsisten.

Pendis juga perlu mempertimbangkan kebutuhan setiap madrasah saat menyusun program pembinaan. Kondisi satuan pendidikan tidak selalu sama, sehingga perencanaan yang responsif dapat membantu jajaran terkait menentukan pendekatan yang sesuai.

Melalui pembahasan tersebut, peserta rapat berupaya menyusun arah kebijakan yang lebih adaptif. Masukan dari berbagai unsur menjadi bahan pertimbangan agar program kerja mampu menjawab kebutuhan pendidikan Islam secara lebih efektif.

Target Kinerja Harus Jelas dan Akuntabel

Penyusunan rencana aksi 2026 juga menekankan pentingnya indikator kinerja yang jelas. Setiap kegiatan perlu memiliki ukuran keberhasilan agar Pendis dapat memantau perkembangan program dan menilai hasilnya secara objektif.

Indikator yang terukur membantu jajaran Pendis melihat apakah pelaksanaan program sesuai dengan sasaran. Jika muncul kendala, evaluasi berkala dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan tanpa harus menunggu akhir tahun.

Selain itu, akuntabilitas menjadi bagian penting dalam pengelolaan program pemerintah. Perencanaan yang tertib membantu setiap unsur memahami tanggung jawabnya sekaligus memudahkan proses pemantauan dan pelaporan.

Pendis perlu menjaga kesinambungan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Ketiga tahapan tersebut saling berkaitan dalam memastikan program berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan pola kerja yang terarah, jajaran Pendis dapat mengelola prioritas secara lebih efisien. Pendekatan ini juga membuka ruang bagi perbaikan berkelanjutan berdasarkan hasil evaluasi dan perkembangan kebutuhan madrasah.

Sinergi Jadi Kunci Peningkatan Mutu Pendidikan

Keberhasilan program pendidikan Islam tidak hanya bergantung pada perencanaan di tingkat kantor kementerian. Dukungan pengawas, tenaga pendidikan, pengelola madrasah, dan unsur terkait juga berperan dalam menjaga kualitas pelaksanaan program.

Karena itu, koordinasi perlu terus diperkuat agar setiap pihak memahami sasaran yang hendak dicapai. Komunikasi yang baik juga membantu mempercepat penyelesaian persoalan serta menyelaraskan langkah pembinaan dengan kebutuhan satuan pendidikan.

Penyusunan rencana aksi 2026 menjadi momentum bagi Pendis Kemenag Sungai Penuh untuk memperkuat tata kelola program sekaligus mempertajam fokus peningkatan mutu madrasah. Evaluasi, penentuan prioritas, dan penetapan indikator kinerja menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Pada akhirnya, efektivitas rencana aksi akan bergantung pada pelaksanaan dan evaluasi secara konsisten. Dengan perencanaan yang realistis, koordinasi yang kuat, serta pengawasan yang berkelanjutan, Pendis diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan Islam di Kota Sungai Penuh.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen untuk mendorong madrasah terus berkembang dan memberikan layanan pendidikan yang semakin baik bagi masyarakat.(AN)

Berita Terkait

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya
133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak
Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan
Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas
4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas
Wako Alfin Hadiri Pengukuhan DPC PKB Sungai Penuh 2026–2031
MTQH Jambi 2026, Merangin Bidik Tiga Besar dengan 62 Kafilah
Bukan Cuma Cek Bangunan! Aktivis Minta Proyek P3-TGAI Kerinci dan Sungai Penuh Diaudit APH Hingga BPK
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:31 WIB

133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:01 WIB

4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas

Berita Terbaru