Petani Kerinci Mulai Bersuara! Program “Pejuang Petani” Dipertanyakan di Tengah Maraknya Event Pemkab 2026

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati dan Wakil Bupati Kerinci, Monadi-Murison ' Pejuang Petani'

Bupati dan Wakil Bupati Kerinci, Monadi-Murison ' Pejuang Petani'

KERINCI,JS- Berbagai event yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci, Monadi–Murison, kini menjadi sorotan publik. Meskipun kegiatan tersebut dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi daerah, terutama sektor UMKM dan pariwisata, namun dampaknya dinilai belum menyentuh sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Kerinci.

Sebagai daerah dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani, kondisi ini memunculkan pertanyaan besar. Terlebih, visi dan misi kepala daerah yang mengusung jargon “pejuang petani” dianggap belum terealisasi secara maksimal di lapangan.

Event Ramai, Tapi Petani Belum Merasakan Dampak

Dalam beberapa bulan terakhir, Pemkab Kerinci aktif menggelar berbagai event, mulai dari festival budaya hingga kegiatan promosi pariwisata. Di satu sisi, kegiatan ini memang membawa dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal.

Namun demikian, para petani justru merasa belum mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan tersebut. Mereka menilai fokus pembangunan daerah saat ini lebih condong ke sektor hiburan dan event, sementara sektor pertanian belum mendapatkan perhatian yang seimbang.

Selain itu, kondisi ekonomi yang masih belum stabil semakin memperparah situasi. Harga hasil pertanian yang fluktuatif serta biaya produksi yang terus meningkat membuat petani semakin tertekan.

Suara Petani: Jangan Lupakan Kami

Salah seorang petani di Kerinci, Saldi, menyampaikan aspirasi masyarakat dengan tegas namun tetap konstruktif. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak kegiatan event yang digelar pemerintah.

“Tidak ada masalah dengan event yang dilakukan. Itu bagus untuk ekonomi daerah. Tapi kami berharap Pak Bupati dan Wakil Bupati kembali ke tujuan awal, yaitu memperjuangkan petani. Jangan sampai kami justru tersisihkan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan keresahan yang dirasakan banyak petani di Kerinci saat ini. Mereka tidak menuntut penghentian program pemerintah, melainkan meminta adanya keseimbangan dalam kebijakan pembangunan.

Baca Juga :  Transformasi RSUD Kerinci Dimulai: Fokus Upgrade Fasilitas, Digitalisasi Layanan, dan Kualitas Tenaga Medis

Masalah Klasik: Modal dan Pemberdayaan Masih Minim

Lebih lanjut, Saldi mengungkapkan sejumlah permasalahan utama yang hingga kini masih dihadapi para petani di Kerinci. Pertama, keterbatasan modal menjadi hambatan serius dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Selain itu, program pemberdayaan yang dilakukan pemerintah daerah dinilai masih minim dan belum menyentuh kebutuhan riil petani. Pelatihan, akses teknologi pertanian modern, hingga pendampingan usaha masih sangat terbatas.

Padahal, jika dikelola dengan baik, sektor pertanian dapat menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Petani Sebagai Motor Ekonomi Daerah

Tidak dapat dipungkiri, sektor pertanian merupakan salah satu pilar utama perekonomian Kabupaten Kerinci. Sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari hasil pertanian, mulai dari komoditas sayuran, padi, hingga perkebunan.

Oleh karena itu, perhatian terhadap petani seharusnya menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah. Tanpa dukungan yang memadai, potensi besar ini justru bisa terhambat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Saldi kembali menegaskan pentingnya peran petani dalam perekonomian daerah.

“Petani ini motor penggerak ekonomi Kerinci. Kalau petani kuat, ekonomi daerah juga ikut kuat,” tegasnya.

Harapan: Keseimbangan Kebijakan dan Realisasi Janji Politik

Masyarakat kini berharap agar pemerintah daerah dapat mengevaluasi kembali arah kebijakan yang dijalankan. Event dan kegiatan promosi memang penting, namun sektor pertanian tidak boleh diabaikan.

Selain itu, realisasi visi “pejuang petani” diharapkan tidak hanya menjadi slogan politik semata. Program konkret seperti bantuan modal, subsidi pupuk, akses pasar, hingga modernisasi pertanian menjadi kebutuhan mendesak saat ini.

Langkah nyata dari pemerintah akan menjadi kunci dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menjadi tulang punggung daerah.

Momentum Perubahan di Tahun 2026

Tahun 2026 seharusnya menjadi momentum bagi Pemkab Kerinci untuk memperkuat sektor strategis, terutama pertanian. Dengan kebijakan yang tepat, Kerinci memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu daerah unggulan di sektor agrikultur.

Namun, tanpa perhatian serius, ketimpangan antara program pemerintah dan kebutuhan masyarakat justru akan semakin melebar.

Baca Juga :  Update Terbaru Dana Desa Kerinci dan Sungai Penuh: 248 Desa Sudah Cair

Kesimpulan

Kondisi yang terjadi saat ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah. Pembangunan yang ideal harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk petani.

Event dan kegiatan ekonomi memang memberikan dampak positif jangka pendek. Namun, penguatan sektor pertanian akan memberikan dampak jangka panjang yang jauh lebih signifikan.

Kini, masyarakat menunggu langkah konkret dari Bupati dan Wakil Bupati Kerinci untuk membuktikan komitmen mereka sebagai “pejuang petani” yang sesungguhnya.(TIM)

Berita Terkait

Besok Jadi Hari Penentuan, Siapa Tiga Besar Calon 5 Kepala OPD Sungai Penuh?
Bagi Masyarakat Jambi, Pahami ISPA pada Anak: Gejala, Faktor Risiko, dan Kapan Harus ke Dokter
Waspada Dampak Kabut Asap di Kerinci, Dinkes Instruksikan Puskesmas dan RSUD Siaga
Jika Persoalan Asset Belum Selesai, Mungkinkah Alfin dan Monadi Kompak Seperti Sekarang
ISPU Tebo Tembus 576, Kabut Asap Ancam Kesehatan Warga, Ini Langkah yang Perlu Dilakukan
Bunda PAUD Sungai Penuh Ingatkan Orang Tua, Ini Pentingnya Memilih Sekolah Anak
Perluasan Jaringan Menyasar Tiga Desa di Limun, Ini Wilayah yang Terjangkau
Sidak di Beberapa OPD, BKPSDM Sungai Penuh Temukan Sejumlah ASN Jarang Ngantor
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Besok Jadi Hari Penentuan, Siapa Tiga Besar Calon 5 Kepala OPD Sungai Penuh?

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Waspada Dampak Kabut Asap di Kerinci, Dinkes Instruksikan Puskesmas dan RSUD Siaga

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Jika Persoalan Asset Belum Selesai, Mungkinkah Alfin dan Monadi Kompak Seperti Sekarang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:01 WIB

ISPU Tebo Tembus 576, Kabut Asap Ancam Kesehatan Warga, Ini Langkah yang Perlu Dilakukan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Bunda PAUD Sungai Penuh Ingatkan Orang Tua, Ini Pentingnya Memilih Sekolah Anak

Berita Terbaru

Health benefits of Cassia vera

Internasional

Found only in Indonesia—here are the health benefits of cinnamon

Senin, 12 Okt 2026 - 02:55 WIB

Kode Redeem Free Fire hari ini 12 Oktober 2026

Dunia Game

Update Lebih Awal, Segera Klaim Kode Redeem FF 12 Oktober 2026

Senin, 12 Okt 2026 - 00:01 WIB