OTOMOTIF,JS– Rem tangan bukan sekadar fitur tambahan, melainkan komponen penting untuk keselamatan kendaraan. Fungsinya menjaga mobil tetap diam saat diparkir, terutama di medan miring. Seiring waktu, banyak pengendara mulai merasakan tarikan rem tangan semakin tinggi atau dalam, tanda bahwa rem memerlukan penyetelan ulang.
Tanda Kampas Rem Belakang Mulai Tipis
Tarikan rem tangan yang meninggi biasanya terjadi karena kampas rem belakang menipis. Semakin lebar ruang antara kampas dan dinding tromol, semakin jauh pengendara harus menarik kabel rem agar roda terkunci. Kondisi ini menandakan bahwa kampas rem sudah mencapai batas aus dan membutuhkan penyesuaian.
Persiapan Sebelum Menyetel Rem Tangan
Sebelum mulai, pastikan mobil berada di permukaan datar dan gunakan dongkrak untuk mengangkat bagian belakang mobil. Lepaskan roda belakang dan buka tutup tromol agar Anda bisa langsung mengakses mekanisme rem di dalamnya. Menyiapkan alat yang tepat, seperti obeng minus kecil, akan mempermudah proses penyetelan.
Menemukan Mekanisme Penyetel
Di dalam tromol, tepat di bawah piston penonjok kampas rem, terdapat roda gigi penyetel atau yang biasa disebut “klik”. Komponen ini memungkinkan pengendara menyesuaikan jarak kampas rem dengan dinding tromol, sehingga tarikan rem kembali normal.
Cara Menyetel Rem Tangan
Dengan obeng minus, putar roda gigi penyetel ke arah kiri. Aksi ini merapatkan posisi kampas agar lebih dekat dengan dinding tromol. Penting untuk menyetel jumlah putaran sama antara roda kiri dan kanan.
Uji Coba dan Perhatian Keamanan
Setelah penyetelan, pasang kembali tutup tromol dan putar roda dengan tangan. Pastikan tromol berputar lancar dan tidak terasa seret. Hindari membuat kampas terlalu rapat karena gesekan berlebih dapat mempercepat aus dan menimbulkan panas yang merusak komponen rem lainnya.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, pengendara bisa mengembalikan presisi rem tangan sekaligus memperpanjang usia komponen rem, sehingga mobil tetap aman saat diparkir.(AN)









