RSUD Nurdin Hamzah Naik Level, Perkuat Rehabilitasi NAPZA

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; RSUD NH Tanjabtim

Foto ; RSUD NH Tanjabtim

TANJABTIM,JS- RSUD Nurdin Hamzah terus memperkuat layanan rehabilitasi narkotika dan zat adiktif lainnya (NAPZA). Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen rumah sakit daerah tersebut dalam mendukung program pemerintah untuk menekan angka penyalahgunaan zat berbahaya di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Direktur RSUD Nurdin Hamzah, dr. H. Muhammad Nasrul Felani, menyampaikan bahwa penguatan layanan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Bazar UMKM Ramaikan Pasar Beduk Tanjabtim Saat Ramadhan

Ditetapkan sebagai Balai Rehabilitasi Narkotika

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur menetapkan RSUD Nurdin Hamzah sebagai Balai Rehabilitasi Narkotika Adhyaksa melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 53 Tahun 2023. Melalui kebijakan tersebut, rumah sakit kini secara resmi menyelenggarakan layanan rehabilitasi NAPZA, baik rawat jalan maupun rawat inap.

Selain melayani masyarakat umum, RSUD Nurdin Hamzah juga menerima pasien rujukan dari Lapas Narkotika Kelas II B Muara Sabak. Bahkan, manajemen rumah sakit saat ini tengah mengusulkan penetapan sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) untuk memperluas jangkauan layanan rehabilitasi.

Layanan Medis Terintegrasi

Selanjutnya, Nasrul menjelaskan bahwa RSUD Nurdin Hamzah menyediakan layanan rehabilitasi yang mencakup berbagai intervensi medis. Layanan tersebut meliputi terapi putus zat atau detoksifikasi, terapi simptomatik, terapi rumatan termasuk terapi substitusi, serta terapi penyerta untuk menangani dampak lanjutan penggunaan NAPZA.

Baca Juga :  Polres Tanjabtim Sidak Harga dan Stok Bahan Pokok Jelang Ramadan

Proses pelayanan berlangsung secara terpadu. Pasien menjalani tahapan yang jelas, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan di poliklinik, pemeriksaan laboratorium, pelayanan farmasi, pengurusan administrasi, hingga evaluasi lanjutan setelah masa perawatan berakhir. Dengan alur ini, rumah sakit memastikan setiap pasien memperoleh penanganan yang menyeluruh dan berkesinambungan.

SDM Kompeten dan Terlatih

Di sisi lain, RSUD Nurdin Hamzah menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung layanan rehabilitasi. Tim Rehabilitasi NAPZA terdiri dari dokter spesialis kejiwaan, dokter umum, serta perawat yang bekerja berdasarkan Surat Keputusan Direktur.

Tidak hanya itu, tenaga kesehatan juga aktif mengikuti pelatihan rehabilitasi NAPZA dan program IPWL. Melalui peningkatan kapasitas tersebut, rumah sakit menargetkan kualitas layanan yang profesional, aman, dan sesuai standar pelayanan kesehatan.

Fasilitas dan Peralatan Penunjang

Untuk menunjang pelayanan, RSUD Nurdin Hamzah melengkapi fasilitas fisik yang memadai. Rumah sakit menyediakan area pendaftaran, ruang tunggu, ruang konseling, ruang tindakan medis, ruang administrasi, hingga ruang penyimpanan obat.

Selain fasilitas ruangan, rumah sakit juga menyiapkan peralatan medis penunjang seperti tensimeter, stetoskop, termometer, pulse oximeter, alat ukur tinggi dan berat badan, serta alat tes NAPZA. Kelengkapan ini memungkinkan tenaga medis bekerja lebih efektif dalam memantau kondisi pasien.

Baca Juga :  Komisi II DPR RI Datang ke Jambi, Bahas BUMD dan Konflik Agraria

Harapan Pemulihan dan Reintegrasi Sosial

Pada akhirnya, Nasrul berharap layanan rehabilitasi NAPZA di RSUD Nurdin Hamzah dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa tujuan utama rehabilitasi bukan hanya menghentikan ketergantungan, tetapi juga memulihkan fungsi sosial pasien.

“Kami ingin pasien yang menjalani rehabilitasi dapat pulih secara menyeluruh, kembali beraktivitas, dan berperan positif di lingkungan masyarakat,” tutupnya dengan optimistis.(*)

Berita Terkait

Iuran Jalan, Saldo Diam: Ini Alasan JHT Perlu Dicek Rutin
Jalan Pelompek–Pauh Tinggi Mulai Diperbaiki, Ini Target PUPR Kerinci!
20 ASN Pemprov Jambi Kena Sanksi, Enam ASN Diberhentikan
Viral RSUD Sungai Penuh, Sekda Siapkan Langkah Tegas!
Safari Ramadhan Dimulai, Bupati Kerinci Tekankan Kehadiran Pemerintah di Tengah Warga
Komisi II DPR RI Datang ke Jambi, Bahas BUMD dan Konflik Agraria
DPR RI Kunker di Jambi, Sengketa Lahan Jadi Pembahasan Utama
Melintas Siang Hari, Truk Batu Bara Diputar Balik Polisi di Tembesi
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:30 WIB

Iuran Jalan, Saldo Diam: Ini Alasan JHT Perlu Dicek Rutin

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:00 WIB

RSUD Nurdin Hamzah Naik Level, Perkuat Rehabilitasi NAPZA

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:30 WIB

Jalan Pelompek–Pauh Tinggi Mulai Diperbaiki, Ini Target PUPR Kerinci!

Minggu, 22 Februari 2026 - 09:30 WIB

20 ASN Pemprov Jambi Kena Sanksi, Enam ASN Diberhentikan

Minggu, 22 Februari 2026 - 08:30 WIB

Viral RSUD Sungai Penuh, Sekda Siapkan Langkah Tegas!

Berita Terbaru

Ilustrasi  Fenomena Ekonomi e-shaped: Si kaya makin kaya, kelas menengah makin tertekan.

Lifestyle

Saat Orang Kaya Makin Kaya, Kelas Menengah Justru Tertekan

Minggu, 22 Feb 2026 - 16:00 WIB

Ilustrasi Llusan sarjana banyak yang jadi OJOL. (Sumber/Google)

Nasional

Mengapa Banyak Lulusan S1 Jadi Ojol? Ini Penjelasan Akademisi

Minggu, 22 Feb 2026 - 15:30 WIB

AI, cloud, dan siber jadi fondasi dunia digital 2026. (Sumber/Google)

Teknologi

Dunia Kerja Berubah Cepat, Tiga Teknologi Ini Jadi Kunci 2026

Minggu, 22 Feb 2026 - 15:00 WIB

BPJS

Kesehatan

Iuran Jalan, Saldo Diam: Ini Alasan JHT Perlu Dicek Rutin

Minggu, 22 Feb 2026 - 14:30 WIB

Foto ; RSUD NH Tanjabtim

Daerah

RSUD Nurdin Hamzah Naik Level, Perkuat Rehabilitasi NAPZA

Minggu, 22 Feb 2026 - 14:00 WIB