BANDUNG,JS– Longsor yang terjadi di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat menelan korban dari kalangan TNI AL. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengonfirmasi bahwa 23 prajurit marinir tertimbun longsor, dan tim evakuasi saat ini masih berusaha menemukan anggota yang belum ditemukan.
Evakuasi Terhambat Cuaca dan Akses Jalan
Laksamana Ali menjelaskan bahwa tim kesulitan menurunkan alat berat karena kondisi cuaca yang buruk dan jalan yang sempit. Meski begitu, tim tetap melanjutkan pencarian menggunakan drone thermal dan anjing pelacak.
“Hingga kini, kami berhasil menemukan empat personel dalam kondisi meninggal dunia,” jelas Ali. Sementara itu, tim terus bekerja keras untuk menemukan prajurit lainnya.
Dukacita Keluarga dan Warga
Kabar duka ini juga menyentuh keluarga korban. Kakak dari Pratu Marinir Muhammad Genta Al Akbar, Imel Attariq, menulis di akun Facebook pribadinya:
“Innalillahiwainnailaihirojiun. Adikku Genta, kakak ikhlas. Balek lah Gen, kakak tunggu di rumah. Mohon doanya teman-teman semua.”
Selain itu, Kepala Desa Hiang Lestari, Mamuk Habib, turut menyampaikan belasungkawa:
“Innalillahiwainnailaihirojiun. Kami ikut berduka cita atas meninggalnya putra terbaik Desa Hiang Lestari, Pratu Marinir Muhammad Genta Al Akbar. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.”
Pihak TNI AL menegaskan bahwa pencarian akan terus berlangsung hingga semua prajurit ditemukan. Laksamana Ali menambahkan bahwa keselamatan tim evakuasi menjadi prioritas utama.(TIM)









