Bulan Menjauh dari Bumi, Gerhana Matahari Total Terancam Hilang

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bulan menjauh dari Bumi. (Foto/Google)

Ilustrasi Bulan menjauh dari Bumi. (Foto/Google)

JAKARTA,JS– Bulan tidak selamanya berada pada jarak yang sama dari Bumi. Seiring berjalannya waktu, satelit alami itu terus bergerak menjauh dari planet tempat manusia hidup.

Perubahan jarak tersebut memang berlangsung sangat lambat. Namun, dalam skala jutaan tahun, pergeseran ini membawa dampak besar. Salah satu dampaknya ialah ancaman hilangnya Gerhana Matahari Total dari langit Bumi.

Baca Juga :  Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini, Ini Jadwalnya

Misi Apollo Mengawali Pengukuran Jarak Bumi dan Bulan

Para ilmuwan mulai memantau jarak Bumi dan Bulan secara presisi sejak era 1960-an. Pada masa itu, misi Apollo menandai tonggak penting penelitian astronomi.

Para astronot Apollo menempatkan reflektor khusus di permukaan Bulan. Melalui reflektor tersebut, ilmuwan menjalankan Lunar Laser Ranging Experiment dengan menembakkan sinar laser dari Bumi dan menghitung waktu pantulannya kembali.

Data Ilmiah Ungkap Bulan Terus Menjauh

Hasil pengukuran jangka panjang menunjukkan pola yang konsisten. Bulan terus menjauhi Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 sentimeter per tahun.

Kecepatan ini memang terlihat kecil. Namun, akumulasi pergerakan tersebut menghasilkan perubahan besar dalam ratusan juta tahun. Interaksi gravitasi antara Bumi dan Bulan, termasuk efek pasang surut laut, mendorong pergeseran orbit ini.

Baca Juga :  NASA Temukan Kandidat Planet Super Dingin Mirip Bumi

Pergerakan Bulan Mengancam Gerhana Matahari Total

Menjauhnya Bulan tidak hanya mengubah orbit. Perubahan ini juga memengaruhi fenomena astronomi yang dapat manusia saksikan langsung.

Menurut laporan IFL Science, menjauhnya Bulan akan mengurangi frekuensi Gerhana Matahari Total. Saat ini, Bulan masih mampu menutupi Matahari secara sempurna. Namun, kondisi tersebut perlahan berubah.

Keselarasan Ukuran Bulan dan Matahari Tidak Abadi

Secara ilmiah, Matahari memiliki diameter sekitar 400 kali lebih besar daripada Bulan. Di sisi lain, jarak Matahari dari Bumi juga sekitar 400 kali lebih jauh.

Keselarasan jarak dan ukuran inilah yang membuat Matahari dan Bulan tampak hampir sama besar di langit. Seiring Bulan terus menjauh, keselarasan tersebut perlahan menghilang.

Bulan Pernah Tampak Tiga Kali Lebih Besar

Pada masa lampau, Bulan berada jauh lebih dekat dengan Bumi. Sekitar 4 miliar tahun lalu, Bulan tampak hingga tiga kali lebih besar dari ukuran saat ini.

Perubahan orbit secara bertahap mendorong Bulan menjauh hingga mencapai posisinya sekarang. Proses tersebut masih terus berlangsung.

Ilmuwan Pastikan Gerhana Total Akan Berakhir

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa Gerhana Matahari Total memiliki batas waktu. Ilmuwan NASA, Richard Vondrak, menyatakan bahwa jumlah dan frekuensi gerhana total akan terus menurun.

“Sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi akan menyaksikan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya,” kata Vondrak pada 2017.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Gerhana Matahari Total bukan fenomena abadi. Di masa depan, manusia hanya akan mengenalnya melalui catatan ilmiah dan sejarah astronomi.(*)

Berita Terkait

Aturan Baru Haji 2026 Jadi Sorotan, Kamera Ponsel Bisa Bikin Jemaah Masuk Penjara
Instagram Geger! Jutaan Followers Artis Mendadak Hilang, Ternyata Ini Penyebabnya
BCA Expands QRIS Cross Border to China: Easy Cashless Payments for Indonesian Travelers in 2026
QRIS Goes Global 2026: Indonesia–China Payment Integration Unlocks Massive Opportunities for SMEs and Digital Economy Growth
Kerinci Coffee Poised to Dominate Global Export Market: Premium Arabica from Indonesia Attracts International Buyers
AI Revolution 2026: How Artificial Intelligence Is Transforming Jobs and Creating High-Income Opportunities Worldwide
German Investors Target Indonesia’s Coconut Industry: Tanjabtim Set to Become a Global Export Hub
Top 6 Favorite Tourist Destinations in Sumatra 2026: Complete Travel Cost, Facilities, and Smart Budget Guide for Maximum Savings
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:35 WIB

Aturan Baru Haji 2026 Jadi Sorotan, Kamera Ponsel Bisa Bikin Jemaah Masuk Penjara

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:00 WIB

Instagram Geger! Jutaan Followers Artis Mendadak Hilang, Ternyata Ini Penyebabnya

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:00 WIB

BCA Expands QRIS Cross Border to China: Easy Cashless Payments for Indonesian Travelers in 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 04:00 WIB

QRIS Goes Global 2026: Indonesia–China Payment Integration Unlocks Massive Opportunities for SMEs and Digital Economy Growth

Senin, 20 April 2026 - 04:00 WIB

Kerinci Coffee Poised to Dominate Global Export Market: Premium Arabica from Indonesia Attracts International Buyers

Berita Terbaru

Kode redeem Free fire terbaru hari ini

Dunia Game

Buruan Klaim! Kode Redeem Free Fire Terbaru Hari Ini Masih Aktif

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:01 WIB