Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini, Ini Jadwalnya

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gerhana Matahari Total

Ilustrasi Gerhana Matahari Total

JAKARTA,JS – Para astronom dunia memastikan gerhana Matahari total terlama di abad ke-21 akan terjadi pada 2 Agustus 2027. Fenomena langit langka ini mendapat julukan eclipse of the century karena durasi totalitasnya yang panjang dan sangat jarang muncul sepanjang abad ini.

Totalitas Berlangsung Lebih dari Enam Menit

Baca Juga :  NASA Gandeng 7 Perusahaan Kembangkan Teleskop Tercanggih

Pada momen tersebut, Bulan bergerak tepat di antara Bumi dan Matahari. Pergerakan ini menutup seluruh piringan Matahari di jalur totalitas yang melintasi sejumlah wilayah dunia. Para ahli memperkirakan fase totalitas berlangsung sekitar 6 menit 23 detik. Durasi ini menjadikan gerhana tersebut sebagai salah satu gerhana Matahari total terpanjang yang manusia amati dari daratan dalam lebih dari satu abad.

Korona Matahari Muncul Secara Jelas

Baca Juga :  Banjir Aceh & Sumut Akibat Siklon Senyar, NASA Rilis Citra Satelit

Selama fase totalitas, pengamat dapat melihat korona Matahari secara jelas. Korona merupakan atmosfer terluar Matahari yang membentuk cahaya halus mengelilingi Bulan. Fenomena ini hanya muncul ketika Bulan menutupi Matahari sepenuhnya dan menjadi momen paling dinantikan oleh astronom serta penggemar langit.

Kesempatan Langka Sekali Seumur Hidup

“Ini merupakan kesempatan sekali seumur hidup untuk menyaksikan salah satu pertunjukan alam paling dramatis dan langka di langit,” ujar astronom dan pengamat gerhana Dr. Emily Lawson, dikutip dari Floo Bits. Ia menjelaskan bahwa perubahan cahaya dari terang, kemudian meredup, hingga gelap total memberikan perspektif unik tentang Bumi dan sistem Tata Surya.

Presisi Orbit Bumi dan Bulan

Baca Juga :  Astronom Temukan Eksoplanet ‘Lemon Jahat’ Unik

Menurut para ahli, gerhana Matahari total terjadi karena presisi pergerakan orbit Bumi dan Bulan. Pada kondisi tertentu, Bulan tampak cukup besar untuk menutupi Matahari secara sempurna. Kondisi inilah yang memungkinkan totalitas berlangsung lebih lama meski fenomena tersebut sangat jarang muncul.

Antusiasme Komunitas Ilmiah dan Wisata Astronomi

Peristiwa ini memicu antusiasme besar di kalangan komunitas ilmiah dan pencinta astronomi. Menjelang hari kejadian, banyak pengamat merencanakan perjalanan lintas negara demi menyaksikan gerhana dari jalur totalitas. Di sisi lain, komunitas edukasi astronomi memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan literasi sains di tengah masyarakat.

Terlama Hingga Setelah Tahun 2100

Gerhana Matahari parsial dan cincin masih akan terjadi pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya. Namun, gerhana Matahari total 2 Agustus 2027 mencatatkan diri sebagai yang terlama dan terdalam hingga setelah tahun 2100. Karena itu, fenomena kosmik ini menjadi salah satu peristiwa langit paling dinantikan pada abad ini.

Bagi para penikmat astronomi, gerhana tersebut bukan sekadar menghadirkan kegelapan sesaat di siang hari. Peristiwa ini juga menghadirkan pengalaman kolektif untuk mengagumi keindahan serta keteraturan alam semesta.(TIM)

Berita Terkait

Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya
Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 30 September 2026, Cek Nilai 1 Yen hingga 50.000 Yen
Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi
Kurs Ringgit Malaysia Hari Ini 29 September 2026: RM1 Tembus Rp4.410, Cek Kurs Beli dan Jual Terbaru
Eating Papaya Every Day: 5 Health Conditions This Tropical Fruit May Help Manage
El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam
Tokenized U.S. Stocks Enter New Era as SEC Opens Five-Year Regulatory Path for On-Chain Trading
668 Ribu Laporan Penipuan Masuk IASC, 659 Ribu Rekening Sudah Diblokir: Waspadai 5 Modus Ini
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya

Rabu, 30 September 2026 - 21:23 WIB

Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 30 September 2026, Cek Nilai 1 Yen hingga 50.000 Yen

Rabu, 30 September 2026 - 10:02 WIB

Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi

Selasa, 29 September 2026 - 20:31 WIB

Kurs Ringgit Malaysia Hari Ini 29 September 2026: RM1 Tembus Rp4.410, Cek Kurs Beli dan Jual Terbaru

Selasa, 29 September 2026 - 02:01 WIB

Eating Papaya Every Day: 5 Health Conditions This Tropical Fruit May Help Manage

Berita Terbaru