MUAROJAMBI,JS- Kondisi 120 siswa yang diduga keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Muaro Jambi berangsur pulih. sebagian besar sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Pemerintah Daerah Pastikan Kondisi Stabil
Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS), mengonfirmasi bahwa sebagian besar pasien telah membaik. “Alhamdulillah, sebagian sudah pulang dan kondisi siswa yang masih di RSUD Ahmad Ripin mulai stabil,” kata BBS.
Tindakan Antisipasi
Sebagai langkah cepat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sengeti. Pemkab juga tengah menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang telah didistribusikan kepada para siswa.
Penyidikan Tindak Lanjut oleh Satgas MBG
Sekda Muaro Jambi, Budhi Hartono mengungkapkan penghentian operasional dapur dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian. “Kami telah mengirim sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium. Badan Gizi Nasional dan Satgas MBG juga sudah turun ke lapangan untuk memeriksa proses pengolahan dan distribusi makanan tersebut,” jelasnya.
Evaluasi Menyeluruh untuk Jamin Keamanan Pangan
Bupati Bambang Bayu Suseno menambahkan, pihaknya kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG untuk memastikan bahwa semua prosedur memenuhi standar keamanan pangan yang ketat. “Kami berkomitmen untuk memperbaiki dan menjaga kualitas program MBG. Ini untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” kata BBS.
Komitmen Pemkab Muaro Jambi dalam Menjaga Kualitas Program
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menegaskan bahwa mereka berkomitmen penuh untuk menjaga keberlanjutan program MBG. Pemerintah akan terus memantau dan memastikan seluruh proses pengolahan dan distribusi makanan berlangsung dengan aman dan sesuai standar. “Kami ingin memastikan bahwa program ini tetap memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak tanpa mengorbankan kesehatan mereka,” tutup BBS.(*)









