JAMBI,JS- Langkah cepat dan strategis langsung diambil Pemerintah Kota Jambi untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Pemerintah tidak ingin lonjakan harga pangan membebani masyarakat saat kebutuhan rumah tangga meningkat tajam.
Karena itu, Wali Kota Jambi, Maulana resmi meluncurkan program operasi pasar murah di kawasan Jerambah Bolong, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Selasa (19/05/2026).
Program pasar murah tersebut langsung menarik perhatian warga. Sejak pagi, masyarakat mulai memadati lokasi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih rendah dibanding harga pasar.
Pemerintah Kota Jambi menempatkan program ini sebagai salah satu langkah penting untuk mengendalikan inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang Iduladha.
Pemkot Jambi Fokus Stabilkan Harga Sembako Jelang Iduladha
Peluncuran perdana operasi pasar murah berlangsung di RT 12 Jerambah Bolong. Sejumlah pejabat daerah turut hadir mendampingi Wali Kota Jambi.
Melalui program tersebut, Pemkot Jambi menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga subsidi. Warga bisa membeli bahan pangan utama dengan harga lebih hemat dibandingkan harga normal di pasaran.
Adapun komoditas yang disalurkan pada operasi pasar perdana meliputi:
- Beras SPHP sebanyak 600 kilogram
- Minyak goreng sebanyak 200 dus
- Gula pasir sebanyak 100 kilogram
- Tepung terigu sebanyak 100 kilogram
Jumlah itu disiapkan khusus untuk menjaga pasokan pangan masyarakat di wilayah Jerambah Bolong dan sekitarnya.
Selain membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, program ini juga bertujuan menjaga psikologi pasar agar harga kebutuhan pokok tidak naik secara liar menjelang hari besar keagamaan.
Maulana Tegaskan Pemerintah Harus Hadir Saat Harga Mulai Naik
Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa pemerintah harus bergerak cepat sebelum harga bahan pokok melonjak tajam.
Menurutnya, permintaan masyarakat biasanya meningkat drastis menjelang Iduladha. Jika pemerintah tidak melakukan intervensi pasar, pedagang berpotensi menaikkan harga karena tingginya permintaan konsumen.
“Ini bertujuan agar tidak ada kenaikan harga jelang Iduladha. Silakan dibeli karena harga yang ditawarkan berada di bawah harga pasar. Kalau tidak dilaksanakan operasi pasar, harga bahan pokok bisa melonjak tinggi,” ujar Maulana.
Ia juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pemerintah, kata dia, telah menghitung kebutuhan stok secara matang agar distribusi berjalan aman dan merata.
Menurut Maulana, langkah pengendalian inflasi tidak cukup hanya melalui pengawasan pasar. Pemerintah juga harus turun langsung menyediakan kebutuhan pokok murah agar masyarakat benar-benar merasakan dampaknya.
“Kebutuhan masyarakat selalu meningkat menjelang hari raya. Karena itu, pemerintah hadir agar harga tetap stabil dan daya beli warga tetap terjaga,” tambahnya.
Operasi Pasar Murah Jadi Strategi Tekan Inflasi Daerah
Pemerintah Kota Jambi saat ini menjadikan pengendalian inflasi sebagai salah satu prioritas utama.
Kenaikan harga pangan sering menjadi pemicu utama inflasi daerah. Kondisi tersebut biasanya muncul akibat meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri dan Iduladha.
Karena itu, operasi pasar murah dinilai menjadi langkah efektif untuk menstabilkan harga sekaligus menjaga pasokan pangan tetap aman.
Program ini juga mendapat dukungan dari Perum Bulog Kanwil Jambi yang ikut menyediakan stok beras SPHP bagi masyarakat.
Kehadiran Bulog sangat penting karena beras masih menjadi komoditas utama yang paling memengaruhi inflasi pangan di daerah.
Selain beras, harga minyak goreng dan gula pasir juga menjadi perhatian pemerintah karena dua komoditas tersebut hampir selalu mengalami kenaikan menjelang hari raya.
Melalui operasi pasar murah, Pemkot Jambi berharap harga kebutuhan pokok tetap terkendali sehingga masyarakat tidak mengalami tekanan ekonomi berlebihan.
Disperindag Kota Jambi Siapkan Pasar Murah di Banyak Titik
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, Nella Ervina, memastikan program pasar murah tidak hanya berlangsung di satu lokasi.
Disperindag Kota Jambi telah menyiapkan agenda operasi pasar murah secara bertahap di berbagai wilayah Kota Jambi.
Langkah tersebut dilakukan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat luas, terutama warga yang berada di kawasan padat penduduk.
Menurut Nella, sinergi antara pemerintah daerah dan Perum Bulog menjadi kunci utama keberhasilan program stabilisasi harga pangan.
“Kami ingin masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Karena itu, pasar murah akan terus bergerak ke sejumlah titik lainnya di Kota Jambi,” jelasnya.
Khusus di Jerambah Bolong, panitia menyediakan kuota pembelian untuk sekitar 500 konsumen.
Panitia juga menerapkan mekanisme pembelian tertentu agar distribusi berlangsung tertib dan merata. Langkah itu dilakukan untuk mencegah penumpukan pembelian oleh oknum tertentu.
Antusiasme Warga Tinggi, Harga Lebih Murah Jadi Daya Tarik Utama
Operasi pasar murah langsung disambut antusias masyarakat sekitar.
Banyak warga mengaku terbantu karena harga kebutuhan pokok di pasar mulai mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.
Harga yang lebih murah dibanding pasar tradisional menjadi alasan utama warga berbondong-bondong datang ke lokasi.
Selain itu, masyarakat merasa lebih tenang karena pemerintah turun langsung menjaga stabilitas harga menjelang Iduladha.
Kondisi ekonomi yang masih fluktuatif membuat program seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya kalangan keluarga menengah dan pekerja harian.
Operasi pasar murah juga dinilai membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga saat kebutuhan konsumsi meningkat menjelang hari raya kurban.
Harga Pangan Stabil Jadi Kunci Daya Beli Masyarakat
Stabilitas harga pangan memiliki pengaruh besar terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Ketika harga sembako naik terlalu tinggi, daya beli masyarakat biasanya langsung melemah. Dampaknya tidak hanya dirasakan konsumen, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi daerah secara keseluruhan.
Karena itu, pemerintah daerah kini semakin agresif menjalankan program pengendalian harga melalui pasar murah, distribusi pangan, hingga kerja sama dengan Bulog.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat sehari-hari.
Melalui operasi pasar murah jelang Iduladha 2026 ini, Pemkot Jambi berharap masyarakat dapat menyambut hari raya dengan lebih tenang tanpa khawatir terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.
Program ini juga menjadi bukti bahwa stabilitas harga pangan tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.(*)









