BISNIS,JS- PT Hino Finance Indonesia kembali menggalang dana melalui pasar modal dengan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 senilai Rp800 miliar. Penerbitan ini menjadi bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I yang menargetkan pengumpulan dana hingga Rp3 triliun.
Tiga Seri Obligasi dengan Tenor Berbeda
Hino Finance menawarkan obligasi dalam tiga seri: Seri A, Seri B, dan Seri C, dengan total penawaran 100% dari jumlah pokok obligasi. Perusahaan menerbitkan seluruh obligasi tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang dicatat atas nama KSEI.
Tiap seri memiliki karakteristik berbeda:
- Seri A: Rp313 miliar, tenor 370 hari kalender, bunga tetap 4,75% per tahun.
- Seri B: Rp255 miliar, tenor tiga tahun, bunga tetap 5,75% per tahun.
- Seri C: Rp232 miliar, tenor lima tahun, bunga tetap 6,15% per tahun.
Hino Finance membayar bunga obligasi setiap tiga bulan, mulai 11 Mei 2026. Perusahaan melunasi pokok obligasi penuh saat jatuh tempo: 21 Februari 2027 untuk Seri A, 11 Februari 2029 untuk Seri B, dan 11 Februari 2031 untuk Seri C.
Jaminan dan Hak Pemegang Obligasi
Hino Finance tidak menyediakan jaminan khusus. Perusahaan menggunakan seluruh aset, baik bergerak maupun tidak bergerak, untuk menjamin obligasi ini sesuai Pasal 1131 dan 1132 KUHPerdata. Pemegang obligasi memperoleh hak pari passu, setara dengan kreditur lain tanpa hak preferen.
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberi peringkat AA+(idn) untuk obligasi jangka panjang ini, menegaskan kredibilitas surat utang Hino Finance di pasar.
Alokasi Dana Hasil Penerbitan
Hino Finance menggunakan sebagian besar dana obligasi untuk melunasi kewajiban utang yang jatuh tempo. Perusahaan mengalokasikan sekitar Rp410,94 miliar untuk membayar Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 Seri A.
Penjamin Emisi dan Jadwal Penerbitan
Hino Finance menunjuk PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Aldiracita Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bertindak sebagai wali amanat.
Perusahaan membuka masa penawaran pada 4–6 Februari 2026. Hino Finance menjatah obligasi pada 9 Februari, mendistribusikan secara elektronik pada 11 Februari, dan mencatatkan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Februari 2026. Perusahaan menargetkan OJK memberikan pernyataan efektif pada 11 Maret 2026.
Kinerja Keuangan Terkini
Hino Finance mencatat total aset Rp6,59 triliun per 30 Juni 2025, meningkat dari Rp5,84 triliun pada akhir 2024. Perusahaan mencatat total liabilitas Rp5,12 triliun, dan pendapatan naik menjadi Rp314,13 miliar dibanding Rp277,68 miliar pada akhir 2024. Laba bersih per Juni 2025 mencapai Rp36,74 miliar, sedikit menurun dibanding Rp41,41 miliar pada akhir 2024.
Strategi dan Prospek Perusahaan
Dengan penerbitan obligasi ini, Hino Finance memperkuat struktur permodalan dan menyediakan dana segar untuk mendukung kegiatan pembiayaan kendaraan komersial. Langkah ini memperkuat posisi perusahaan di pasar pembiayaan yang semakin kompetitif.(*)









