Isu Tokopedia Tutup, BPKN Tekankan Kepastian Hak Konsumen

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Isu Tokopedia beralih ke Tik tok

Ilustrasi Isu Tokopedia beralih ke Tik tok

BISNIS,JS- Isu penutupan Tokopedia dan pengalihan layanan ke TikTok Shop kembali beredar di ruang publik. Menanggapi kabar tersebut, manajemen TikTok akhirnya menyampaikan pernyataan resmi. Meski tidak menjawab isu penutupan secara langsung, TikTok menegaskan komitmennya untuk tetap berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia.

“Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai bagian dari strategi kami untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi yang berkelanjutan,” ujar Juru Bicara TikTok dalam pernyataan tertulis kepada Republika, Selasa (3/2/2026).

Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran pengguna terkait masa depan layanan Tokopedia, terutama bagi pelanggan berbayar.

Baca Juga :  OJK Dorong BPD Lewat KUB Perkuat UMKM dan Ekonomi Daerah

BPKN Soroti Potensi Kerugian Konsumen

Seiring beredarnya rumor tersebut, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) langsung menyoroti potensi dampak bagi konsumen. Fokus utama BPKN tertuju pada pengguna Tokopedia PLUS yang telah membayar layanan di muka.

Ketua BPKN, Mufti Mubarok, menegaskan bahwa perubahan model bisnis, merger, maupun penutupan platform digital tidak boleh merugikan konsumen.

“Prinsip dasar perlindungan konsumen adalah kepastian hak. Konsumen Tokopedia PLUS sudah membayar layanan dengan manfaat yang jelas,” kata Mufti saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, perusahaan tidak boleh menghapus atau mengubah layanan secara sepihak tanpa penyelesaian yang adil.

Baca Juga :  Memulai Investasi di Usia Muda: Berikut Strateginya

Ribuan Pengguna Masih Aktif Berlangganan PLUS

Saat ini, banyak pengguna Tokopedia masih memiliki paket aktif Tokopedia PLUS. Layanan premium tersebut menawarkan berbagai keuntungan, mulai dari bebas ongkos kirim tanpa batas, pengiriman lebih cepat, hingga diskon eksklusif.

Biaya langganan Tokopedia PLUS berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp300 ribu untuk masa enam bulan. Pada periode promosi tertentu, pengguna bahkan bisa mendapatkan harga yang lebih rendah.

Dengan kondisi tersebut, Mufti menilai ketidakjelasan nasib layanan berpotensi menimbulkan kerugian finansial bagi konsumen.

Opsi Penyelesaian: Migrasi Manfaat hingga Refund

Lebih lanjut, Mufti menekankan bahwa penyelesaian bagi konsumen harus mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Undang-undang tersebut mengatur hak atas kenyamanan, keamanan, serta kompensasi.

Ia menilai perusahaan memiliki beberapa opsi untuk menyelesaikan persoalan ini secara adil. Salah satunya dengan mengalihkan manfaat Tokopedia PLUS ke TikTok Shop, asalkan nilai dan fiturnya setara atau lebih baik.

Selain itu, perusahaan juga dapat memberikan pengembalian dana secara proporsional sesuai sisa masa aktif langganan. Opsi lain mencakup pemberian kompensasi tambahan, seperti voucher, diskon eksklusif, atau layanan premium pengganti.

“Konsumen tidak boleh dipaksa menerima perubahan yang merugikan. Perusahaan harus memberikan pilihan secara transparan,” ujarnya.

Baca Juga :  Bank Dunia Beberkan Alasan Indonesia Susah jadi Negara Maju

Tanggung Jawab Penuh di Tangan Tokopedia dan TikTok Shop

BPKN menegaskan bahwa Tokopedia dan TikTok Shop memegang tanggung jawab penuh atas keberlanjutan layanan berbayar yang telah dijual kepada konsumen. Mufti meminta Tokopedia menyampaikan informasi resmi secara terbuka dan tidak menyesatkan kepada seluruh pelanggan.

Ia juga menilai perusahaan perlu menjelaskan mekanisme transisi layanan secara rinci, termasuk hak-hak konsumen yang tetap melekat. Selain itu, Tokopedia harus menyediakan kanal pengaduan khusus dan layanan pelanggan yang responsif.

Mufti mengingatkan agar perusahaan tidak mengubah syarat dan ketentuan layanan secara sepihak tanpa persetujuan konsumen.

Kepercayaan Konsumen Jadi Taruhan

Menurut Mufti, kepercayaan konsumen menjadi aset utama dalam ekonomi digital. Jika perusahaan mengabaikan hak konsumen, dampaknya tidak hanya bersifat hukum, tetapi juga menyangkut reputasi jangka panjang.

“Sekali kepercayaan hilang, sulit untuk memulihkannya,” kata Mufti.

BPKN Terus Pantau Perkembangan

Sebagai penutup, BPKN menyatakan akan terus memantau perkembangan isu ini. Lembaga tersebut juga siap berkoordinasi dengan kementerian dan regulator terkait.

Langkah ini bertujuan memastikan tidak ada praktik yang merugikan konsumen di tengah transformasi ekosistem perdagangan digital nasional.(*)

Berita Terkait

KPR Ditolak Bank? Ini Penyebab Utama dan Cara Memperbaiki Peluang Persetujuan
Bunga Bank Digital 2026 Tembus 9%, Ini Perbandingan Deposito, Pajak, dan Risiko LPS
KUR Mandiri 2026: Tabel Angsuran Rp10 Juta, Rp25 Juta, dan Rp50 Juta
KUR BNI 2026 Rp150 Juta: Cek Tabel Angsuran 12–60 Bulan dan Syarat Pengajuan Modal Usaha
Harga Emas Pegadaian 10 Oktober 2026: Antam Rp2,61 Juta, Cek Buyback
Pajak E-Commerce 0,5 Persen Buat Pelaku UMKM Khawatir?, Ini Aturan dan Batas Bebas Pajaknya
Deposito Rp100 Juta di BCA, BRI, BNI, atau Mandiri: Ini Simulasi Bunga dan Keuntungan Setahun
Premi Asuransi Dolar Prudential Tembus Rp3,8 Triliun, Naik 214% pada Semester I-2026
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:01 WIB

KPR Ditolak Bank? Ini Penyebab Utama dan Cara Memperbaiki Peluang Persetujuan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Bunga Bank Digital 2026 Tembus 9%, Ini Perbandingan Deposito, Pajak, dan Risiko LPS

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:01 WIB

KUR Mandiri 2026: Tabel Angsuran Rp10 Juta, Rp25 Juta, dan Rp50 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:31 WIB

KUR BNI 2026 Rp150 Juta: Cek Tabel Angsuran 12–60 Bulan dan Syarat Pengajuan Modal Usaha

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Harga Emas Pegadaian 10 Oktober 2026: Antam Rp2,61 Juta, Cek Buyback

Berita Terbaru

Health benefits of Cassia vera

Internasional

Found only in Indonesia—here are the health benefits of cinnamon

Senin, 12 Okt 2026 - 02:55 WIB

Kode Redeem Free Fire hari ini 12 Oktober 2026

Dunia Game

Update Lebih Awal, Segera Klaim Kode Redeem FF 12 Oktober 2026

Senin, 12 Okt 2026 - 00:01 WIB