TANJABBAR,JS- Menindaklanjuti arahan Presiden terkait darurat sampah, Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan sejumlah kepala perangkat daerah mengikuti pemaparan rencana pengelolaan sampah di Ruang Rapat Bupati. Hadir pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, kepala DLH, Dinas Sosial, Bapperida, DPMPTSP, PMD, BKAD, PUPR, DTPH, Perikanan, dan Kabag Perekonomian.
DLH memaparkan berbagai strategi untuk mengantisipasi masalah sampah, mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga pengangkutan ke TPA, agar seluruh proses berjalan lebih efektif dan ramah lingkungan.
Bupati Anwar Sadat menegaskan komitmen Pemkab untuk menuntaskan persoalan sampah. “TPA Lubuk Terentang memiliki luas 9,5 hektar. Saat ini 4,5 hektar sudah digunakan, sedangkan 5 hektar siap dikembangkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Sampah dari rumah tangga, pasar tradisional, perkantoran, dan fasilitas publik sudah kami tangani, namun hasilnya belum optimal. Dalam satu hingga dua minggu, kami akan mendorong sampah ke kolam dan menutupnya dengan tanah.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Pemkab untuk mencegah masalah lingkungan akibat sampah menumpuk, sekaligus memenuhi arahan Presiden.
Mesin Pemilah dan Pencacah Siap Beroperasi
Pemkab juga menyiapkan mesin pemilah dan pencacah sampah. Mesin ini akan mengolah plastik menjadi biji plastik dan sampah organik menjadi pupuk. Pembangunan listrik di TPA saat ini masih berlangsung agar mesin bisa segera beroperasi optimal.
Selain itu, Pemkab merencanakan penambahan armada pengangkut sampah dan peningkatan keterampilan petugas kebersihan. Semua upaya ini diharapkan mempercepat pengelolaan sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Masyarakat Dilibatkan dalam Penanganan Sampah
Bupati Anwar Sadat juga menghimbau masyarakat untuk memilah sampah sejak rumah, termasuk plastik, organik, dan sisa makanan. Ia menekankan pentingnya membuang sampah pada tempatnya, seperti tong sampah di pasar atau pusat kota, dan tidak membuangnya sembarangan ke sungai atau di bawah rumah.
“Keterlibatan masyarakat sangat penting agar upaya pemerintah berjalan efektif. Bersama-sama kita bisa menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat,” tegasnya.(*)









