BATANGHARI,JS- Menjelang bulan suci Ramadhan, warga Kabupaten Batang Hari kembali mengeluhkan sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram bersubsidi. Karena itu, mereka mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memperketat pengawasan distribusi.
Menurut warga, kelangkaan gas melon hampir selalu terjadi setiap menjelang puasa. Situasi ini dinilai berulang tanpa solusi yang jelas dari tahun ke tahun.
Wanda, salah seorang warga, mengatakan kondisi tersebut sangat menyulitkan masyarakat kecil. “Setiap mau puasa pasti susah cari gas. Kami berharap pemerintah dan Pertamina lebih tegas mengawasi pangkalan-pangkalan nakal,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Dugaan Pelanggaran Distribusi
Sementara itu, keresahan warga semakin meningkat setelah muncul dugaan pelanggaran distribusi di salah satu pangkalan di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Muara Tembesi. Informasi tersebut sempat viral di media sosial dan memicu perhatian publik.
Warga menduga kelangkaan tidak hanya terjadi karena lonjakan kebutuhan menjelang Ramadhan. Mereka menilai ada indikasi penyaluran yang tidak sesuai aturan oleh oknum pangkalan. Jika distribusi berjalan sesuai ketentuan, pasokan seharusnya tetap terkendali meski permintaan meningkat.
Pelaku Usaha Kecil Ikut Terdampak
Di sisi lain, kelangkaan LPG 3 kg juga berdampak langsung pada pelaku usaha mikro. Banyak pedagang makanan dan usaha rumahan bergantung pada gas subsidi untuk menjalankan usaha mereka.
Ketika pasokan tersendat, biaya produksi meningkat dan pendapatan ikut tertekan. Kondisi ini tentu memberatkan, terutama menjelang Ramadhan saat kebutuhan ekonomi rumah tangga cenderung naik.
Warga Minta Sidak dan Pengawasan Rutin
Oleh sebab itu, warga meminta Satpol PP, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta pihak Pertamina melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara rutin. Mereka juga meminta aparat menindak tegas pangkalan yang melanggar aturan distribusi.
Selain pengawasan lapangan, warga berharap pemerintah membuka informasi kuota dan jadwal distribusi secara transparan. Dengan demikian, masyarakat dapat memantau ketersediaan dan mencegah praktik penimbunan.
Menunggu Langkah Tegas Pemerintah
Hingga kini, warga Kabupaten Batang Hari masih menunggu langkah konkret dari pihak berwenang. Mereka berharap pemerintah segera memastikan distribusi LPG 3 kilogram berjalan lancar, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan kelangkaan menjelang Ramadhan.
Jika pengawasan diperketat sejak awal, masyarakat optimistis persoalan tahunan ini dapat diatasi sebelum memasuki bulan suci.









