BISNIS,JS- Emas Bisa Tembus Rp 3,15 Juta per Gram, Ini 4 Faktor yang Bikin Harga Fluktuatif!
Harga emas atau logam mulia diperkirakan akan bergerak fluktuatif pada pekan depan, dengan kisaran Rp 2,92 juta hingga Rp 3,15 juta per gram.
Pada penutupan perdagangan Sabtu (15/2/2026) pagi, harga emas dunia tercatat 5.042 dolar AS per troy ons. Sementara harga logam mulia di pasar domestik berada di level Rp 2,95 juta per gram. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuibi, memprediksi pergerakan harga emas bisa naik maupun turun, tergantung sentimen pasar.
Support dan Resisten Harga Emas
Ibrahim menjelaskan, jika harga emas turun, level support pertama ada di 4.947 dolar AS per troy ons atau setara Rp 2,92 juta per gram. Support kedua berada di 4.818 dolar AS per troy ons, setara Rp 2,86 juta per gram.
Sebaliknya, jika harga emas naik, resisten pertama berada di 5.134 dolar AS per troy ons atau sekitar Rp 3 juta per gram. Resisten kedua diprediksi menembus 5.245 dolar AS per troy ons, setara Rp 3,15 juta per gram.
Faktor Geopolitik Dorong Harga Emas
Salah satu faktor utama yang memengaruhi harga emas adalah kondisi geopolitik. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi sorotan. Pertemuan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump sempat mengalami kendala, sementara kapal induk USS Gerald R. Ford dikirim ke Timur Tengah.
Ibrahim menekankan, langkah ini menciptakan ketegangan di wilayah Timur Tengah dan biasanya mendorong investor mencari aset aman, sehingga harga emas naik.
Politik AS dan Dampaknya pada Pasar
Selain geopolitik, situasi politik di AS juga memengaruhi pergerakan emas. Laporan tenaga kerja menunjukkan kondisi cukup baik, namun ketidakpastian muncul setelah Trump menunjuk Kevin Warsh menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua Bank Sentral AS.
“Pasar masih menunggu kepastian kebijakan The Fed ke depan, sehingga muncul sedikit tekanan pada harga emas,” jelas Ibrahim.
Kebijakan Suku Bunga The Fed
Ibrahim menambahkan, data inflasi inti tahunan AS Januari 2026 tercatat 2,4 persen, sedikit lebih rendah dibanding konsensus ekonom 2,5 persen. Angka ini juga turun dibanding Desember 2025.
Kondisi tersebut membuka peluang The Fed menurunkan suku bunga. Biasanya, keputusan ini berdampak positif pada harga emas karena investor cenderung mencari aset yang lebih stabil.
Permintaan Emas Tinggi, China Jadi Pemain Utama
Faktor terakhir adalah supply dan demand. Bank sentral China terus membeli emas sebagai cadangan devisa, menggantikan dolar AS. Permintaan yang tinggi menunjukkan minat terhadap logam mulia meningkat.
Namun, Ibrahim mengingatkan, ada kemungkinan muncul spekulasi yang bisa memicu fluktuasi harga. “Investor harus memantau rumor dan tren pembelian agar tidak terkejut oleh lonjakan harga,” ujarnya.
Prediksi Harga Emas ke Depan
Berdasarkan analisis, Ibrahim memproyeksikan harga emas dunia bisa mencapai 6.000–6.500 dolar AS per troy ons pada akhir 2026. Lonjakan ini terjadi seiring permintaan global yang terus meningkat.
Dengan berbagai faktor ini, investor disarankan memantau perkembangan geopolitik, kebijakan moneter AS, dan tren pembelian emas global untuk mengambil keputusan tepat.(*)









