BUNGO,JS- Antrean panjang warga terlihat di salah satu kecamatan di Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo bersama Pertamina menggelar operasi pasar gas LPG 3 kilogram, Senin (16/02/2026). Langkah ini mereka ambil sebagai respons atas kelangkaan gas subsidi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Sejak pagi hari, warga yang didominasi kaum ibu rumah tangga sudah memadati lokasi operasi pasar. Mereka rela mengantre demi mendapatkan gas melon dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. Sebelumnya, kelangkaan membuat harga di tingkat pengecer melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga masyarakat kesulitan memperoleh gas dengan harga normal.
CEO PT Sinar Perkasa Rizky menegaskan bahwa pihaknya bersama pemerintah daerah dan Pertamina menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga sekaligus memastikan distribusi tepat sasaran.
“Kami menyiapkan sekitar 580 tabung. Kami menjualnya dengan harga Rp18 ribu per tabung,” ujarnya.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa koordinasi lintas pihak terus mereka perkuat agar pasokan kembali lancar. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi terbebani harga tinggi di tingkat pengecer.
Untuk membeli gas subsidi tersebut, warga wajib membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Petugas memeriksa identitas setiap pembeli agar penyaluran LPG 3 kilogram benar-benar menyasar warga yang berhak.
Sementara itu, sejumlah warga mengaku terbantu dengan adanya operasi pasar tersebut. Mereka berharap pemerintah dan agen terus menjaga distribusi agar kelangkaan tidak kembali terjadi.
Ke depan, pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjaga stabilitas pasokan LPG 3 kilogram di Kabupaten Bungo.(*)









