Pemkab Sarolangun Gelar Operasi Pasar, LPG 3 Kg Dijual Rp18 Ribu

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana operasi pasar yang digelar Pemkab Sarolangun.

Suasana operasi pasar yang digelar Pemkab Sarolangun.

SAROLANGUN,JS– Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, bergerak cepat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Oleh karena itu, pemerintah daerah menggelar operasi pasar elpiji subsidi 3 kilogram di sejumlah titik strategis.

Pemerintah menerima laporan tentang lonjakan harga elpiji di tingkat pengecer dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi itu membebani masyarakat. Apalagi, kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat saat bulan puasa.

Baca Juga :  Jelang Ramadhan, Sarolangun Perketat Pengawasan Penyakit Hewan

Salurkan 2.700 Tabung di Lima Lokasi

Sebagai bentuk intervensi langsung, Pemkab Sarolangun menyalurkan 2.700 tabung elpiji subsidi ukuran 3 kilogram pada Minggu ini. Selanjutnya, pemerintah mendistribusikan elpiji tersebut ke lima lokasi berbeda agar jangkauannya merata.

Setiap titik menerima sekitar 560 tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG). Dengan langkah ini, pemerintah memastikan pasokan tersebar secara proporsional dan tepat sasaran.

Bupati Sarolangun, Hurmin, turun langsung meninjau operasi pasar di Kecamatan Air Hitam. Ia memastikan panitia menjual elpiji sesuai ketentuan dan harga resmi.

“Kegiatan ini membantu masyarakat memperoleh elpiji subsidi dengan harga terjangkau, yakni Rp18 ribu per tabung,” ujar Hurmin.

Baca Juga :  Jelang Arus Mudik, Jalinsum Sarolangun–Merangin–Bungo Rusak

Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga di tingkat pengecer. Sebelumnya, sejumlah pengecer menjual elpiji hingga Rp30 ribu sampai Rp40 ribu per tabung. Lonjakan itu memicu keresahan warga.

Tekan Spekulasi dan Kendalikan Harga

Pemkab Sarolangun tidak hanya menambah pasokan. Pemerintah juga memutus rantai spekulasi harga yang kerap muncul menjelang hari besar keagamaan.

Selain itu, pemerintah memperketat pengawasan distribusi di tingkat agen dan pangkalan. Hurmin menegaskan komitmen itu saat meninjau lokasi.

“Agen dan pangkalan elpiji subsidi 3 kilogram akan terus kami awasi. Kami juga mengajak masyarakat ikut memantau,” tegasnya.

Ia meminta warga segera melapor jika menemukan agen atau pangkalan menjual elpiji di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau melakukan penimbunan.

Siapkan Sanksi Tegas

Pemkab Sarolangun akan menjatuhkan sanksi tegas kepada pelanggar. Pemerintah dapat memberikan peringatan keras hingga mencabut izin usaha. Dengan langkah itu, pemerintah menunjukkan keseriusan dalam melindungi masyarakat.

Wakil Bupati Sarolangun, Gerry Trisatwika, juga memantau operasi pasar di Kecamatan Sarolangun. Ia menyebut kebijakan ini sebagai respons atas lonjakan harga dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga :  Pertamina Gerak Cepat! Stok LPG 3 Kg di Jambi Kembali Normal

“Kami masih menemukan harga di tingkat pengecer mencapai Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per tabung. Hari ini kami tanggulangi melalui operasi pasar,” ungkapnya.

Karena itu, pemerintah meminta pangkalan tidak memainkan harga, terutama saat permintaan meningkat menjelang Ramadan.

Komitmen Jaga Ketersediaan

Ke depan, Pemkab Sarolangun akan terus menjaga ketersediaan elpiji subsidi. Pemerintah akan mengevaluasi distribusi secara rutin dan memperkuat koordinasi dengan pihak terkait.

Melalui langkah tersebut, Pemkab Sarolangun ingin memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga elpiji subsidi.(*)

Berita Terkait

Peringatan Hari Pancasila, Pemkot Sungai Penuh Berikan Bantuan Alsintan hingga Program Kopi 400 Hektare ke Petani
Sewa Aset Pemkot Tunggak Dua Tahun, Bank Jambi Sungai Penuh Baru Melunasi Setelah Jadi Temuan BPK
DPRD Sungai Penuh Setujui Perubahan APBD 2026, Alfin Minta OPD Percepat Program
Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat Setelah Dicari hingga 46 Mil
Ternyata! Bimtek BPD SE Kota Sungai Penuh di Jambi Telan Rp1,46 Miliar, SPPD hingga Biaya Hotel Jadi Dipertanyakan
Wako Alfin Sidak BPBD Sungai Penuh, Pastikan Tim Siaga Hadapi Ancaman Bencana
Karhutla Jambi Meningkat, 14 Sumur Bor Diusulkan untuk Kawasan Gambut
Kontrak PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Segera Berakhir, Ini Syarat dan Ketentuan pengajuan Perpanjangan Kontrak
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Peringatan Hari Pancasila, Pemkot Sungai Penuh Berikan Bantuan Alsintan hingga Program Kopi 400 Hektare ke Petani

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Sewa Aset Pemkot Tunggak Dua Tahun, Bank Jambi Sungai Penuh Baru Melunasi Setelah Jadi Temuan BPK

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:10 WIB

DPRD Sungai Penuh Setujui Perubahan APBD 2026, Alfin Minta OPD Percepat Program

Rabu, 30 September 2026 - 19:15 WIB

Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat Setelah Dicari hingga 46 Mil

Rabu, 30 September 2026 - 16:30 WIB

Ternyata! Bimtek BPD SE Kota Sungai Penuh di Jambi Telan Rp1,46 Miliar, SPPD hingga Biaya Hotel Jadi Dipertanyakan

Berita Terbaru