KERINCI,JS– Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Kreatif Nekno dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar pelatihan pembuatan kue kering gluten free dan rendah kalori di Kabupaten Kerinci, Jumat (13/2/2026). Program ini menyasar ibu-ibu dari berbagai kecamatan sebagai bagian dari penguatan ekonomi keluarga.
Sebanyak 95 peserta mengikuti pelatihan tersebut dengan antusias. Mereka tidak hanya belajar teknik produksi, tetapi juga menggali peluang usaha berbasis pangan sehat yang kini semakin diminati pasar.
Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan
Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno, menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan mendorong perempuan agar lebih mandiri secara ekonomi. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi rumah tangga sekaligus sektor usaha mikro.
Ia menjelaskan, tim pelatih mengajarkan cara membuat kue kering gluten free dan rendah kalori dengan standar kualitas yang sesuai tren pasar. Selain itu, peserta juga mempelajari strategi dasar pengemasan dan pemasaran produk.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membuka peluang usaha rumahan yang berkelanjutan. Produk pangan sehat memiliki prospek cerah, sehingga peserta dapat langsung memanfaatkannya sebagai sumber penghasilan,” ujar Sandiaga, Senin (16/2/2026).
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun jejaring UMKM. Dengan jaringan yang kuat, pelaku usaha dapat memperluas distribusi dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Jawab Tantangan Kesehatan dan Ketahanan Pangan
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci, Zainal Efendi, menyatakan bahwa kegiatan ini menjawab tantangan kesehatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Ia menilai masyarakat kini semakin sadar terhadap pola makan sehat.
Menurut Zainal, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan. Aspek kualitas, keamanan, nilai gizi, dan keberlanjutan produksi juga memegang peranan penting. Karena itu, produk gluten free dan rendah kalori memiliki peluang pasar yang terus tumbuh.
Olah Komoditas Lokal Bernilai Tambah
Di sisi lain, Zainal menyoroti potensi komoditas lokal seperti jagung dan umbi-umbian. Pelaku usaha dapat mengolah bahan tersebut menjadi produk kreatif bernilai tambah tinggi. Langkah ini sekaligus memperkuat identitas pangan lokal Kerinci.
Ia berharap pelatihan ini melahirkan wirausaha baru di sektor pangan sehat. Selain itu, ia mendorong kolaborasi antarpelaku usaha dan pemangku kepentingan agar produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Kerinci pun terus berkomitmen memperkuat sektor pangan dan ekonomi kreatif. Melalui dukungan berkelanjutan, pemerintah daerah ingin meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperluas peran perempuan di ruang publik dan dunia usaha.(*)









