JAWA TENGAH, JS – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan inovasi pompa air tenaga surya berbasis Internet of Things (IoT) di Desa Kepyar, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri.
Sistem ini memungkinkan petani memantau operasi pompa, konsumsi energi, dan debit air secara real-time melalui perangkat digital.
“Pompa air tenaga surya cerdas ini lebih unggul dari proyek sebelumnya karena teknologi IoT memudahkan pengelolaan irigasi secara efisien,” ujar Chico Hermanu Brillianto Apribowo, dosen pendamping tim mahasiswa.
Sebelumnya, tim UNS mengembangkan pompa darat berkapasitas 1.500 Watt dengan panel surya 2.000 Watt. Sistem terbaru kini menggunakan PLTS 6,6 kW yang menggerakkan pompa submersible 5,1 kW untuk memenuhi kebutuhan air lebih besar.
Tim mahasiswa UNS juga menyelenggarakan pelatihan bagi petani untuk mengoperasikan sistem, mengatur jadwal irigasi, dan merawat perangkat energi surya agar pengelolaan air lebih optimal.
Selain itu, mereka melibatkan Karang Taruna Desa Kepyar dalam pelatihan digitalisasi organisasi kepemudaan.
Dengan hadirnya pompa air cerdas tenaga surya berbasis IoT, Desa Kepyar menjadi contoh penerapan teknologi ramah lingkungan untuk ketahanan pangan dan energi.
Program bertajuk “Optimalisasi Teknologi Pompa Air Cerdas Tenaga Surya Portabel Berbasis IoT untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Energi Ramah Lingkungan” mendapat pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.(AN)









