LINK Tambah Jaringan, Namun Rugi Bersih Justru Melebar di 2025

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PT Link Net Tbk. (Sumber/Google)

PT Link Net Tbk. (Sumber/Google)

BISNIS,JS- PT Link Net Tbk (LINK) kembali mencatatkan tekanan kinerja keuangan sepanjang 2025. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp1,44 triliun, atau meningkat 22,24 persen dibandingkan capaian 2024 yang sebesar Rp1,18 triliun.

Rugi Bersih Membesar di Tengah Kenaikan Pendapatan

Di satu sisi, LINK berhasil meningkatkan pendapatan. Sepanjang 2025, pendapatan perseroan mencapai Rp3,08 triliun, tumbuh 22,25 persen dibandingkan Rp2,52 triliun pada tahun sebelumnya. Kinerja tersebut mencerminkan pertumbuhan bisnis inti yang masih terjaga.

Baca Juga :  Rupiah Terseret ke Rp16.862, Ini Kurs Dolar di Bank Besar

Pendapatan terbesar datang dari segmen korporasi, khususnya bisnis sewa jaringan yang menyumbang Rp1,13 triliun. Selanjutnya, layanan TV kabel menghasilkan Rp959 miliar, disusul internet broadband sebesar Rp795 miliar. Sementara itu, pendapatan dari segmen lainnya tercatat Rp192,9 miliar.

Beban Tinggi Menekan Kinerja

Meski pendapatan tumbuh, lonjakan beban masih membebani kinerja keuangan. LINK membukukan beban penyusutan sebesar Rp1,67 triliun sepanjang 2025. Selain itu, perseroan mencatatkan beban jaringan dan beban langsung lainnya senilai Rp1,53 triliun.

Di samping itu, beban keuangan mencapai Rp514 miliar. Kombinasi beban tersebut membuat laba operasional belum mampu berbalik positif, meskipun perseroan berhasil meningkatkan skala usaha.

Baca Juga :  Kredit Macet Masih Mengintai, Ini Strategi BTN Menghadapinya?

Ekspansi Jaringan Terus Berlanjut

Dari sisi operasional, LINK tetap agresif memperluas jaringan. Sepanjang 2025, perseroan menambah sekitar 545.000 home pass. Dengan tambahan tersebut, total home pass hingga akhir 2025 mencapai 4,61 juta, meningkat dari sekitar 4,07 juta pada akhir 2024.

Kondisi Aset, Liabilitas, dan Ekuitas

Sementara itu, total aset LINK per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp13,23 triliun.

Sebaliknya, liabilitas justru meningkat. Hingga akhir 2025, jumlah liabilitas LINK mencapai Rp9,68 triliun, naik dari Rp8,9 triliun pada 2024. Seiring dengan kenaikan liabilitas dan akumulasi rugi, ekuitas perseroan menyusut menjadi Rp3,54 triliun, turun dari Rp5 triliun pada tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Harga Emas Turun Drastis: Ini Alasan di Balik Aksi Ambil Untung

Dengan kondisi tersebut, LINK masih menghadapi tantangan besar untuk menekan beban dan memperbaiki profitabilitas, meski ekspansi jaringan dan pertumbuhan pendapatan terus berjalan.

Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)

Berita Terkait

Masih Punya Cicilan? Ini Syarat Mengajukan KUR Lagi agar Peluang Disetujui Lebih Besar
KPR Ditolak Bank? Ini Penyebab Utama dan Cara Memperbaiki Peluang Persetujuan
Bunga Bank Digital 2026 Tembus 9%, Ini Perbandingan Deposito, Pajak, dan Risiko LPS
KUR Mandiri 2026: Tabel Angsuran Rp10 Juta, Rp25 Juta, dan Rp50 Juta
KUR BNI 2026 Rp150 Juta: Cek Tabel Angsuran 12–60 Bulan dan Syarat Pengajuan Modal Usaha
Harga Emas Pegadaian 10 Oktober 2026: Antam Rp2,61 Juta, Cek Buyback
Pajak E-Commerce 0,5 Persen Buat Pelaku UMKM Khawatir?, Ini Aturan dan Batas Bebas Pajaknya
Deposito Rp100 Juta di BCA, BRI, BNI, atau Mandiri: Ini Simulasi Bunga dan Keuntungan Setahun
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Masih Punya Cicilan? Ini Syarat Mengajukan KUR Lagi agar Peluang Disetujui Lebih Besar

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:01 WIB

KPR Ditolak Bank? Ini Penyebab Utama dan Cara Memperbaiki Peluang Persetujuan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Bunga Bank Digital 2026 Tembus 9%, Ini Perbandingan Deposito, Pajak, dan Risiko LPS

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:01 WIB

KUR Mandiri 2026: Tabel Angsuran Rp10 Juta, Rp25 Juta, dan Rp50 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:31 WIB

KUR BNI 2026 Rp150 Juta: Cek Tabel Angsuran 12–60 Bulan dan Syarat Pengajuan Modal Usaha

Berita Terbaru

Health benefits of Cassia vera

Internasional

Found only in Indonesia—here are the health benefits of cinnamon

Senin, 12 Okt 2026 - 02:55 WIB

Kode Redeem Free Fire hari ini 12 Oktober 2026

Dunia Game

Update Lebih Awal, Segera Klaim Kode Redeem FF 12 Oktober 2026

Senin, 12 Okt 2026 - 00:01 WIB