JAKARTA — Ariel Noah kembali menyita perhatian publik. Lantaran dijuluki dengan Duda Senio di lingkar pertemanannya, sebuah sebutan yang lahir dari obrolan santai namun mengundang tawa.
Julukan itu muncul dari komunitas motor selebritas The Dudas Minus 1. Di dalamnya, Ariel bergabung bersama Gading Marten, Desta, dan Raffi Ahmad.
Namun, dari keempatnya, hanya Raffi Ahmad yang tidak menyandang status duda. Karena itu, Ariel pun dianggap paling “senior” secara pengalaman.
Candaan di YouTube Berujung Curhat
Canda tersebut mengemuka saat Ariel hadir di kanal YouTube Taulany TV. Dalam perbincangan bersama Andre Taulany, Gading melontarkan guyonan soal “timeline” status duda Ariel.
Ariel menanggapinya santai. Ia mengiyakan julukan itu sambil tertawa, sembari mengingat masa perceraiannya yang terjadi pada 2008 bersama Sarah Amalia.
Hampir Dua Dekade Menduda
Selanjutnya, Andre mengarahkan obrolan ke topik yang lebih personal. Ia penasaran dengan alasan Ariel betah hidup sendiri hampir 20 tahun. Pertanyaan itu pun membuka ruang refleksi bagi sang musisi.
Ariel menjelaskan bahwa kebiasaan me time memegang peran besar dalam hidupnya. Ia membutuhkan waktu sendiri untuk menenangkan pikiran dan menjaga keseimbangan batin.
Me Time Jadi Kunci Kreativitas
Sebagai seniman, Ariel mengaku sering menyendiri demi menggali ide. Ia menggunakan waktu itu untuk merenung, mencari melodi, hingga menulis lirik. Seiring waktu, aktivitas tersebut berkembang ke hal-hal lain seperti mengerjakan kayu dan bertukang.
Menurutnya, kebutuhan akan me time kerap menimbulkan salah paham saat ia memiliki pasangan. Padahal, kebiasaan itu justru menopang proses kreatifnya sebagai musisi NOAH.
Pernah Mencoba, Belum Berlabuh
Meski lama menyandang status duda, Ariel tidak menutup diri. Ia sempat menjalin beberapa hubungan setelah bercerai. Namun, hingga kini ia belum menemukan sosok yang benar-benar membuatnya siap membangun rumah tangga.
Teman Seperjalanan Ikut Memahami
Gading Marten menilai kenyamanan Ariel hidup sendiri berdampak langsung pada kebebasan berkaryanya. Dengan waktu yang tidak terbagi, Ariel bisa mengeksplorasi ide tanpa batas. Pandangan itu pun diamini Ariel.
“Waktunya memang nggak terlalu terbagi,” ujarnya singkat.
Untuk saat ini, Ariel memilih menikmati fase hidupnya. Ia tetap terbuka pada kemungkinan masa depan, namun tetap menempatkan kenyamanan diri dan kreativitas sebagai prioritas utama.(*)









