Harga BBM ASEAN Meledak! Global Oil Price Tembus $100, Indonesia Masih Termurah

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi daftar harga BBM terbaru di Asia Tenggara. (Sumber/Google)

Ilustrasi daftar harga BBM terbaru di Asia Tenggara. (Sumber/Google)

INTERNASIONAL,JS- Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) mulai menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, harga minyak mentah dunia kini menembus angka psikologis di atas 100 dolar AS per barel.

Kondisi ini berdampak langsung pada stabilitas energi global, termasuk di negara-negara ASEAN. Selain itu, gangguan distribusi melalui jalur strategis seperti Selat Hormuz semakin memperketat pasokan minyak dunia.

Akibatnya, setiap negara di ASEAN merespons secara berbeda—mulai dari mempertahankan subsidi, menaikkan pajak, hingga melakukan penyesuaian harga secara langsung mengikuti pasar global.

Indonesia Masih Stabil, Jadi Salah Satu BBM Termurah di ASEAN

Di tengah tekanan global, Indonesia masih mempertahankan stabilitas harga BBM. Hingga akhir Maret 2026, harga belum mengalami perubahan signifikan.

  • Pertalite (RON90): Rp10.000/liter
  • RON92: Rp12.300 – Rp12.390/liter
  • RON95: Rp12.900 – Rp14.060/liter
  • RON98: Rp13.100 – Rp15.000/liter

Dengan skema subsidi yang masih berjalan, Indonesia menjadi salah satu negara dengan harga BBM paling kompetitif di kawasan ASEAN.

Baca Juga :  Prabowo Diam-Diam Rapat Virtual, Kebijakan Energi Baru Siap Mengubah Harga BBM?

Malaysia Pertahankan Subsidi, Tapi Mulai Dibatasi

Malaysia tetap menjaga harga BBM bersubsidi agar tetap rendah. Namun, pemerintah mulai melakukan pembatasan kuota sebagai langkah efisiensi fiskal.

  • RON95 subsidi: Rp8.397/liter
  • RON97: Rp21.733/liter
  • Diesel: hingga Rp23.285/liter

Mulai April 2026, kuota BBM subsidi dikurangi dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan. Kebijakan ini menandai langkah awal reformasi subsidi energi.

Singapura Jadi Negara dengan BBM Termahal di ASEAN

Berbeda dengan negara lain, Singapura tidak memberikan subsidi BBM. Tingginya pajak dan kebijakan pembatasan kendaraan membuat harga BBM di negara ini menjadi yang tertinggi.

  • RON92: Rp44.401/liter
  • RON95: Rp44.664 – Rp44.927/liter
  • RON98: Rp51.462/liter
  • Diesel: hingga Rp54.240/liter

Strategi ini bertujuan menekan penggunaan kendaraan pribadi sekaligus mendukung transportasi publik.

Thailand dan Filipina Mulai Naikkan Harga

Thailand:

  • RON95: Rp21.115/liter
  • RON91: Rp20.924/liter
  • Diesel: Rp20.029/liter

Filipina:

  • RON97: Rp24.513 – Rp31.421/liter
  • RON95: Rp23.230 – Rp30.688/liter

Kenaikan ini mencerminkan ketergantungan yang tinggi terhadap impor energi.

Vietnam Turunkan Harga Lewat Penghapusan Pajak

Berbeda dengan tren kenaikan, Vietnam justru menurunkan harga BBM secara agresif.

  • RON95: Rp15.639/liter (turun ~26%)
  • Diesel: Rp22.779/liter

Langkah ini diambil dengan menghapus pajak lingkungan sementara hingga pertengahan April 2026. Strategi ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi.

Baca Juga :  Minyak Dunia Tembus US$100, Ini Update Terbaru Harga BBM di Indonesia

Brunei Tetap Jadi Raja BBM Termurah

Brunei Darussalam mempertahankan posisi sebagai negara dengan BBM termurah di ASEAN berkat subsidi besar dari pemerintah.

  • RON92: Rp4.726/liter
  • RON97: Rp6.958/liter
  • Diesel: Rp4.070/liter

Harga ini jauh di bawah rata-rata regional, menjadikan Brunei sebagai outlier dalam kebijakan energi.

Myanmar Alami Krisis BBM, Harga Melonjak Tajam

Situasi paling ekstrem terjadi di Myanmar. Kelangkaan pasokan menyebabkan harga melonjak drastis.

  • RON95: Rp40.102/liter
  • RON92: Rp35.870/liter
  • Diesel: hingga Rp49.050/liter

Selain itu, pemerintah memberlakukan pembatasan pembelian BBM per minggu akibat krisis distribusi yang semakin parah.

Kamboja dan Laos Stabil dengan Intervensi Pemerintah

Kamboja:

  • RON92: Rp21.085/liter
  • Diesel: Rp30.362/liter

Laos:

  • RON95: Rp30.254/liter
  • Diesel: Rp32.121/liter

Kebijakan ini menunjukkan upaya menjaga keseimbangan antara harga pasar dan daya beli masyarakat.

Kesenjangan Harga BBM ASEAN Semakin Lebar

Perbedaan harga BBM di ASEAN semakin mencolok. Negara dengan subsidi besar seperti Indonesia, Malaysia, dan Brunei mampu menjaga harga tetap rendah. Sementara itu, negara tanpa subsidi seperti Singapura menghadapi harga yang jauh lebih tinggi.

Di sisi lain, krisis global dan ketegangan geopolitik menjadi faktor utama yang akan terus memengaruhi harga energi ke depan.

Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin kebijakan energi di ASEAN akan mengalami perubahan besar dalam waktu dekat.(*)

Berita Terkait

Asuransi Lansia 2026: 4 Pilihan Proteksi Kesehatan untuk Orang Tua, Cek Usia Masuk dan Risikonya Sebelum Beli
Indonesia Bidik Posisi Pusat Likuiditas Aset Digital Asia Tenggara, 3 Kunci Ini Jadi Penentu
BCA Buka Tabungan Emas di myBCA, Investasi Emas Kini Bisa Dibeli dan Dijual Secara Digital
Jangan Tunggu Usaha Bangkrut! Ini Asuransi UMKM yang Bisa Lindungi Modal dan Aset Bisnis
BCA Cetak Laba Rp35,25 Triliun hingga Juli 2026, Kredit Tembus Rp1.000 Triliun: Sinyal Menarik bagi Investor?
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Sabtu 15 Agustus 2026 Turun, Cek Harga 24 Karat hingga 21 Karat
Kurs Ringgit Malaysia Hari Ini ke Rupiah: 1 Ringgit Tembus Rp4.372, Simak Nilai Tukar dan Konversinya
Asuransi Digital di Indonesia: Cara Kerja, Jenis, Keuntungan, Risiko, dan Tips Memilih Polis Online
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Asuransi Lansia 2026: 4 Pilihan Proteksi Kesehatan untuk Orang Tua, Cek Usia Masuk dan Risikonya Sebelum Beli

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Indonesia Bidik Posisi Pusat Likuiditas Aset Digital Asia Tenggara, 3 Kunci Ini Jadi Penentu

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:01 WIB

BCA Buka Tabungan Emas di myBCA, Investasi Emas Kini Bisa Dibeli dan Dijual Secara Digital

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Jangan Tunggu Usaha Bangkrut! Ini Asuransi UMKM yang Bisa Lindungi Modal dan Aset Bisnis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:01 WIB

BCA Cetak Laba Rp35,25 Triliun hingga Juli 2026, Kredit Tembus Rp1.000 Triliun: Sinyal Menarik bagi Investor?

Berita Terbaru