Ekspansi Alfamart Terancam? Ini Dampak Wacana Larangan Minimarket ke Desa

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana peritel modern, ditengah wacana larangan masuk ke desa.(Sumber/Google)

Suasana peritel modern, ditengah wacana larangan masuk ke desa.(Sumber/Google)

BISNIS,JS- Wacana pemerintah untuk membatasi ekspansi peritel modern ke wilayah pedesaan mulai menjadi perhatian investor. Kebijakan ini dinilai akan memengaruhi strategi pertumbuhan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), terutama untuk pembukaan gerai baru di daerah terpencil.

Pembatasan Ekspansi Berpotensi Ubah Strategi

Fundamental Analyst BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai, rencana pembatasan tersebut mendorong AMRT untuk bersikap lebih selektif saat melakukan ekspansi di desa. Meski begitu, ia menegaskan kebijakan ini tidak akan mengganggu operasional gerai yang sudah berjalan.

Baca Juga :  Koperasi Ambil Alih Desa, Ekspansi Alfamart dan Indomaret Terancam

Menurut Abida, jaringan AMRT yang telah mengakar kuat di kawasan urban dan semi-urban membuat dampak kebijakan ini terhadap kinerja perseroan secara keseluruhan relatif terbatas.

Jaringan Kuat Jadi Penyangga Kinerja

Lebih lanjut, Abida menjelaskan bahwa fokus AMRT saat ini tetap berada pada optimalisasi gerai eksisting. Dengan basis konsumen yang besar di kota dan wilayah penyangga, perusahaan masih memiliki ruang untuk menjaga pertumbuhan penjualan meski ekspansi ke desa berpotensi melambat.

Ia menyampaikan pandangan tersebut kepada Kontan, Rabu (25/2/2026).

Momentum Ramadan dan Lebaran Angkat Konsumsi

Di sisi lain, Abida melihat katalis positif datang dari faktor musiman. Menurutnya, Ramadan dan Lebaran hampir selalu mendorong lonjakan konsumsi masyarakat. Selain itu, sinyal perbaikan daya beli ikut memperkuat prospek penjualan ritel tahun ini.

“Kombinasi pertumbuhan penjualan same store sales dan ekspansi gerai yang terukur akan menopang kinerja AMRT sepanjang tahun,” ujarnya.

Rekomendasi Beli Tetap Dipertahankan

Dengan prospek yang masih konstruktif, BRI Danareksa Sekuritas tetap merekomendasikan beli saham AMRT. Analis mematok target harga Rp 2.000 per saham untuk jangka menengah, dengan mempertimbangkan stabilitas fundamental dan potensi pemulihan konsumsi.

Saham Masih Tertekan di Pasar

Meski rekomendasi analis tetap positif, pergerakan saham AMRT belum mencerminkan optimisme tersebut. Pada penutupan perdagangan Rabu (25/2/2026), saham AMRT berada di level Rp 1.735 per saham atau melemah 2,80% dibandingkan hari sebelumnya. Dalam setahun terakhir, harga saham AMRT tercatat turun 28,01%.

Baca Juga :  67 Koperasi Merah Putih Siap Bangkitkan Ekonomi Tebo

Pemerintah Tegaskan Sikap soal Minimarket

Sebelumnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan perlunya pembatasan penyebaran bisnis minimarket. Ia menyebut, setelah program Kopdes Merah Putih berjalan optimal, pemerintah harus menghentikan ekspansi minimarket ke desa-desa.

Menurut Yandri, jumlah minimarket saat ini sudah terlalu banyak dan berpotensi menggerus peran koperasi desa. Ia juga menilai, pemilik jaringan minimarket telah menikmati keuntungan besar dari ekspansi yang berlangsung tanpa pembatasan selama ini.

Ke depan, pelaku pasar akan terus mencermati arah kebijakan pemerintah tersebut, terutama dampaknya terhadap strategi pertumbuhan peritel modern seperti AMRT.(*)

Berita Terkait

Tabel Angsuran KUR BSI Rp50 Juta Tahun 2026, Cicilan Mulai Rp966 Ribu per Bulan
Harga Emas Antam Turun Rp10.000 pada 20 Oktober 2026, Cek Selisih Harga Jual dan Buyback
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rabu 21 Oktober 2026: Cek Daftar Harga 24 Karat hingga 12 Karat
Pajak Dropshipper dan Reseller 2026: Ini Aturan dan Cara Menghitungnya
BCA Lanjutkan Buyback Saham Oktober 2026, Harga BBCA Turun ke Rp4.820
Rupiah Menguat ke Rp18.029 per Dolar AS, Simak Prediksi Kurs Hari Ini
Tabel Angsuran KUR BNI Rp50 Juta 2026: Cicilan 3 Tahun Rp1,52 Juta per Bulan
IPO BUMN 2027: 10 Saham Pelat Merah dengan Nilai Penawaran Terbesar, MTEL Tembus Rp18,34 Triliun
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Tabel Angsuran KUR BSI Rp50 Juta Tahun 2026, Cicilan Mulai Rp966 Ribu per Bulan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp10.000 pada 20 Oktober 2026, Cek Selisih Harga Jual dan Buyback

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rabu 21 Oktober 2026: Cek Daftar Harga 24 Karat hingga 12 Karat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Pajak Dropshipper dan Reseller 2026: Ini Aturan dan Cara Menghitungnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:31 WIB

BCA Lanjutkan Buyback Saham Oktober 2026, Harga BBCA Turun ke Rp4.820

Berita Terbaru

Seleksi CPNS 2027

Nasional

CPNS 2027 Kapan Dibuka? Ini Jawaban Menteri PANRB

Rabu, 21 Okt 2026 - 19:31 WIB