Koperasi Ambil Alih Desa, Ekspansi Alfamart dan Indomaret Terancam

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Rem Gerai Ritel di Desa..

Pemerintah Rem Gerai Ritel di Desa..

JAKARTA,JS- Pemerintah mulai memberi sinyal keras kepada pelaku ritel modern agar menghentikan ekspansi gerai di wilayah pedesaan. Melalui Kementerian Koperasi dan UKM, pemerintah meminta jaringan ritel besar seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk tidak lagi membuka toko baru di desa.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat koperasi desa sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat lokal.

Baca Juga :  Target 80 Ribu KDMP Tercapai, Bagaimana Nasib Mini Market

Koperasi Diposisikan Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menilai desa membutuhkan model ekonomi yang menjaga perputaran uang tetap berada di tingkat lokal. Karena itu, pemerintah mendorong koperasi desa mengambil alih fungsi ritel kebutuhan sehari-hari.

Dalam pernyataannya di kanal YouTube IDN Times, Ferry secara terbuka meminta pemilik ritel modern menghentikan ekspansi ke desa dan memberi ruang bagi koperasi desa untuk berkembang.

Menurut Ferry, ritel modern cenderung menarik keuntungan ke pemegang saham di kota besar. Sebaliknya, koperasi desa membuat hasil usaha kembali ke masyarakat setempat dan memperkuat daya beli warga desa.

Ritel Besar Tetap Berperan, Namun Tidak Dominan

Meski begitu, pemerintah tidak menutup akses ritel modern sepenuhnya. Pemerintah masih membuka peluang bagi peritel besar untuk memasok produk yang belum mampu diproduksi koperasi desa.

Namun, pada saat yang sama, pemerintah mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di desa untuk memproduksi kebutuhan rumah tangga. Produk seperti sabun, sampo, deterjen, kecap, saus, hingga sambal menjadi prioritas pengembangan.

Baca Juga :  OJK Dorong BPD Lewat KUB Perkuat UMKM dan Ekonomi Daerah

Untuk mempercepat proses tersebut, pemerintah menyiapkan dukungan ekosistem secara menyeluruh. Dukungan itu mencakup kurasi produk, pendampingan bisnis, hingga akses pembiayaan. Pemerintah juga mendorong generasi muda desa terlibat langsung dalam pengelolaan koperasi produktif.

Pemerintah Kebut Pembangunan 80 Ribu Kopdes Merah Putih

Sejalan dengan kebijakan pembatasan ritel modern, pemerintah mempercepat pembangunan Koperasi Desa Merah Putih secara masif. Ferry menyebut lebih dari 60 ribu unit koperasi akan dibangun dengan desain tunggal untuk mempercepat konstruksi.

Sementara itu, sekitar 20 ribu koperasi lainnya akan menyesuaikan dengan kondisi geografis dan karakter desa masing-masing. Pemerintah memilih desain tunggal agar pembangunan fisik dapat selesai dalam waktu singkat.

Pemerintah menargetkan setiap unit koperasi rampung dalam tiga bulan dan mulai beroperasi pada Maret hingga April 2026.

Standar Lahan dan Tahapan Konstruksi

Pemerintah menetapkan standar lahan minimal seluas 1.000 meter persegi di lokasi strategis desa. Setelah memastikan kesiapan lahan, pemerintah akan menyesuaikan desain bangunan dengan karakter wilayah setempat.

Tahun ini, pemerintah memulai pembangunan 25.000 unit koperasi. Pada tahap berikutnya, jumlah tersebut akan meningkat hingga 60.000 unit. Pemerintah juga telah memetakan desa yang tidak memungkinkan menggunakan desain seragam, termasuk melalui kajian PT Agrinas Pangan Nusantara.

Baca Juga :  Pemerintah Kunci 58% Dana Desa 2026 untuk KDMP

Pasar Saham Langsung Bereaksi

Pernyataan pemerintah soal pembatasan ritel modern di desa langsung memicu respons pasar modal. Harga saham emiten ritel terkait mengalami tekanan pada perdagangan terakhir.

Saham AMRT ditutup melemah 4,21 persen ke level 1.820 dan telah turun 7,85 persen sejak awal tahun. Sementara itu, saham DNET terkoreksi 1,66 persen ke posisi 8.875. Secara year to date, saham DNET turun 2,20 persen dan melemah sekitar 4,6 persen dalam enam bulan terakhir.

Jaringan Gerai Tetap Masif

Dari sisi operasional, hingga Januari 2026 Alfamart mengoperasikan lebih dari 21.120 gerai yang tersebar melalui 34 kantor cabang di seluruh Indonesia. Sementara itu, Indomaret tercatat memiliki lebih dari 23.100 gerai per awal 2025.

Arah Baru Ritel Desa

Kebijakan ini menandai perubahan besar dalam arah pembangunan ekonomi desa. Pemerintah ingin koperasi menjadi pemain utama dalam distribusi ritel di tingkat lokal. Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati dampak jangka menengah kebijakan ini terhadap ekspansi ritel modern dan kinerja emiten terkait di bursa.(*)

Berita Terkait

Cara Mengurus Akta Kelahiran Online 2026, Cek Syarat Dokumen dan Langkah Pengajuannya
Pajak Dropshipper dan Reseller 2026: Ini Aturan dan Cara Menghitungnya
BCA Lanjutkan Buyback Saham Oktober 2026, Harga BBCA Turun ke Rp4.820
Rupiah Menguat ke Rp18.029 per Dolar AS, Simak Prediksi Kurs Hari Ini
Bansos Beras 30 Kg Oktober–Desember 2026: Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Ambil
Tabel Angsuran KUR BNI Rp50 Juta 2026: Cicilan 3 Tahun Rp1,52 Juta per Bulan
PPPK Paruh Waktu Menanti Kepastian Status, BKN Siapkan Aturan Baru dan Skema Gaji 2027
Kabar Baik Guru Honorer! TPG Oktober 2026 Mulai Masuk Rekening
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Cara Mengurus Akta Kelahiran Online 2026, Cek Syarat Dokumen dan Langkah Pengajuannya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:31 WIB

BCA Lanjutkan Buyback Saham Oktober 2026, Harga BBCA Turun ke Rp4.820

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.029 per Dolar AS, Simak Prediksi Kurs Hari Ini

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Bansos Beras 30 Kg Oktober–Desember 2026: Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Ambil

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Tabel Angsuran KUR BNI Rp50 Juta 2026: Cicilan 3 Tahun Rp1,52 Juta per Bulan

Berita Terbaru