Harga Bitcoin dan Ethereum Kompak Turun, Kapitalisasi Pasar Kripto Susut ke US$2,73 Triliun

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BISNIS,JS- Pasar aset kripto mengawali perdagangan Selasa pagi, 20 Oktober 2026, dengan tekanan jual yang mendominasi sejumlah koin berkapitalisasi besar. Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sama-sama melemah, sementara XRP, Solana, Dogecoin, dan beberapa aset digital lainnya juga mencatatkan penurunan harga.

Data CoinMarketCap pada pukul 08.23 WIB menunjukkan bahwa pelemahan harga sejumlah aset kripto turut menekan kapitalisasi pasar kripto global. Nilai pasar seluruh aset kripto turun 0,61% menjadi sekitar US$2,73 triliun atau setara Rp49.256 triliun, dengan asumsi kurs dolar Amerika Serikat sebesar Rp18.040.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar masih menghadapi pergerakan harga yang fluktuatif. Meski sebagian besar aset utama bergerak melemah, beberapa koin tetap mencatatkan penguatan dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Harga Bitcoin Turun ke US$81.369

Bitcoin, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, mencatatkan penurunan harga sebesar 1,23% dalam 24 jam terakhir. Pelemahan tersebut juga memengaruhi kinerja BTC dalam sepekan terakhir, meskipun penurunannya lebih terbatas, yakni 0,69%.

Pada Selasa pagi, harga Bitcoin mencapai US$81.369 per koin. Dengan kurs Rp18.040 per dolar AS, nilainya setara sekitar Rp1,47 miliar.

Penurunan harga harian yang lebih besar daripada koreksi mingguan memperlihatkan bahwa tekanan jual meningkat dalam periode perdagangan terbaru. Namun, data tersebut belum cukup untuk memastikan apakah Bitcoin akan melanjutkan penurunan atau kembali menguat pada perdagangan berikutnya.

Investor perlu mencermati perubahan volume perdagangan, pergerakan harga dalam beberapa sesi, serta sentimen pasar global sebelum mengambil keputusan investasi.

Selain itu, perubahan harga Bitcoin sering menjadi perhatian pelaku pasar karena aset ini memiliki posisi dominan dalam ekosistem kripto. Meski demikian, pergerakan BTC tidak selalu sejalan dengan seluruh aset digital lainnya.

Ethereum Melemah 1,4 Persen, Harga Menjadi Rp43 Juta

Ethereum juga mengalami tekanan jual pada perdagangan pagi. Harga ETH turun 1,4% dalam 24 jam terakhir, sedangkan kinerjanya selama tujuh hari terakhir mencatatkan penurunan sebesar 2,34%.

Berdasarkan data yang sama, Ethereum diperdagangkan pada level US$2.387 per koin. Jika menggunakan kurs Rp18.040 per dolar AS, harga tersebut setara sekitar Rp43,06 juta.

Koreksi Ethereum yang lebih dalam dibandingkan penurunan mingguan Bitcoin menunjukkan bahwa kedua aset utama tersebut menghadapi tekanan dengan besaran berbeda.

Ethereum memiliki ekosistem yang mencakup aplikasi terdesentralisasi, kontrak pintar, dan berbagai layanan berbasis blockchain. Kendati demikian, perkembangan ekosistem tersebut tidak menjamin kenaikan harga ETH dalam jangka pendek.

Oleh karena itu, investor sebaiknya tidak hanya melihat harga Ethereum dalam satu periode perdagangan. Perubahan volume transaksi, kondisi pasar secara keseluruhan, dan perkembangan ekosistem juga dapat membantu memberikan gambaran yang lebih lengkap.

Tether dan USDC Bergerak Dekat US$1

Berbeda dari Bitcoin dan Ethereum, stablecoin Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) menunjukkan pergerakan harga yang relatif terbatas.

Harga USDT turun 0,01% dalam 24 jam terakhir dan bergerak di sekitar US$0,9987. Sementara itu, USDC menguat tipis 0,01% dalam periode yang sama, dengan harga sekitar US$0,9999.

Kedua aset tersebut dirancang untuk mempertahankan nilai yang mendekati satu dolar AS. Karena itu, pergerakan harganya umumnya tidak sebesar aset kripto yang memiliki volatilitas lebih tinggi.

Meskipun demikian, investor tetap perlu memahami bahwa stablecoin tidak bebas dari risiko. Perbedaan harga di pasar, likuiditas, serta mekanisme penjaminan dan penebusan dapat memengaruhi nilai transaksi.

Dengan demikian, pergerakan USDT dan USDC yang relatif stabil tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh pasar kripto berada dalam kondisi aman.

Baca Juga :  Bitcoin Terus Melemah, Investor Khawatir Dampak AI ke Ekonomi

BNB Menguat 0,27 Persen, tetapi Masih Melemah dalam Sepekan

Di tengah tekanan yang melanda sejumlah aset digital, Binance Coin (BNB) justru mencatatkan penguatan harian.

Harga BNB naik 0,27% dalam 24 jam terakhir hingga mencapai US$727,39 per koin. Namun, jika melihat pergerakan selama tujuh hari, BNB masih mencatatkan penurunan sebesar 0,78%.

Perbedaan antara kinerja harian dan mingguan tersebut menunjukkan bahwa penguatan dalam satu sesi belum tentu menghapus kerugian yang terjadi pada periode sebelumnya.

Karena itu, investor perlu membandingkan beberapa rentang waktu untuk menilai arah pergerakan harga. Kenaikan harian dapat menjadi bagian dari pemulihan jangka pendek, tetapi belum cukup untuk memastikan perubahan tren.

XRP Turun 1,21 Persen, Koreksi Mingguan Capai 3,84 Persen

XRP termasuk aset kripto yang mencatatkan penurunan cukup besar dalam daftar koin utama pada perdagangan Selasa pagi.

Harga XRP merosot 1,21% dalam 24 jam terakhir. Dalam periode tujuh hari, aset digital ini juga mencatatkan penurunan sebesar 3,84%.

Saat pengamatan berlangsung, XRP diperdagangkan pada level US$1,29 per koin.

Penurunan mingguan yang lebih dalam daripada koreksi hariannya menunjukkan bahwa XRP masih menghadapi tekanan dalam rentang waktu tersebut.

Namun, perubahan harga XRP tetap bergantung pada berbagai faktor, termasuk kondisi pasar kripto secara keseluruhan, likuiditas, aktivitas perdagangan, serta perkembangan yang berkaitan dengan ekosistemnya.

Investor sebaiknya mempertimbangkan faktor-faktor tersebut sebelum menyimpulkan bahwa penurunan harga akan terus berlanjut.

Solana Turun ke US$104,22

Solana (SOL) juga bergerak di zona merah. Harga SOL turun 0,48% dalam 24 jam terakhir dan melemah 0,35% selama sepekan.

Data CoinMarketCap mencatat harga Solana sebesar US$104,22 per koin pada Selasa pagi.

Penurunan harian dan mingguan tersebut memperlihatkan bahwa SOL menghadapi tekanan dalam kedua periode pengamatan, meskipun persentase koreksinya relatif lebih kecil daripada XRP dan Dogecoin.

Solana dikenal melalui jaringan blockchain yang mendukung aplikasi terdesentralisasi dan transaksi aset digital. Akan tetapi, aktivitas ekosistem tidak selalu berbanding lurus dengan pergerakan harga token SOL.

Oleh sebab itu, pelaku pasar perlu menggabungkan analisis harga dengan informasi lain sebelum menentukan strategi perdagangan.

Harga TRON Turun, tetapi Masih Menguat dalam Sepekan

TRON (TRX) turut mengalami koreksi pada perdagangan harian. Harga aset ini turun 0,37% dalam 24 jam terakhir hingga mencapai US$0,3311 per koin.

Meski demikian, TRX masih mencatatkan kenaikan sebesar 0,66% dalam tujuh hari terakhir.

Perbedaan arah tersebut menunjukkan bahwa penurunan harian belum menghapus seluruh penguatan TRX selama sepekan. Dibandingkan aset yang mencatatkan kerugian pada kedua periode, kinerja mingguan TRX masih menunjukkan hasil positif.

Namun, investor tetap perlu berhati-hati ketika membaca pergerakan harga dalam waktu singkat. Perubahan harga harian dapat terjadi karena dinamika permintaan dan penawaran, sehingga tidak selalu mencerminkan arah pasar untuk periode berikutnya.

Hyperliquid dan Dogecoin Ikut Tertekan

Hyperliquid (HYPE) mencatatkan penurunan harga sebesar 0,39% dalam 24 jam terakhir. Dalam tujuh hari, penurunan HYPE mencapai 3,22%, dengan harga terakhir sekitar US$78,75 per koin.

Sementara itu, Dogecoin (DOGE) mengalami koreksi harian sebesar 0,94%. Kinerja mingguan DOGE juga melemah 4,11%, sehingga menjadi salah satu aset dalam daftar ini yang mencatatkan penurunan mingguan cukup besar.

Harga Dogecoin berada pada level US$0,07903 per koin.

Pergerakan HYPE dan DOGE memperlihatkan bahwa tekanan pasar tidak hanya menyentuh Bitcoin dan Ethereum. Sejumlah aset digital lain juga mengalami penurunan, meskipun besaran koreksinya berbeda-beda.

Khusus Dogecoin, investor perlu memperhatikan volatilitas harga dan sentimen pasar. Pergerakan aset kripto dapat berubah dengan cepat, sehingga keputusan investasi sebaiknya tidak hanya mengandalkan popularitas atau perubahan harga dalam satu hari.

Kapitalisasi Pasar Kripto Turun Menjadi US$2,73 Triliun

Penurunan sejumlah aset kripto utama turut mengiringi penyusutan kapitalisasi pasar global.

Pada pukul 08.23 WIB, CoinMarketCap mencatat kapitalisasi pasar kripto turun 0,61% menjadi sekitar US$2,73 triliun, atau setara Rp49.256 triliun berdasarkan kurs yang digunakan dalam data tersebut.

Kapitalisasi pasar memberikan gambaran mengenai nilai gabungan aset kripto yang tercakup dalam pengukuran. Namun, indikator ini tidak secara langsung menunjukkan jumlah uang yang keluar dari pasar dalam periode tertentu.

Selain itu, perubahan kapitalisasi pasar dapat dipengaruhi oleh pergerakan harga aset dan perubahan jumlah token yang beredar.

Karena itu, investor sebaiknya tidak menjadikan penurunan kapitalisasi pasar sebagai satu-satunya dasar untuk memprediksi arah harga. Analisis yang lebih menyeluruh perlu mempertimbangkan likuiditas, volume perdagangan, sentimen investor, dan perkembangan ekonomi global.

Apa yang Perlu Diperhatikan Investor Kripto?

Pergerakan pasar pada Selasa pagi menunjukkan bahwa sebagian besar aset utama menghadapi tekanan, tetapi tidak seluruh koin mencatatkan penurunan dalam periode yang sama.

Bitcoin dan Ethereum melemah secara harian maupun mingguan. XRP, Solana, Hyperliquid, dan Dogecoin juga mencatatkan koreksi dalam kedua periode tersebut. Sebaliknya, BNB menguat dalam 24 jam, sedangkan TRX masih mencatatkan kenaikan mingguan.

Perbedaan tersebut menegaskan pentingnya melihat data berdasarkan rentang waktu yang jelas. Investor juga perlu membedakan perubahan harga sesaat dari perubahan tren yang lebih panjang.

Selain itu, aset kripto memiliki risiko volatilitas tinggi. Investor perlu memahami profil risiko masing-masing aset, mengelola modal secara disiplin, serta menghindari keputusan berdasarkan kepanikan ketika harga turun.

Catatan: Data harga dalam berita ini mengacu pada snapshot CoinMarketCap, 20 Oktober 2026, sesuai bahan yang tersedia. Harga aset kripto berubah setiap saat dan dapat berbeda antarbursa.(*)

Berita Terkait

Alfin Perjuangkan Pasar Tanjung Bajure, Kemendag Beri Respons Positif
Sidak Kantor Camat Tabir Lintas, Bupati Merangin Kecewa: Pegawai Sepi
Reinkarnasi Supra X, Honda Biz 110 2026 Kini Sudah Hadir di Dealer
Waspada Jeratan Utang! Ini 4 Kesalahan Finansial yang Memicu Gagal Bayar Pinjaman
Wako Alfin Hadiri Pengukuhan DPC PKB Sungai Penuh 2026–2031
Catatan Kredit Buruk karena Pinjol, Bisakah Kembali Pulih?
Riwayat Pinjol Bisa Pengaruhi Kredit Bank, Ini Faktanya
Simpan Uang Rp10 Juta di Bank, Pilih Tabungan Biasa atau Deposito? Ini Perhitungan Bunganya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Harga Bitcoin dan Ethereum Kompak Turun, Kapitalisasi Pasar Kripto Susut ke US$2,73 Triliun

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Alfin Perjuangkan Pasar Tanjung Bajure, Kemendag Beri Respons Positif

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Reinkarnasi Supra X, Honda Biz 110 2026 Kini Sudah Hadir di Dealer

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Waspada Jeratan Utang! Ini 4 Kesalahan Finansial yang Memicu Gagal Bayar Pinjaman

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Wako Alfin Hadiri Pengukuhan DPC PKB Sungai Penuh 2026–2031

Berita Terbaru