SUNGAIPENUH,JS- Pemerintah Kota Sungai Penuh menetapkan 22 program prioritas sebagai arah pembangunan daerah untuk periode 2025–2029. Program yang mengusung semangat Sungai Penuh JUARA, yakni Maju, Adil, dan Sejahtera, tersebut mencakup berbagai sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., menegaskan bahwa program prioritas menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. Pemerintah kota ingin mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas akses pelayanan dasar, serta membangun lingkungan perkotaan yang lebih tertata.
Melalui 22 program tersebut, Pemkot Sungai Penuh mengarahkan pembangunan agar tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik. Pemerintah juga memberi perhatian terhadap kesejahteraan keluarga, pemberdayaan perempuan, pendidikan keagamaan, perlindungan sosial, dan peningkatan kualitas aparatur sipil negara (ASN).
Karena itu, masyarakat perlu mengenal setiap program agar dapat memahami arah kebijakan pemerintah sekaligus ikut mengawal pelaksanaannya.
22 Program Prioritas Sungai Penuh Berfokus pada Enam Bidang Utama
Pemerintah Kota Sungai Penuh membagi 22 program prioritas ke dalam sejumlah kelompok pembangunan. Setiap kelompok memiliki sasaran berbeda, tetapi seluruhnya mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Enam kelompok utama tersebut meliputi Sungai Penuh Maju, Unggul, Sehat, Agamis, Perempuan Berdaya, dan Ilok. Selain itu, pemerintah menghadirkan program Sungai Penuh Melayani yang menitikberatkan pada reformasi pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan penguatan pendapatan daerah.
Berikut rincian program prioritas Kota Sungai Penuh sebagaimana tercantum dalam materi RPJMD Kota Sungai Penuh 2025–2029.
1. Sungai Penuh Maju: Mendorong Ekonomi dan Peluang Usaha
Program Sungai Penuh Maju menempatkan penguatan ekonomi lokal sebagai salah satu perhatian utama. Pemerintah ingin membuka peluang usaha, meningkatkan aktivitas perdagangan, dan mendorong pertumbuhan sektor produktif yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Ada tiga program yang masuk dalam kelompok ini.
Pertama, revitalisasi pasar rakyat dan perdagangan. Pemerintah mengarahkan program ini untuk memperbaiki kondisi pasar, mendukung aktivitas pedagang, serta menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih nyaman bagi penjual maupun pembeli.
Kedua, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri olahan, koperasi, pariwisata, serta pertanian. Pengembangan sektor tersebut berpotensi memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Ketiga, penyediaan ruang kreatif bagi anak muda. Fasilitas ini diharapkan memberi kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan gagasan, keterampilan, kreativitas, dan kegiatan produktif.
Jika pemerintah menjalankan ketiga program tersebut secara terarah, pelaku usaha lokal berpeluang memperoleh lingkungan usaha yang lebih mendukung. Namun, dampaknya tetap bergantung pada pelaksanaan program, dukungan anggaran, dan keterlibatan masyarakat.
2. Sungai Penuh Unggul: Memperluas Dukungan Pendidikan
Pendidikan menjadi salah satu fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui kelompok Sungai Penuh Unggul, pemerintah memasukkan tiga program yang berhubungan dengan akses pendidikan dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Program pertama berupa beasiswa bagi masyarakat kurang mampu yang berprestasi dan hafiz. Bantuan tersebut mengarahkan dukungan pendidikan kepada kelompok yang membutuhkan sekaligus memiliki potensi akademik atau kemampuan menghafal Al-Qur’an.
Program kedua berupa penyediaan pakaian sekolah gratis. Inisiatif ini bertujuan membantu meringankan pengeluaran keluarga untuk kebutuhan pendidikan anak.
Selanjutnya, pemerintah mendorong peningkatan kompetensi guru dan penguatan kurikulum keagamaan. Kualitas tenaga pendidik memiliki peran penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, sedangkan pendidikan keagamaan membantu membangun karakter peserta didik.
Masyarakat tentu berharap program pendidikan tersebut dapat menjangkau penerima yang memenuhi kriteria secara tepat. Informasi mengenai persyaratan beasiswa, mekanisme penyaluran bantuan, dan pelaksanaan program perlu disampaikan secara terbuka agar warga dapat mengaksesnya dengan mudah.
3. Sungai Penuh Sehat: Memperkuat Pelayanan Kesehatan
Sektor kesehatan juga memperoleh perhatian melalui tiga program prioritas. Pemerintah memasukkan revitalisasi pelayanan kesehatan, dukungan kepesertaan BPJS Kesehatan aktif, serta bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil.
Revitalisasi pelayanan kesehatan mengarah pada peningkatan kualitas layanan agar masyarakat memperoleh akses yang lebih baik ketika membutuhkan pemeriksaan maupun perawatan.
Berikutnya, program kesehatan gratis menargetkan cakupan 100 persen kepesertaan BPJS Kesehatan aktif. Target tersebut menekankan pentingnya perlindungan kesehatan agar masyarakat tidak menghadapi hambatan besar ketika membutuhkan layanan medis.
Meski demikian, warga perlu memastikan status kepesertaan BPJS Kesehatan masing-masing dan mengikuti ketentuan program yang berlaku. Pelaksanaan layanan juga perlu memperhatikan ketersediaan fasilitas, tenaga kesehatan, dan mekanisme pembiayaan.
rogram ketiga menyasar bantuan gizi bagi anak balita dan ibu hamil. Dukungan ini penting untuk memperhatikan kebutuhan gizi kelompok rentan, terutama dalam mendukung tumbuh kembang anak serta menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan.
Dengan pelaksanaan yang tepat sasaran, ketiga program tersebut dapat memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
4. Sungai Penuh Agamis: Menguatkan Kehidupan Keagamaan
Pemerintah Kota Sungai Penuh turut memasukkan pembangunan kehidupan keagamaan ke dalam agenda prioritas daerah. Kelompok Sungai Penuh Agamis terdiri atas gerakan salat berjamaah, peningkatan insentif bagi guru mengaji, imam, dan marbot, serta program Sungai Penuh Mengaji.
Gerakan salat berjamaah mendorong masyarakat untuk memperkuat kebiasaan beribadah sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan tempat tinggal.
Sementara itu, peningkatan insentif bagi guru mengaji, imam, dan marbot memberikan perhatian terhadap peran mereka dalam mendukung aktivitas keagamaan. Para pengajar Al-Qur’an dan pengurus rumah ibadah berkontribusi dalam membina masyarakat, terutama generasi muda.
Adapun program Sungai Penuh Mengaji menempatkan kegiatan membaca dan mempelajari Al-Qur’an sebagai bagian dari penguatan karakter masyarakat.
Pemerintah perlu mengembangkan program keagamaan melalui kerja sama dengan pengurus masjid, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan tersebut dapat berjalan berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak warga.
5. Perempuan Berdaya: Memperkuat Peran Keluarga dan Perlindungan Sosial
Kelompok Perempuan Berdaya membawa perhatian pada pemberdayaan perempuan, pelayanan posyandu, serta kesejahteraan lanjut usia.
Program pertama mencakup peningkatan insentif kader dan dukungan dana operasional posyandu terintegrasi.
Kader posyandu memiliki peran penting dalam membantu kegiatan kesehatan masyarakat, termasuk pemantauan tumbuh kembang anak dan penyampaian edukasi kesehatan keluarga.
Dukungan operasional yang memadai dapat membantu kader menjalankan kegiatan secara lebih teratur.
Di sisi lain, pemerintah perlu memastikan pemanfaatan dukungan tersebut sesuai kebutuhan pelayanan masyarakat.
Program kedua mengusung gagasan lansia sehat bahagia. Program ini menempatkan kesejahteraan warga lanjut usia sebagai bagian dari pembangunan sosial yang inklusif.
Selanjutnya, pemerintah mendorong pemberdayaan serta perlindungan perempuan dan anak. Upaya tersebut dapat mencakup penguatan kapasitas perempuan, peningkatan akses terhadap kesempatan ekonomi, serta perhatian terhadap keamanan dan kesejahteraan anak.
Ketiga program ini memperlihatkan bahwa pembangunan daerah juga membutuhkan dukungan terhadap kelompok masyarakat yang memerlukan perhatian khusus.
6. Sungai Penuh Ilok: Menata Kota dan Mengatasi Persoalan Lingkungan
Pembangunan perkotaan yang nyaman membutuhkan penataan ruang, infrastruktur dasar, serta pengelolaan lingkungan yang baik. Melalui kelompok Sungai Penuh Ilok, pemerintah memasukkan dua program utama.
Pertama, penataan kota dan peningkatan infrastruktur dasar. Program ini mengarah pada pengembangan lingkungan perkotaan yang lebih tertata serta peningkatan kualitas fasilitas dasar yang menunjang kegiatan masyarakat.
Kedua, penanganan sampah dan banjir secara terpadu. Persoalan sampah dan genangan air dapat mengganggu aktivitas warga, menurunkan kenyamanan lingkungan, dan menimbulkan risiko kesehatan.
Karena itu, penanganan kedua persoalan tersebut membutuhkan koordinasi antarlembaga, pemeliharaan saluran drainase, pengelolaan sampah yang konsisten, serta partisipasi masyarakat.
Pemerintah dan warga perlu berjalan bersama agar penataan kota tidak berhenti pada pembangunan fisik. Kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan kota yang nyaman.
7. Sungai Penuh Melayani: Meningkatkan Kualitas Pemerintahan
Kelompok Sungai Penuh Melayani memuat lima program yang berkaitan dengan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan penguatan kapasitas birokrasi.
Program ke-18 adalah digitalisasi pelayanan publik. Pemerintah mengarahkan program ini untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan administrasi serta meningkatkan efisiensi proses pelayanan.
Selanjutnya, program ke-19 menargetkan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD). Pemerintah perlu mengelola potensi pendapatan secara efektif agar daerah memiliki dukungan fiskal yang lebih kuat untuk membiayai pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Program ke-20 menekankan pelayanan publik yang prima, tanpa pungutan liar dan tanpa diskriminasi suku, agama, ras, serta antargolongan (SARA), melalui program
Walikota Mengawasi. Prinsip tersebut menempatkan transparansi, kesetaraan, dan integritas sebagai unsur penting dalam pelayanan pemerintahan.
Program ke-21 berupa Kartu Sungai Penuh Juara. Program ini menjadi salah satu agenda prioritas yang perlu dipahami masyarakat melalui penjelasan resmi mengenai fungsi, sasaran penerima, persyaratan, dan mekanisme pemanfaatannya.
Sementara itu, program ke-22 menekankan penempatan pejabat ASN sesuai kompetensi dan tanpa gratifikasi.
Kebijakan ini menggarisbawahi pentingnya profesionalisme, integritas, serta penerapan prinsip merit dalam pengelolaan aparatur pemerintahan.
Melalui kelompok Sungai Penuh Melayani, pemerintah menempatkan kualitas birokrasi sebagai salah satu faktor pendukung keberhasilan pembangunan daerah.
Pelaksanaan 22 Program Menjadi Kunci Mewujudkan Sungai Penuh JUARA
Keberadaan 22 program prioritas menunjukkan luasnya bidang pembangunan yang ingin pemerintah dorong selama periode 2025–2029.
Namun, masyarakat tidak hanya membutuhkan daftar program. Warga juga memerlukan informasi yang jelas mengenai tahapan pelaksanaan, kelompok penerima manfaat, target capaian, dan hasil yang pemerintah raih.
Oleh sebab itu, keterbukaan informasi dan evaluasi berkala menjadi bagian penting dalam mengawal pelaksanaan program.
Pemerintah perlu menjelaskan perkembangan setiap program agar masyarakat dapat mengetahui manfaat yang sudah dirasakan maupun pekerjaan yang masih perlu diselesaikan.
Di sisi lain, partisipasi masyarakat juga memiliki peran besar.
Pelaku UMKM dapat memanfaatkan informasi pembinaan usaha, orang tua dapat mencari informasi program pendidikan, sedangkan warga dapat mendukung kegiatan kebersihan lingkungan dan pelayanan kesehatan.
Sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan organisasi sosial dapat membantu memperkuat pelaksanaan pembangunan.
Pada akhirnya, keberhasilan 22 program prioritas Kota Sungai Penuh tidak hanya bergantung pada perencanaan, tetapi juga pada konsistensi pelaksanaan, ketepatan sasaran, pengawasan, dan hasil nyata yang masyarakat rasakan.
Dengan semangat Sungai Penuh JUARA—Maju, Adil, dan Sejahtera—pemerintah daerah diharapkan mampu mendorong pembangunan yang inklusif, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperluas kesempatan masyarakat untuk menikmati hasil pembangunan.
Masyarakat pun dapat ikut mengawal setiap program melalui partisipasi aktif dan pemantauan informasi resmi pemerintah, sehingga agenda pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan warga Kota Sungai Penuh.(AN)










