Harga Emas Mahal, Konsumen Dunia Ubah Strategi Belanja: Perhiasan Ringan Kini Jadi Pilihan

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LIFESTYLE,JS- Lonjakan harga emas dunia mulai mengubah kebiasaan konsumen dalam membeli perhiasan. Jika sebelumnya masyarakat cenderung memilih kalung, gelang, cincin, hingga aksesori emas dengan bobot besar, kini semakin banyak pembeli mempertimbangkan produk yang lebih ringan dan memiliki harga lebih terjangkau.

Perubahan tersebut muncul karena kenaikan harga emas membuat masyarakat harus mengatur kembali anggaran belanja. Konsumen tetap ingin memiliki perhiasan emas, tetapi mereka mulai menyesuaikan berat, kadar, serta desain agar pembelian tidak terlalu membebani keuangan.

Fenomena ini juga memperlihatkan perubahan penting dalam industri perhiasan global. Harga emas yang tinggi tidak serta-merta menghilangkan minat masyarakat terhadap logam mulia tersebut. Sebaliknya, konsumen mulai mencari alternatif produk yang sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing.

Laporan terbaru World Gold Council (WGC) dalam Gold Demand Trends kuartal III 2026 yang terbit pada 3 November 2026 menunjukkan tekanan nyata terhadap permintaan perhiasan emas dunia.

Organisasi tersebut mencatat konsumsi perhiasan emas global mencapai sekitar 312,9 ton pada kuartal III 2026. Angka itu turun 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meskipun demikian, nilai permintaan perhiasan justru mencapai sekitar US$43 miliar atau meningkat 2 persen secara tahunan. Perbedaan antara volume pembelian dan nilai transaksi ini menunjukkan bahwa harga emas yang tinggi membuat konsumen mengeluarkan uang lebih besar meskipun mereka membeli emas dalam jumlah lebih sedikit.

Harga Emas Tinggi Mengubah Perilaku Konsumen

Kenaikan harga emas memberikan dampak langsung terhadap kemampuan masyarakat dalam membeli perhiasan. Konsumen yang sebelumnya mampu membeli gelang atau kalung dengan bobot tertentu kini harus menyesuaikan pilihan.

Sebagian pembeli mulai mengutamakan desain sederhana dengan kandungan emas lebih sedikit. Pilihan tersebut memungkinkan masyarakat tetap mengikuti tren perhiasan tanpa harus mengeluarkan anggaran terlalu besar.

Selain itu, konsumen semakin memperhatikan harga akhir produk. Mereka tidak hanya melihat harga emas per gram, tetapi juga mempertimbangkan ongkos pembuatan, kadar emas, serta biaya tambahan lainnya.

Perubahan perilaku tersebut mendorong produsen dan pedagang perhiasan untuk menawarkan produk dengan variasi ukuran dan desain yang lebih beragam.

Perhiasan ringan juga memberikan peluang bagi konsumen yang ingin membeli emas untuk kebutuhan sehari-hari. Produk dengan desain minimalis dapat digunakan dalam berbagai kesempatan, mulai dari aktivitas pekerjaan hingga acara keluarga.

Dengan demikian, tingginya harga emas justru mendorong pelaku industri untuk mengembangkan strategi produk yang lebih sesuai dengan kemampuan konsumen.

Perhiasan Emas Ringan Semakin Menarik Perhatian

Salah satu perubahan yang terlihat dalam pasar perhiasan global adalah meningkatnya perhatian terhadap produk berbobot ringan.

Konsumen kini tidak selalu mengutamakan ukuran besar atau berat emas yang tinggi. Sebagian pembeli lebih memilih desain menarik, model modern, dan harga yang sesuai dengan anggaran.

Tren ini membuka peluang bagi produsen untuk menghadirkan koleksi baru. Mereka dapat mengembangkan cincin tipis, gelang minimalis, anting kecil, serta kalung dengan desain sederhana.

Produk seperti ini memiliki keunggulan dari sisi keterjangkauan harga. Konsumen dapat membeli perhiasan tanpa harus mengalokasikan dana sebesar ketika membeli produk dengan bobot lebih tinggi.

Selain itu, desain yang lebih sederhana juga memberikan fleksibilitas penggunaan. Konsumen dapat mengenakan perhiasan tersebut dalam kegiatan sehari-hari tanpa harus menunggu acara khusus.

Namun, pembeli tetap perlu memperhatikan kadar emas dan spesifikasi produk. Bobot yang lebih ringan tidak otomatis menunjukkan kualitas yang lebih baik atau lebih buruk. Konsumen perlu memastikan informasi kadar dan berat sesuai dengan keterangan toko.

India dan China Mengalami Penurunan Permintaan

Dua pasar emas terbesar dunia, yakni India dan China, turut menghadapi tekanan akibat tingginya harga emas.

World Gold Council mencatat konsumsi perhiasan emas India pada kuartal III 2026 mencapai sekitar 99,9 ton. Jumlah tersebut turun 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, konsumsi perhiasan emas China mencapai sekitar 65,7 ton atau turun 22 persen secara tahunan.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa kenaikan harga emas memengaruhi pasar yang selama ini memiliki tradisi kuat dalam pembelian perhiasan.

Di India, konsumen semakin mempertimbangkan produk dengan bobot lebih ringan dan kadar emas lebih rendah. Perhiasan dengan tambahan batu permata juga menarik perhatian karena produsen dapat menawarkan variasi desain tanpa menggunakan emas dalam jumlah besar.

Di China, produk perhiasan emas ringan dengan desain modern tetap mendapatkan perhatian konsumen. Produsen juga mengembangkan produk dengan teknik pengerjaan khusus untuk menghadirkan tampilan menarik.

Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa industri perhiasan tidak hanya menghadapi persoalan harga, tetapi juga harus mengikuti perkembangan selera konsumen.

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rabu 4 November 2026: Cek Daftar Harga 24 Karat hingga 5 Karat

Konsumen Amerika dan Eropa Ikut Mengurangi Pembelian

Tren penghematan pembelian perhiasan emas tidak hanya terjadi di Asia. Konsumen Amerika Serikat dan Eropa juga menghadapi tekanan serupa.

World Gold Council mencatat permintaan perhiasan emas Amerika Serikat turun 18 persen secara tahunan pada kuartal III 2026 menjadi sekitar 21 ton.

Sementara itu, konsumsi perhiasan emas Eropa turun 11 persen menjadi sekitar 11 ton.

Harga emas yang tinggi membuat sebagian masyarakat lebih berhati-hati ketika membeli barang bernilai tinggi. Mereka mulai mempertimbangkan kebutuhan rumah tangga, biaya hidup, serta pengeluaran lain sebelum membeli perhiasan.

Kondisi tersebut mendorong pedagang untuk menawarkan produk dengan ukuran lebih kecil dan harga yang lebih kompetitif.

Meski volume pembelian melemah, nilai belanja perhiasan tidak selalu mengalami penurunan dengan besaran yang sama. Harga emas yang lebih tinggi membuat nilai transaksi tetap bertahan meskipun masyarakat membeli produk dengan bobot lebih rendah.

Industri Perhiasan Harus Mengikuti Perubahan Pasar

Perubahan perilaku konsumen memberikan tantangan sekaligus peluang bagi industri perhiasan.

Produsen yang hanya mengandalkan produk berbobot besar berpotensi kehilangan sebagian konsumen ketika harga emas terus meningkat. Karena itu, pelaku usaha perlu memperluas pilihan produk agar dapat menjangkau pembeli dari berbagai kelompok pendapatan.

Salah satu strategi yang dapat mereka lakukan adalah menghadirkan koleksi perhiasan ringan dengan desain menarik.

Selain itu, pelaku usaha perlu memberikan informasi produk secara transparan. Konsumen membutuhkan penjelasan mengenai kadar emas, berat bersih, ongkos pembuatan, dan ketentuan pembelian kembali.

Transparansi tersebut penting karena pembeli semakin teliti dalam membandingkan produk dari satu toko dengan toko lainnya.

Pelaku usaha juga dapat memanfaatkan pemasaran digital untuk memperkenalkan koleksi terbaru. Foto produk, informasi harga, serta penjelasan spesifikasi dapat membantu calon pembeli mengambil keputusan.

Dengan strategi tersebut, industri perhiasan tetap memiliki peluang mempertahankan pasar meskipun konsumen menghadapi tekanan daya beli.

Bagaimana Dampaknya terhadap Konsumen Indonesia?

Perubahan tren global juga relevan bagi masyarakat Indonesia. Emas memiliki posisi penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat, baik sebagai perhiasan, hadiah pernikahan, maupun salah satu bentuk penyimpanan kekayaan.

Ketika harga emas meningkat, konsumen Indonesia juga perlu menyesuaikan strategi pembelian.

Masyarakat yang ingin membeli perhiasan dapat mempertimbangkan beberapa hal sebelum melakukan transaksi.

Pertama, tentukan anggaran sejak awal. Langkah ini membantu pembeli menghindari pengeluaran berlebihan ketika memilih produk.

Kedua, perhatikan kadar dan berat emas. Konsumen sebaiknya tidak hanya terpikat oleh tampilan produk, tetapi juga memahami kandungan emas yang mereka beli.

Ketiga, bandingkan ongkos pembuatan. Dua produk dengan berat dan kadar serupa dapat memiliki harga akhir berbeda karena desain serta biaya pengerjaan.

Keempat, tanyakan ketentuan penjualan kembali. Setiap toko dapat menerapkan kebijakan berbeda terkait harga buyback dan potongan transaksi.

Kelima, sesuaikan tujuan pembelian. Perhiasan untuk penggunaan sehari-hari memiliki pertimbangan berbeda dibandingkan emas yang seseorang beli untuk tujuan investasi.

Dengan memperhatikan faktor tersebut, masyarakat dapat memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan tanpa mengabaikan kondisi keuangan.

Perhiasan dan Investasi Emas Memiliki Pertimbangan Berbeda

Tingginya harga emas juga membuat masyarakat perlu memahami perbedaan antara membeli perhiasan dan membeli emas untuk investasi.

Perhiasan memiliki nilai estetika dan fungsi penggunaan. Selain kandungan emas, pembeli juga membayar desain serta ongkos pembuatan.

Sebaliknya, emas batangan lebih banyak menarik perhatian masyarakat yang mengutamakan kandungan logam mulia dan tujuan penyimpanan nilai.

Karena itu, konsumen perlu memahami bahwa harga jual kembali perhiasan tidak selalu sama dengan harga pembelian awal.

Ongkos pembuatan, kadar, kondisi produk, serta kebijakan toko dapat memengaruhi nilai transaksi ketika pemilik menjual kembali perhiasannya.

Kondisi ini semakin penting ketika harga emas bergerak naik dan turun dengan cepat.

Masyarakat yang ingin membeli emas sebaiknya mempertimbangkan tujuan penggunaan, jangka waktu kepemilikan, serta kemampuan keuangan sebelum menentukan pilihan.

Tren Harga Tinggi Diperkirakan Terus Membentuk Pasar

Laporan World Gold Council memperlihatkan bahwa harga emas menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi permintaan perhiasan sepanjang 2026.

Pada kuartal III, konsumsi perhiasan emas global turun ke level terendah untuk periode kuartal III dalam catatan data WGC sejak 2000.

Namun, nilai belanja tetap menunjukkan ketahanan. Pada periode yang sama, nilai permintaan perhiasan mencapai US$43 miliar. Sepanjang Januari hingga September 2026, nilainya bahkan mencapai sekitar US$130 miliar atau meningkat 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data tersebut menunjukkan perubahan karakter pasar. Konsumen tidak sepenuhnya meninggalkan emas, tetapi mereka menyesuaikan jumlah pembelian dan jenis produk.

Selama harga emas tetap tinggi, produk berbobot ringan, kadar lebih rendah, serta desain yang lebih terjangkau berpeluang mempertahankan perhatian pembeli.

Bagi industri perhiasan, kemampuan membaca perubahan tersebut menjadi faktor penting untuk menjaga penjualan. Sementara bagi konsumen, pemahaman mengenai harga, kadar, berat, dan biaya tambahan dapat membantu mereka mengambil keputusan pembelian secara lebih bijak.(*)

Berita Terkait

Diteror Debt Collector Pinjol? Ini Aturan OJK, Jam Penagihan dan Cara Melaporkannya ke Polisi
Update Harga HP Samsung 27 Oktober 2026: Galaxy A, S, hingga Z Fold 8 Ultra
22 Program Prioritas Kota Sungai Penuh 2025–2029, Ini Rincian dan Manfaatnya bagi Masyarakat
Inflasi Jambi Jadi Perhatian, Pemkab Muaro Jambi Fokus Jaga Pasokan Bahan Pokok
Bitcoin Bertahan di Atas US$80.000, Apakah Saatnya Beli atau Justru Waspada?
Prabowo Siapkan Kredit Rp400 Triliun pada 2027, 28 Juta Keluarga Jadi Sasaran
Cara Memperbaiki BI Checking Setelah Melunasi Utang, Cek SLIK OJK dan Pulihkan Riwayat Kredit
38 Kepala Sekolah di Sungai Penuh Dilantik, Ini Daftar Nama dan Sekolahnya
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 06:30 WIB

Harga Emas Mahal, Konsumen Dunia Ubah Strategi Belanja: Perhiasan Ringan Kini Jadi Pilihan

Minggu, 1 November 2026 - 14:01 WIB

Diteror Debt Collector Pinjol? Ini Aturan OJK, Jam Penagihan dan Cara Melaporkannya ke Polisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Update Harga HP Samsung 27 Oktober 2026: Galaxy A, S, hingga Z Fold 8 Ultra

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:45 WIB

22 Program Prioritas Kota Sungai Penuh 2025–2029, Ini Rincian dan Manfaatnya bagi Masyarakat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Inflasi Jambi Jadi Perhatian, Pemkab Muaro Jambi Fokus Jaga Pasokan Bahan Pokok

Berita Terbaru