IHSG Melemah Tipis, Analis Ungkap Peluang Rebound Pekan Depan

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG berpeluang rebound terbatas.

IHSG berpeluang rebound terbatas.

BISNIS,JS- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (28/2/2026) dengan pelemahan tipis. Indeks turun 0,06% ke level 8.230,44, seiring meningkatnya tekanan sentimen eksternal dan aksi teknikal menjelang rebalancing indeks MSCI akhir bulan.

Meski terkoreksi, pergerakan IHSG masih relatif stabil. Pelaku pasar memilih bersikap hati-hati sambil mencermati dinamika global yang belum sepenuhnya mereda.

Sentimen Global Jadi Faktor Utama Pelemahan

Di sisi lain, tekanan eksternal kembali mendominasi pergerakan pasar saham domestik. Ketidakpastian kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat serta peringatan dari S&P Global Ratings mengenai tekanan fiskal Indonesia ikut membebani sentimen investor.

Baca Juga :  IHSG Masih Kuat? Simak Level Kunci dan Saham Rekomendasi

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menegaskan pelemahan IHSG lebih dipicu faktor global ketimbang sentimen domestik.

“Pasar masih merespons sentimen eksternal dan faktor teknikal menjelang rebalancing MSCI. Namun, investor asing justru mencatatkan net buy selektif sekitar Rp1,69 triliun dalam sepekan terakhir,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (27/2/2026).

Arus Dana Asing Masih Menopang Pasar

Lebih lanjut, Reza menilai aliran dana asing tersebut memberi sinyal positif. Menurutnya, investor global belum menunjukkan tanda-tanda distribusi besar di pasar reguler.

Dengan kondisi itu, peluang pemulihan IHSG dalam jangka pendek masih terbuka. Pasar pun berpotensi kembali menguat jika tekanan eksternal tidak bertambah signifikan.

Support Kunci Jadi Penentu Arah Pekan Depan

Memasuki perdagangan Senin (2/3/2026), Reza melihat ruang rebound teknikal tetap tersedia. Namun, indeks perlu bertahan di area support terdekat.

Baca Juga :  Jangan Asal Investasi! Ini Bedanya Saham, Obligasi, dan Reksadana

“IHSG sempat memantul dari area 8.100–8.150. Selama level ini bertahan, indeks berpeluang menguji resistance di kisaran 8.350–8.400,” jelasnya.

Sebaliknya, jika support tersebut jebol, tekanan koreksi berpotensi kembali meningkat.

Geopolitik dan Tarif Dagang Tetap Picu Volatilitas

Sementara itu, dari sisi global, pasar masih mencermati perkembangan konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Arah kebijakan tarif perdagangan AS terhadap Indonesia juga berpotensi menjaga volatilitas jangka pendek.

Oleh karena itu, pelaku pasar cenderung mengatur ulang strategi sambil menunggu kepastian kebijakan global.

Data Domestik dan Aturan Free Float Jadi Sorotan

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada rilis data ekonomi awal Maret. Inflasi dan neraca perdagangan menjadi indikator penting untuk membaca kekuatan permintaan domestik.

Selain itu, implementasi aturan minimum free float 15% juga berpotensi memicu respons berbeda pada masing-masing saham, terutama emiten dengan struktur kepemilikan yang ketat.

Peringatan S&P Dinilai Bersifat Sementara

Meski muncul peringatan dari S&P Global Ratings, Reza menilai dampaknya hanya bersifat jangka pendek. Menurutnya, sentimen tersebut belum mengubah prospek pasar secara fundamental.

Baca Juga :  Saham BNBR & MEGA Jadi Bintang Pekan Ini, Pasar Langsung Bereaksi

“Selama pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, likuiditas memadai, dan sektor perbankan solid, dampaknya akan terbatas,” tegasnya.

Laporan Keuangan Emiten Jadi Katalis Selektif

Selain faktor makro, laporan keuangan emiten tahun buku 2025 mulai memberi warna pada pergerakan saham. Reza melihat sektor perbankan dan komoditas emas masih menyimpan prospek kinerja yang menarik.

Dengan demikian, investor berpeluang melakukan seleksi saham secara lebih spesifik.

Strategi Trading: Fokus Saham Pilihan

Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 8.100–8.150 dan resistance 8.350–8.400 pada awal pekan depan. Skenario utama masih mengarah pada rebound teknikal terbatas.

Untuk strategi jangka pendek, Reza merekomendasikan beberapa saham pilihan. Saham ARCI layak dicermati dengan strategi buy on breakout di level Rp1.900 dan target Rp1.955–Rp2.070.

Selain itu, saham MBMA dapat dibeli di kisaran Rp820–Rp850 dengan target Rp895–Rp945. Sementara saham ENRG menarik dikoleksi di area Rp1.700–Rp1.750 dengan target Rp1.810–Rp1.900 dan stop loss di bawah Rp1.650.

Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)

Berita Terkait

Premi Asuransi Tembus Rp170,98 Triliun, OJK Ungkap Industri Tetap Kuat di Tengah Perubahan Ekonomi
KUR Rp100 Juta Bebas Agunan Tambahan, Pelaku UMKM Tak Perlu Serahkan Sertifikat atau BPKB
Update Terbaru!, Harga Emas Perhiasan Hari Ini 4 Agustus 2026
Asuransi Perjalanan Luar Negeri Terbaik 2026: Jangan Berangkat Sebelum Punya Perlindungan Ini, Biaya Rumah Sakit Bisa Tembus Ratusan Juta!
IHSG Ditutup Melemah Tipis, Investor Mulai Menghitung Risiko Jelang Rangkaian Data Ekonomi Penting
IHSG Berpeluang Menguat pada Agustus 2026, Saham BBCA, BBRI, BMRI hingga ANTM Jadi Sorotan
Bunga Deposito BCA Agustus 2026 Terbaru, Simpan Rp10 Juta Bisa Dapat Segini
KUR BNI Rp250 Juta Angsuran Mulai Rp4,8 Jutaan, Solusi Modal Peternak Ayam Petelur dan UMKM untuk Kembangkan Usaha 2026
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Premi Asuransi Tembus Rp170,98 Triliun, OJK Ungkap Industri Tetap Kuat di Tengah Perubahan Ekonomi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:01 WIB

KUR Rp100 Juta Bebas Agunan Tambahan, Pelaku UMKM Tak Perlu Serahkan Sertifikat atau BPKB

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Update Terbaru!, Harga Emas Perhiasan Hari Ini 4 Agustus 2026

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Asuransi Perjalanan Luar Negeri Terbaik 2026: Jangan Berangkat Sebelum Punya Perlindungan Ini, Biaya Rumah Sakit Bisa Tembus Ratusan Juta!

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:01 WIB

IHSG Ditutup Melemah Tipis, Investor Mulai Menghitung Risiko Jelang Rangkaian Data Ekonomi Penting

Berita Terbaru