TEKNOLOGI,JS- Gamer kompetitif selalu menginginkan perangkat portabel dengan layar luas, refresh rate tinggi, dan performa stabil. Keinginan itu semakin relevan bagi pemain Dota 2 dan game esports lain yang menuntut respons cepat.
Menjawab kebutuhan tersebut, Lenovo memperkenalkan Legion Go Fold Concept dalam ajang Mobile World Congress 2026. Perangkat ini langsung mencuri perhatian karena membawa konsep layar lipat berukuran besar ke ranah handheld gaming.
Desain Layar Lipat yang Mengubah Cara Bermain
Alih-alih mengusung desain handheld konvensional, Lenovo memilih pendekatan berbeda. Legion Go Fold menggabungkan fungsi konsol genggam, tablet, hingga laptop mini dalam satu perangkat.
Fleksibilitas ini membuat gamer bisa menyesuaikan perangkat dengan situasi bermain, baik di rumah maupun saat bepergian.
Panel POLED 11 Inci 165Hz Jadi Daya Tarik Utama
Lenovo membekali Legion Go Fold Concept dengan panel POLED 11 inci beresolusi 2.435 x 1.712 piksel. Layar ini mendukung refresh rate 165Hz dan tingkat kecerahan hingga 500 nits.
Refresh rate tinggi tersebut menghadirkan animasi lebih halus dan respons visual lebih cepat. Gamer bisa merasakan perbedaan signifikan, terutama saat memainkan game kompetitif yang mengandalkan refleks dan presisi.
Selain itu, layar tetap terasa optimal ketika dilipat menjadi ukuran sekitar 7 inci. Transisi ukuran ini memberi kesan praktis tanpa mengorbankan kualitas visual.
Controller Modular dengan Fitur Tak Biasa
Selanjutnya, Lenovo mempertahankan konsep controller lepas-pasang khas seri Legion Go. Namun, Legion Go Fold menghadirkan fungsi tambahan yang jarang ditemukan di handheld lain.
Salah satu controller dapat berfungsi sebagai mouse vertikal. Sementara itu, controller kanan memiliki layar kecil atau touchpad untuk menampilkan informasi performa, seperti FPS dan suhu perangkat. Dengan fitur ini, gamer bisa memantau kondisi sistem tanpa harus keluar dari game.
Beragam Mode Penggunaan dalam Satu Perangkat
Tak berhenti di situ, Lenovo juga menyiapkan berbagai mode penggunaan untuk Legion Go Fold.
Dalam mode handheld, gamer dapat bermain santai dengan layar terlipat. Pada mode split-screen vertikal, pengguna bisa bermain sambil menonton streaming atau membaca chat secara bersamaan.
Untuk sektor performa, Lenovo memilih prosesor **Intel Core Ultra 7 258V berbasis arsitektur Lunar Lake. Keputusan ini membedakan Legion Go Fold dari Legion Go standar yang mengandalkan prosesor AMD.
Chip tersebut dipadukan dengan RAM LPDDR5x hingga 32GB, penyimpanan internal sampai 1TB, serta baterai berkapasitas 48Wh. Kombinasi ini dirancang untuk menghadirkan performa tinggi sekaligus efisiensi daya dalam format portabel.
Bobot total perangkat mencapai sekitar 868 gram. Meski tergolong berat untuk ukuran handheld, bobot tersebut masih sebanding dengan layar lipat besar dan spesifikasi kelas PC.
Masih Berstatus Konsep, Tapi Punya Potensi Besar
Saat ini, Legion Go Fold masih berstatus perangkat konsep. Lenovo belum mengumumkan jadwal produksi massal atau peluncuran resmi. Meski begitu, rekam jejak Lenovo menunjukkan bahwa banyak perangkat konsep akhirnya masuk ke pasar setelah tahap penyempurnaan.
Jika benar dirilis, Legion Go Fold berpeluang menjadi penantang unik di segmen handheld premium, terutama bagi gamer, streamer, dan kreator konten yang membutuhkan perangkat fleksibel.
Sinyal Masa Depan Handheld Gaming
Legion Go Fold Concept menunjukkan arah baru industri handheld gaming. Layar lipat besar, refresh rate tinggi, performa kelas PC, serta mode penggunaan yang beragam membuat batas antara konsol genggam dan komputer portabel semakin kabur.
Kini, perhatian tertuju pada satu hal: apakah Lenovo akan benar-benar membawa konsep ambisius ini ke pasar global dan mengubah cara gamer bermain di mana saja.(*)









