SELEBRITIS,JS- Nama Ari Lasso sudah lama melekat kuat di industri musik Indonesia. Kariernya tidak hanya identik dengan kesuksesan bersama Dewa 19, tetapi juga menjadi simbol perjuangan hidup seorang musisi yang berhasil bangkit dari masa sulit.
Perjalanan hidup Ari Lasso penuh warna. Ia pernah menikmati puncak popularitas, menghadapi keterpurukan akibat narkoba, kehilangan posisinya di band besar, hingga kembali berdiri sebagai solois papan atas Tanah Air.
Hingga sekarang, nama Ari Lasso tetap memiliki tempat spesial di hati penikmat musik Indonesia lintas generasi. Lagu-lagunya terus diputar di berbagai platform digital, radio nasional, hingga konser musik besar di Indonesia.
Latar Belakang dan Kehidupan Pribadi Ari Lasso
Ari Lasso memiliki nama lengkap Ari Bernardus Lasso. Ia lahir di Madiun pada 17 Januari 1973.
Meski lahir di Madiun, Ari tumbuh besar di Surabaya. Kota tersebut kemudian menjadi saksi awal perjalanan musiknya sebelum dikenal luas di industri hiburan nasional.
Ari merupakan putra pasangan Bartholomeus B. Lasso dan Sri Noerhida. Sejak kecil, ia menunjukkan minat besar terhadap dunia musik dan hiburan.
Dalam kehidupan pribadinya, Ari pernah menikah dengan Vita Dessy Catur Purnama. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat orang anak.
Keluarga menjadi salah satu sumber kekuatan terbesar Ari ketika menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya. Namun, perjalanan rumah tangga mereka tidak bertahan hingga akhirnya keduanya memilih berpisah.
Meski menghadapi berbagai ujian hidup, Ari tetap mempertahankan hubungan dekat dengan anak-anaknya dan terus fokus berkarya di industri musik Indonesia.
Awal Ketertarikan Ari Lasso pada Dunia Musik
Minat Ari terhadap musik tumbuh sejak masa remaja. Saat menempuh pendidikan di SMA Negeri 2 Surabaya, ia mulai aktif membentuk band bersama teman-temannya.
Pada masa itu, Ari mendirikan Outsider Band bersama sejumlah musisi yang kelak terkenal di industri musik nasional. Salah satunya ialah Piyu yang kemudian dikenal sebagai gitaris Padi.
Tidak berhenti di sana, Ari juga sempat bergabung dengan Lost Angels Band yang menjadi cikal bakal band Boomerang.
Perjalanan tersebut membuka jalannya bertemu dengan Ahmad Dhani, Andra Ramadhan, serta Erwin Prasetya. Pertemuan itu kemudian menjadi titik awal lahirnya salah satu band terbesar di Indonesia.
Setelah lulus SMA, Ari melanjutkan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya. Meski mengambil jurusan ekonomi, passion terbesar Ari tetap berada di dunia musik.
Bersama Dewa 19, Nama Ari Lasso Melambung di Era 90-an
Karier profesional Ari Lasso mulai melejit saat bergabung dengan Down Beat yang kemudian berubah nama menjadi Dewa 19.
Bersama band tersebut, Ari menjelma menjadi salah satu vokalis paling populer pada era 1990-an. Suara khasnya berhasil menarik perhatian pecinta musik Indonesia.
Beberapa lagu hits seperti Kangen, Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi, hingga Aku Milikmu sukses menguasai tangga lagu nasional.
Album-album seperti Dewa 19 (1992), Format Masa Depan (1994), Terbaik Terbaik (1995), dan Pandawa Lima (1997) juga mencetak kesuksesan besar di industri musik.
Lagu Kangen bahkan membawa Dewa 19 meraih penghargaan Pendatang Baru Terbaik versi BASF Award. Kesuksesan tersebut membuat nama Ari Lasso semakin dikenal luas sebagai salah satu vokalis terbaik Indonesia.
Pada masa itu, popularitas Dewa 19 terus meningkat. Jadwal konser padat, album laris, hingga sorotan media membuat Ari menikmati puncak kariernya sebagai musisi.
Masa Kelam Ari Lasso dan Konflik Internal Dewa 19
Di balik kesuksesan besar tersebut, Ari Lasso ternyata menghadapi tekanan hidup yang berat.
Pada akhir 1990-an, hubungan Ari dengan beberapa personel Dewa 19 mulai merenggang. Di saat bersamaan, ia juga terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Kondisi tersebut memengaruhi kesehatan, performa panggung, hingga hubungan internal di dalam band. Konflik pun semakin sulit dihindari.
Situasi itu akhirnya membuat Ari Lasso berpisah dengan Dewa 19. Keputusan tersebut menjadi salah satu momen paling mengejutkan di industri musik Indonesia saat itu.
Bagi Ari, masa tersebut menjadi titik terendah dalam hidupnya. Namun, ia tidak menyerah begitu saja.
Ia mulai menjalani proses pemulihan dan berusaha melepaskan diri dari ketergantungan narkoba. Perjalanan itu tidak mudah, tetapi Ari berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu bangkit dari keterpurukan.
Bangkit sebagai Solois dan Kembali Menguasai Industri Musik
Setelah keluar dari Dewa 19, banyak pihak meragukan masa depan karier Ari Lasso. Namun, ia menjawab semua keraguan tersebut lewat karya.
Pada 2001, Ari merilis album solo pertamanya bertajuk Sendiri Dulu. Album tersebut menjadi awal kebangkitan kariernya sebagai solois.
Namanya kembali melejit setelah berduet dengan Melly Goeslaw lewat lagu Jika.
Lagu tersebut sukses besar dan menjadi salah satu lagu duet paling populer pada masanya. Popularitas Ari pun kembali meroket.
Setelah itu, Ari terus merilis berbagai album sukses seperti Keseimbangan (2003), Kulihat, Kudengar, Kurasa (2004), Selalu Ada (2006), hingga Yang Terbaik (2012).
Deretan lagu hits seperti Mengejar Matahari, Arti Cinta, Cinta Terakhir, dan Rahasia Perempuan semakin memperkuat posisinya sebagai solois papan atas Indonesia.
Ari juga sempat berduet dengan Bunga Citra Lestari atau BCL dalam lagu Aku dan Dirimu. Lagu tersebut mendapat respons positif dari pecinta musik Tanah Air.
Ari Lasso Tetap Berkarya Meski Mengalami Kerusakan Pita Suara
Perjalanan karier Ari Lasso tidak selalu berjalan mulus. Pada 2009, ia sempat mengalami kerusakan pita suara yang cukup serius.
Kondisi tersebut memaksanya menjalani puasa bicara demi memulihkan kesehatan vokalnya.
Meski menghadapi tantangan besar, Ari tidak berhenti berkarya. Ia tetap aktif merilis lagu dan tampil di berbagai acara musik nasional.
Semangat dan konsistensinya membuat Ari tetap relevan di tengah perubahan tren industri musik Indonesia.
Saat memasuki usia 40 tahun, Ari bahkan masih aktif merilis single baru, salah satunya Kamu Egois yang diputar di puluhan radio nasional.
Kemampuannya bertahan selama puluhan tahun menjadi bukti bahwa Ari Lasso memiliki kualitas dan pengaruh besar di dunia hiburan Indonesia.
Kiprah Ari Lasso di Dunia Hiburan dan Indonesian Idol
Selain aktif bermusik, Ari Lasso juga dikenal sebagai figur penting di industri hiburan Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia tampil sebagai juri ajang pencarian bakat Indonesian Idol.
Lewat program tersebut, Ari ikut membimbing dan memberikan inspirasi kepada generasi baru musisi Indonesia.
Pengalamannya di dunia musik membuat banyak peserta menghormati pandangan dan kritik yang ia berikan.
Tidak hanya itu, Ari juga dikenal memiliki karakter humoris, santai, dan dekat dengan penggemarnya. Faktor tersebut membuat popularitasnya tetap tinggi hingga sekarang.
Ari Lasso Menjadi Simbol Perjuangan dan Kebangkitan
Perjalanan hidup Ari Lasso menunjukkan bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya.
Ia pernah berada di titik terendah dalam hidup, kehilangan karier, menghadapi masalah pribadi, hingga berjuang melawan ketergantungan narkoba.
Namun, Ari berhasil bangkit dan membuktikan dirinya tetap mampu berkarya di industri musik Indonesia.
Kini, Ari Lasso dikenal sebagai salah satu musisi legendaris Indonesia yang memiliki pengaruh besar lintas generasi.
Kisah hidupnya menjadi inspirasi tentang perjuangan, ketekunan, kerja keras, dan keberanian untuk memperbaiki masa lalu.
Di tengah persaingan industri hiburan yang terus berubah, Ari Lasso tetap berdiri sebagai ikon musik Indonesia yang karya-karyanya terus hidup di hati penggemar.(*)









