Ban Mobil Terlihat Normal? Hati-Hati, Kerusakan Ini Bisa Picu Kecelakaan Fatal

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tanda kerusakan pada Ban mobil.

Tanda kerusakan pada Ban mobil.

OTOMOTIF,JS- Kerusakan pada ban mobil kerap muncul tanpa disadari pengendara. Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi ancaman serius bagi keselamatan, terutama bagi mereka yang rutin berkendara jarak jauh atau menghadapi lalu lintas padat setiap hari.

Banyak pengendara mengira ban masih aman selama tidak terlihat bocor atau kempis. Faktanya, sejumlah kerusakan justru berkembang di bagian dalam ban dan sulit dikenali secara kasat mata.

Kerusakan Tersembunyi Mengintai Pengendara

Benturan dengan lubang jalan, polisi tidur, atau trotoar sering memicu kerusakan internal pada ban. Selain itu, benda tajam seperti paku dapat menyebabkan kebocoran angin secara perlahan tanpa gejala awal yang jelas.

Baca Juga :  Jangan Anggap Remeh, Kerikil di Jalan Bisa Merusak Ban Mobil

Head of Original Equipment (OE) Sales Bridgestone Indonesia, Fisa Rizqiano, menegaskan bahwa banyak pengendara terlambat menyadari kondisi tersebut.

“Biasanya pengendara baru sadar saat mobil mulai bergetar, terdengar suara gemuruh, atau terasa tidak stabil. Padahal, kerusakan bisa terjadi jauh sebelumnya,” ujar Fisa kepada Kompas.com, Senin (15/9/2025).

Kerusakan Kecil Bisa Berkembang Lebih Parah

Menurut Fisa, kerusakan ringan yang diabaikan berpotensi berkembang menjadi masalah besar. Ban yang mengalami keausan tidak merata atau deformasi internal dapat menurunkan daya cengkeram dan kemampuan pengereman.

Akibatnya, kendaraan menjadi lebih sulit dikendalikan, terutama saat bermanuver atau melakukan pengereman mendadak. Kondisi ini secara langsung meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.

Pemeriksaan Rutin Jadi Kunci Keselamatan

Untuk mencegah risiko tersebut, Fisa mendorong pengendara melakukan pemeriksaan ban secara rutin. Pemeriksaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada tekanan angin.

Pengendara juga perlu mengecek keausan tapak ban, memastikan tidak ada benjolan, serta memperhatikan kemungkinan adanya benda asing yang menempel di telapak ban.

Baca Juga :  Harga Murah Bukan Segalanya, Ini Cara Aman Pemula Beli Mobil Bekas

“Pengecekan sederhana namun konsisten bisa membantu mendeteksi masalah sejak dini,” jelasnya.

Rotasi Ban Membantu Deteksi Lebih Awal

Selain pemeriksaan visual, rotasi ban secara berkala juga memegang peran penting. Rotasi membuat setiap ban menerima beban yang lebih merata selama pemakaian.

Melalui rotasi, pengendara memiliki kesempatan untuk memeriksa kondisi setiap ban secara lebih teliti. Langkah ini sekaligus membantu memperpanjang usia pakai ban.

Waspadai Gejala Saat Berkendara

Di sisi lain, pengendara perlu lebih peka terhadap perubahan saat berkendara. Getaran yang tidak biasa, suara asing dari roda, atau mobil terasa goyang sering menjadi sinyal awal adanya masalah pada ban.

Dengan mendeteksi gejala sejak awal, pengendara dapat mencegah kerusakan bertambah parah dan menjaga keselamatan selama perjalanan.

Perawatan Ban Bukan Sekadar Pelengkap

Melalui perawatan yang tepat dan pemeriksaan rutin, pengendara tidak hanya menjaga performa kendaraan tetap optimal. Langkah tersebut juga berperan besar dalam menekan risiko kecelakaan akibat kerusakan ban yang tidak terlihat.

Mengingat peran ban sebagai satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan jalan, pengendara perlu menjadikan perawatan ban sebagai prioritas utama, bukan sekadar pelengkap perawatan kendaraan.(*)

Berita Terkait

Cocok Untuk Kurir Ekspedis, Motor Listrik Subsidi Terbaik dengan Biaya Operasional Bisa Turun hingga 70%
Review BYD M6 2026: Mobil Listrik Keluarga dengan Biaya Operasional Super Irit, Fitur Mewah dan ADAS Terlengkap
Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Ini Sejarah Setir Mobil di Indonesia berada di Sebelah Kanan
Mesin Diesel Susah Hidup Saat Pagi? Jangan Langsung Salahkan Aki, Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Yamaha Aerox E Akhirnya Dijual, Harga Lebih Murah dari Prediksi dan Bawa Teknologi EV Masa Depan
Filter Bahan Bakar Mobil Kapan Harus Diganti? Ini Waktu Ideal agar Mesin Tetap Prima
3 Motor Listrik Buatan Indonesia Terbaik 2026, Pilihan Hemat dengan Teknologi Modern
Kampas Kopling Mobil Matik Cepat Habis? Hindari 7 Kebiasaan Ini agar Transmisi Awet
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:01 WIB

Cocok Untuk Kurir Ekspedis, Motor Listrik Subsidi Terbaik dengan Biaya Operasional Bisa Turun hingga 70%

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:01 WIB

Review BYD M6 2026: Mobil Listrik Keluarga dengan Biaya Operasional Super Irit, Fitur Mewah dan ADAS Terlengkap

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:01 WIB

Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Ini Sejarah Setir Mobil di Indonesia berada di Sebelah Kanan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:01 WIB

Mesin Diesel Susah Hidup Saat Pagi? Jangan Langsung Salahkan Aki, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:01 WIB

Yamaha Aerox E Akhirnya Dijual, Harga Lebih Murah dari Prediksi dan Bawa Teknologi EV Masa Depan

Berita Terbaru