MUAROJAMBI,JS – Wajah kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi tercoreng oleh tumpukan sampah yang menggunung. Sampah rumah tangga terlihat menumpuk dan membusuk di lingkungan kantor pemerintahan, hanya beberapa puluh meter dari simpang rumah dinas Wakil Bupati serta kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Tumpukan sampah tersebut langsung menarik perhatian warga yang melintas. Plastik, sisa makanan, dan berbagai limbah rumah tangga bercampur menjadi satu. Sebagian kantong plastik bahkan robek sehingga isinya meluber hingga ke badan jalan.
Akibatnya, lalat beterbangan di sekitar lokasi. Bau busuk juga menyengat dan terasa kuat bagi setiap pengendara yang melintas di kawasan itu.
“Baunya menyengat sekali. Kalau lewat harus tutup hidung,” keluh Amrizal, pengendara sepeda motor yang hampir setiap hari melewati area tersebut.
Selain merusak pemandangan, kondisi ini juga memicu kekhawatiran terkait kesehatan lingkungan. Terlebih lagi, lokasi tumpukan sampah berada di pusat pemerintahan daerah yang seharusnya menjadi contoh kebersihan.
DPRD Kritik Penanganan Sampah
Situasi tersebut memicu kritik dari anggota DPRD Muaro Jambi Fraksi PAN, Ulil Amri. Ia menilai penanganan sampah di kawasan perkantoran menunjukkan lemahnya respons dari Dinas Lingkungan Hidup.
Menurut Ulil, pejabat DLH yang baru dilantik seharusnya mampu menunjukkan kinerja yang lebih baik. Namun kondisi di lapangan justru memperlihatkan hal sebaliknya.
“Responsnya rendah dan tidak terlihat ada inisiatif. Seharusnya lebih baik dari pejabat sebelumnya. Sekarang justru terkesan pembiaran,” tegas Ulil, Selasa (2/3/2026).
Selain itu, Ulil juga menilai manajemen pengangkutan sampah di daerah tersebut belum berjalan optimal. Ia menilai pengawasan dari dinas terkait masih lemah.
Sampah Menumpuk di Sejumlah Titik
Tidak hanya di kawasan perkantoran pemerintah, persoalan sampah juga muncul di sejumlah lokasi lain di Muaro Jambi.
Ulil menyebut tumpukan sampah juga terlihat di depan SMP 7 Jaluko. Kondisi serupa bahkan muncul di beberapa titik lain yang sering dilalui masyarakat.
“Ini kawasan kantor pemerintah, bukan pelosok. Kalau di pusat pemerintahan saja seperti ini, bagaimana dengan wilayah lain?” ujarnya.
DPRD Desak Langkah Cepat
Karena itu, Ulil mendesak Dinas Lingkungan Hidup segera mengambil langkah konkret. Ia meminta dinas tersebut tidak hanya menunggu laporan masyarakat.
Selain itu, ia juga meminta Bupati Muaro Jambi melakukan evaluasi terhadap kinerja pejabat terkait jika persoalan ini terus berulang.
Persoalan sampah di kawasan perkantoran kini menjadi sorotan publik. Masyarakat menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengelolaan kebersihan di daerah.
Karena itu, publik menunggu langkah cepat dari DLH Muaro Jambi. Penanganan yang cepat dan terukur dinilai penting agar persoalan ini tidak terus berulang.(*)









