Diam-Diam Menguras Uang, 10 Pengeluaran Ini Dihindari Orang Kaya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi 10 hal yang tidak dibeli orang kaya untuk jaga kekayaannya.

Ilustrasi 10 hal yang tidak dibeli orang kaya untuk jaga kekayaannya.

BISNIS,JS- Membangun kekayaan tidak hanya bergantung pada besarnya penghasilan atau keberhasilan investasi. Banyak orang kaya justru menekankan disiplin dalam mengelola pengeluaran sebagai kunci utama menjaga aset tetap tumbuh.

Mereka tidak sembarangan membelanjakan uang. Sebaliknya, setiap pengeluaran selalu dipertimbangkan berdasarkan nilai dan manfaat jangka panjang. Jika suatu biaya tidak memberi dampak positif pada keuangan, mereka cenderung menghindarinya.

Sebaliknya, banyak orang kelas menengah sering terjebak pada pengeluaran konsumtif. Tanpa disadari, kebiasaan tersebut mengurangi peluang untuk menabung atau berinvestasi.

Mengutip New Trader U, Kamis (14/12/2025), terdapat sejumlah jenis pengeluaran yang secara konsisten dihindari oleh orang kaya.

Menghindari Pajak Berlebih Secara Legal

Pertama, orang kaya selalu berusaha memastikan mereka tidak membayar pajak lebih dari yang seharusnya. Mereka menyusun strategi perencanaan pajak sepanjang tahun agar beban pajak tetap efisien.

Sebagai contoh, mereka memaksimalkan kontribusi dana pensiun, memanfaatkan tax-loss harvesting, serta menata struktur bisnis agar lebih optimal.

Langkah tersebut tidak bertujuan menghindari kewajiban pajak. Sebaliknya, mereka memanfaatkan aturan yang tersedia secara sah. Sementara itu, banyak pekerja kelas menengah kehilangan potensi penghematan karena kurang memahami potongan atau kredit pajak yang bisa diklaim.

Menjauhi Bunga dari Utang Konsumtif

Selain pajak, orang kaya juga sangat berhati-hati terhadap utang yang menghasilkan bunga. Mereka menghindari saldo kartu kredit, cicilan kendaraan, maupun pembiayaan barang rumah tangga.

Bagi mereka, bunga merupakan pengeluaran yang tidak memberikan nilai balik. Oleh karena itu, mereka selalu melunasi tagihan kartu kredit secara penuh setiap bulan.

Ketika membeli kendaraan, sebagian besar memilih membayar tunai. Jika menggunakan pembiayaan, mereka mencari bunga yang sangat rendah.

Baca Juga :  Saat Orang Kaya Makin Kaya, Kelas Menengah Justru Tertekan

Memilih Kualitas, Bukan Harga Termurah

Selanjutnya, orang kaya tidak selalu memilih layanan dengan harga paling murah. Mereka justru memprioritaskan kualitas dan pengalaman.

Dalam urusan akuntan, pengacara, konsultan, hingga kontraktor rumah, mereka cenderung memilih tenaga profesional yang terbukti kompeten.

Keputusan ini didasarkan pada pertimbangan jangka panjang. Layanan murah sering menimbulkan kesalahan yang akhirnya membutuhkan biaya tambahan untuk memperbaikinya.

Tidak Mengandalkan Lotre

Berikutnya, orang kaya tidak menjadikan lotre sebagai cara memperoleh kekayaan. Mereka memahami peluang kemenangan yang sangat kecil.

Karena itu, mereka memilih mengalokasikan uang tersebut ke investasi yang memiliki potensi keuntungan lebih jelas.

Dengan cara ini, peluang pertumbuhan aset menjadi jauh lebih realistis.

Tidak Menganggap Judi sebagai Strategi Keuangan

Selain lotre, orang kaya juga tidak menjadikan judi sebagai cara menghasilkan uang.

Mereka memahami bahwa sistem perjudian selalu menguntungkan penyelenggara. Oleh sebab itu, mereka tidak memasukkan aktivitas tersebut ke dalam strategi keuangan.

Jika pun ikut berjudi, mereka melakukannya semata sebagai hiburan dan menggunakan dana yang siap hilang.

Baca Juga :  Bank Mandiri Perkuat Struktur Keuangan, Dukung Ekspansi Bisnis

Menghindari Garansi Tambahan

Banyak toko menawarkan garansi tambahan saat seseorang membeli barang elektronik atau peralatan rumah tangga. Namun, orang kaya sering melewatkan opsi tersebut.

Mereka menilai program garansi tambahan lebih menguntungkan penjual daripada konsumen.

Sebagai gantinya, mereka menyiapkan dana darurat yang cukup untuk menanggung risiko kerusakan.

Tidak Tertarik pada Timeshare

Orang kaya juga jarang membeli timeshare, yaitu sistem kepemilikan properti liburan secara bersama.

Meskipun terlihat menarik, model ini memiliki beberapa kelemahan. Biaya awal biasanya tinggi, terdapat biaya tahunan, serta fleksibilitas penggunaan yang terbatas.

Selain itu, nilai jual kembali sering kali rendah. Karena alasan tersebut, orang kaya lebih memilih membeli properti liburan sendiri atau menginap di hotel saat bepergian.

Memilih Makanan Berkualitas

Dalam hal gaya hidup, orang kaya juga memperhatikan kualitas makanan.

Sebagian besar memilih makanan segar, alami, dan memiliki sumber yang jelas. Mereka memandang kesehatan sebagai aset penting.

Dengan pola makan yang lebih baik, mereka berusaha menghindari biaya kesehatan besar di masa depan.

Baca Juga :  OJK ; Pembiayaan KMP Rp 149 Triliun dan MBG RP1.02 Triliun

Menghemat Waktu dengan Jasa Profesional

Selain uang, orang kaya juga sangat menghargai waktu. Oleh karena itu, mereka jarang mengurus pekerjaan kecil yang menyita waktu, seperti merawat taman.

Sebagai gantinya, mereka menggunakan jasa landscaper profesional.

Langkah ini memberi mereka lebih banyak waktu untuk fokus pada bisnis, investasi, atau membangun relasi.

Mengganti Barang Lama Jika Perbaikan Terlalu Mahal

Terakhir, orang kaya cenderung mengganti barang lama jika biaya perbaikan sudah mendekati harga barang baru.

Kebiasaan ini berlaku untuk berbagai hal, mulai dari atap rumah, kendaraan, hingga peralatan rumah tangga.

Barang baru biasanya lebih efisien, lebih tahan lama, dan memberikan rasa aman dalam penggunaan.

Fokus pada Nilai Jangka Panjang

Pada akhirnya, kebiasaan finansial orang kaya bukan sekadar soal berhemat. Mereka selalu menghitung nilai dari setiap pengeluaran.

Jika suatu biaya berpotensi menggerus kekayaan, mereka akan menghindarinya. Sebaliknya, uang yang berhasil dihemat akan mereka alihkan ke investasi yang mampu tumbuh dalam jangka panjang.(*)

Berita Terkait

Dana Pensiun Sukarela Melejit, SBN Jadi Primadona!
Investasi Murah dan Praktis, ETF Emas Jadi Primadona 2026
Investor Asing Borong Saham Indonesia, Meski IHSG Tertekan
UMKM di Ambang Bahaya? Ritel Modern Kian Menggurita
Kenapa Nama Danantara Tak Ada di BEI? Ini Penjelasan Pandu
Harga Komoditas Menggila, Antam Berpotensi Raup Laba Jumbo Tahun Ini
Investasi Jalan di Tempat? Coba Cek Strategi Tahunan Anda
Bisnis Sendiri Tanpa Modal Besar, Begini Strateginya
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:00 WIB

Diam-Diam Menguras Uang, 10 Pengeluaran Ini Dihindari Orang Kaya

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:30 WIB

Dana Pensiun Sukarela Melejit, SBN Jadi Primadona!

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:30 WIB

Investasi Murah dan Praktis, ETF Emas Jadi Primadona 2026

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:00 WIB

Investor Asing Borong Saham Indonesia, Meski IHSG Tertekan

Jumat, 6 Maret 2026 - 11:00 WIB

UMKM di Ambang Bahaya? Ritel Modern Kian Menggurita

Berita Terbaru

Transformasi pembelajaran digital, hadirkan platform edukasi berbasis AI

Pendidikan

Transformasi Digital Sekolah: Kelas Pintar Kini Serba AI

Sabtu, 7 Mar 2026 - 09:00 WIB

Upaya penertiban PKL yang dilaksanakan Pemkot Sungai Penuh

Daerah

Pusat Kota Sungai Penuh Ditata, PKL Terpaksa Ditertibkan!

Sabtu, 7 Mar 2026 - 07:30 WIB