Serangan Siber Serbu Platform AI, ChatGPT Jadi Target Utama

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebih dari 300.000 kredensial ChatGPT bocor akibat malware.

Lebih dari 300.000 kredensial ChatGPT bocor akibat malware.

TEKNOLOGI,JS- Pelaku siber kini menargetkan platform kecerdasan buatan (AI). Peningkatan penggunaan AI dalam bisnis dan operasional perusahaan membuat teknologi ini menarik bagi penjahat digital.

Laporan 2026 X-Force Threat Intelligence Index dari IBM mencatat, malware mencuri lebih dari 300.000 akun ChatGPT sepanjang 2025. Tim keamanan IBM X-Force menegaskan, pelaku siber memanfaatkan kredensial ini untuk mengakses akun, memanipulasi hasil AI, mengekstrak data sensitif pengguna, dan menyisipkan malicious prompt.

Baca Juga :  Tren “How I Treat ChatGPT” Meledak di TikTok, Begini Caranya

Perusahaan Perlu Strategi Keamanan Proaktif

Mark Hughes, Global Managing Partner for Cybersecurity Services di IBM, menekankan bahwa perusahaan harus memperkuat sistem keamanan identitas dan akses pengguna. “Para pemimpin keamanan harus beralih ke strategi proaktif. Mereka bisa menggunakan deteksi dan respons ancaman berbasis agen untuk menemukan celah dan menghentikan serangan sebelum berkembang lebih besar,” ujarnya, dikutip dari Bisnis, Jumat (6/3/2026).

AI Mempercepat Serangan Siber

IBM melaporkan, AI membantu pelaku siber mempercepat serangan. Penyerang menggunakan AI untuk menganalisis data dalam jumlah besar, mempercepat pengintaian sistem target, dan mengeksekusi jalur serangan secara otomatis.

Di Asia Tenggara, beberapa sindikat penipuan mengoperasikan AI dalam kegiatan mereka. Mereka memanfaatkan chatbot multibahasa untuk menjangkau korban di berbagai negara.

Kawasan Asia Pasifik menempati posisi kedua sebagai wilayah dengan jumlah serangan siber tertinggi di dunia. Wilayah ini menyumbang sekitar 27% dari total insiden yang diamati tim X-Force. Pertumbuhan digital yang cepat dan ketegangan geopolitik membuat kawasan ini menarik bagi pelaku ancaman. Mereka mencari keuntungan strategis, finansial, dan efek disruptif.

Metode Serangan Paling Sering Digunakan

Pelaku siber di Asia Pasifik mengandalkan malware sebagai metode utama (45%). Selanjutnya, mereka menggunakan spam (15%), alat sah (legitimate tools) (15%), dan akses ke server (10%). Kombinasi teknik tradisional dan modern ini memungkinkan mereka mencapai target lebih cepat.

Baca Juga :  ChatGPT Beriklan, Pengguna Tetap Bisa Kontrol Privasi

Industri Manufaktur Paling Rawan

Sektor manufaktur menjadi target utama selama lima tahun berturut-turut. Sektor ini menyumbang sekitar 27,7% dari insiden global. Penyerang biasanya mencuri data, yang dapat mengganggu operasi perusahaan dan rantai pasok secara signifikan.

IBM menekankan, perusahaan harus memperkuat strategi keamanan, meningkatkan kesadaran karyawan, dan menerapkan teknologi deteksi dini. Langkah ini akan membantu mereka mencegah serangan siber dan melindungi data penting.(*)

Berita Terkait

Cara Melacak Lokasi Seseorang Tanpa Ribet Pakai WhatsApp & Google Maps
Canva AI 2.0: Rahasia Baru Bikin Konten Viral Tanpa Desainer, Hemat Waktu & Biaya!
Cara Blokir Nomor Tidak Dikenal di iPhone 2026: Anti Spam, Privasi Aman, Panggilan Langsung Terhenti!
Wajib Tahu! Kelebihan dan Risiko ShopeePay yang Jarang Dibahas Pengguna
Bongkar Fitur Shopee yang Bikin Dompet Aman: Cashback Besar & Diskon Gila!
Rekomendasi Tablet Gaming Xiaomi 2026, Spek Tinggi Harga Bersahabat
Laptop Gaming Murah RTX 5060 Resmi Rilis! Axioo Pongo AMD Series Bikin Gamer Hemat Jutaan
Rahasia Promo Shopee: Cashback Gila-Gilaan dan Gratis Ongkir Setiap Hari
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 15:00 WIB

Cara Melacak Lokasi Seseorang Tanpa Ribet Pakai WhatsApp & Google Maps

Kamis, 23 April 2026 - 21:00 WIB

Canva AI 2.0: Rahasia Baru Bikin Konten Viral Tanpa Desainer, Hemat Waktu & Biaya!

Rabu, 22 April 2026 - 15:00 WIB

Cara Blokir Nomor Tidak Dikenal di iPhone 2026: Anti Spam, Privasi Aman, Panggilan Langsung Terhenti!

Rabu, 22 April 2026 - 10:00 WIB

Wajib Tahu! Kelebihan dan Risiko ShopeePay yang Jarang Dibahas Pengguna

Rabu, 22 April 2026 - 06:00 WIB

Bongkar Fitur Shopee yang Bikin Dompet Aman: Cashback Besar & Diskon Gila!

Berita Terbaru

Nasional

Terungkap! Nasib PPPK 2026 Bisa Berubah Total Tahun Ini

Sabtu, 25 Apr 2026 - 17:31 WIB