SUNGAI PENUH, JS – Kemarau panjang yang melanda Kota Sungai Penuh tidak hanya menyebabkan kekeringan lahan, tetapi juga bisa memicu kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Di sejumlah desa, aliran drainase tidak berfungsi maksimal. Air yang menggenang di saluran tersebut menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak.
Kondisi inilah yang membuat warga meminta perhatian serius dari Pemerintah Kota Sungai Penuh.
Drainase Menggenang Jadi Sarang Nyamuk
Keluhan salah satunya datang dari Yuni, warga RT 02 Desa Debai. Ia menjelaskan bahwa drainase di desanya berukuran kecil dan aliran airnya tidak berjalan lancar.
“Air drainase desa kami mengalir pas hujan saja, makanya kami khawatir nyamuk DBD bisa cepat berkembang,” ungkapnya.
Menurut Yuni, selama kemarau panjang air dalam drainase tidak surut total, sehingga menjadi tempat yang sangat potensial bagi perkembangbiakan jentik nyamuk.
Warga Minta Fogging untuk Cegah Kasus DBD
Melihat kondisi tersebut, warga Desa Debai berharap Dinas Kesehatan Sungai Penuh segera melakukan tindakan pencegahan berupa fogging atau pengasapan.
“Jangan kejadian seperti beberapa tahun lalu terulang, di mana banyak warga Desa kami dilarikan ke RSUD karena DBD. Kami berharap ada perhatian dari Pemkot Sungai Penuh,” sebutnya.
Warga menilai langkah cepat sangat dibutuhkan agar penyebaran DBD dapat ditekan sebelum menimbulkan korban.(AN)









