Waspada DBD, Warga Minta Pemkot Lakukan Fogging

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pelaksanaan Fogging Cegah DBD

Ilustrasi pelaksanaan Fogging Cegah DBD

SUNGAI PENUH, JS – Kemarau panjang yang melanda Kota Sungai Penuh tidak hanya menyebabkan kekeringan lahan, tetapi juga bisa memicu kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Di sejumlah desa, aliran drainase  tidak berfungsi maksimal. Air yang menggenang di saluran tersebut menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak.

Kondisi inilah yang membuat warga meminta perhatian serius dari Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Drainase Menggenang Jadi Sarang Nyamuk

Keluhan salah satunya datang dari Yuni, warga RT 02 Desa Debai. Ia menjelaskan bahwa drainase di desanya berukuran kecil dan aliran airnya tidak berjalan lancar.

Baca Juga :  Standby 24 Jam, Dinas PUPR Gerak Cepat Tangani Banjir Kerinci

“Air drainase desa kami mengalir pas hujan saja, makanya kami khawatir nyamuk DBD bisa cepat berkembang,” ungkapnya.

Menurut Yuni, selama kemarau panjang air dalam drainase tidak surut total, sehingga menjadi tempat yang sangat potensial bagi perkembangbiakan jentik nyamuk.

Baca Juga :  Survei Terbaru Capres: Prabowo 46,7% Unggul Jauh, Dedi Mulyadi Salip Anies—Peta Politik Berubah Drastis

Warga Minta Fogging untuk Cegah Kasus DBD

Melihat kondisi tersebut, warga Desa Debai berharap Dinas Kesehatan Sungai Penuh segera melakukan tindakan pencegahan berupa fogging atau pengasapan.

“Jangan kejadian seperti beberapa tahun lalu terulang, di mana banyak warga Desa kami dilarikan ke RSUD karena DBD. Kami berharap ada perhatian dari Pemkot Sungai Penuh,” sebutnya.

Warga menilai langkah cepat sangat dibutuhkan agar penyebaran DBD dapat ditekan sebelum menimbulkan korban.(AN)

Berita Terkait

Bimtek BPD Sungai Penuh Sesuai Prosedur? Benarkah, Publik Terus Pertanyakan Dasar Anggarannya
Kabut Asap Sungai Penuh dan Kerinci Makin Pekat, Kesehatan Masyrakat Terancam
Kabut Asap Sarolangun Makin Pekat, ISPU Tembus 203,5 dan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Dihadiri Wawako Azhar, Ini Pesan Sri Kartini Alfin bagi Orang Tua di Kelas Parenting
Kabut Asap Jambi Ganggu 9 Penerbangan di Bandara Sultan Thaha, Pesawat Dialihkan ke Palembang
Absensi Digital Jadi Acuan Evaluasi ASN Sungai Penuh, BKPSDM Pantau Kedisiplinan PNS dan PPPK
Mulai November 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di Jambi Dapat Insentif Rp500 Ribu, Ini Rincian Gajinya
Jalan Lubuk Suli–Kubang Empat Tahun Rusak, Pemuda Sempat Tanami Pisang di Tengah Jalan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Kabut Asap Sungai Penuh dan Kerinci Makin Pekat, Kesehatan Masyrakat Terancam

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Kabut Asap Sarolangun Makin Pekat, ISPU Tembus 203,5 dan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Dihadiri Wawako Azhar, Ini Pesan Sri Kartini Alfin bagi Orang Tua di Kelas Parenting

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Kabut Asap Jambi Ganggu 9 Penerbangan di Bandara Sultan Thaha, Pesawat Dialihkan ke Palembang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Absensi Digital Jadi Acuan Evaluasi ASN Sungai Penuh, BKPSDM Pantau Kedisiplinan PNS dan PPPK

Berita Terbaru