Harga Sawit Jambi Turun Lagi! TBS Periode 15–21 Mei 2026 Kini Rp3.860/Kg, Petani Mulai Khawatir

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI,JS- Harga kelapa sawit di Provinsi Jambi kembali mengalami penurunan pada periode 15–21 Mei 2026. Tim Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Provinsi Jambi menetapkan penurunan sebesar Rp34,46 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.

Meski turun, harga sawit Jambi masih bertahan di level tinggi. Untuk TBS kelapa sawit usia produktif 10 hingga 20 tahun, harga mencapai Rp3.860,52 per kilogram di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS).

Penetapan harga tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, perusahaan kelapa sawit, perwakilan petani, hingga tim teknis lainnya. Pemerintah daerah terus melakukan evaluasi rutin agar harga sawit tetap mengikuti kondisi pasar global dan nasional.

Namun demikian, harga yang ditetapkan pemerintah tersebut hanya berlaku untuk petani plasma dan transaksi di tingkat pabrik. Sementara itu, petani mandiri masih menerima harga lebih rendah karena rantai distribusi dan biaya transportasi.

Saat ini, harga sawit di tingkat petani dan tengkulak berada di kisaran Rp3.000 hingga Rp3.400 per kilogram, tergantung kualitas buah, lokasi kebun, dan jarak menuju pabrik.

Daftar Lengkap Harga Sawit Jambi Periode 15–21 Mei 2026

Berikut rincian harga TBS kelapa sawit di jambi berdasarkan usia tanaman:

  • Umur 3 tahun: Rp2.996,34 per kilogram
  • Umur 4 tahun: Rp3.216,87 per kilogram
  • Umur 5 tahun: Rp3.363,50 per kilogram
  • Umur 6 tahun: Rp3.502,99 per kilogram
  • Umur 7 tahun: Rp3.591,17 per kilogram
  • Umur 8 tahun: Rp3.669,11 per kilogram
  • Umur 9 tahun: Rp3.740,35 per kilogram
  • Umur 10–20 tahun: Rp3.860,52 per kilogram
  • Umur 21–24 tahun: Rp3.747,76 per kilogram
  • Umur 25 tahun: Rp3.582,03 per kilogram

Data tersebut menunjukkan bahwa tanaman sawit usia 10 hingga 20 tahun masih menjadi fase paling produktif. Karena itu, petani yang memiliki kebun pada rentang usia tersebut masih memperoleh keuntungan lebih besar dibandingkan tanaman muda maupun tua.

Harga CPO dan Kernel Masih Jadi Penopang Pasar Sawit

Selain menetapkan harga TBS, tim juga merilis harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan harga kernel.

Pada periode ini, harga CPO berada di angka Rp15.020,26 per kilogram. Sementara itu, harga kernel tercatat Rp14.547,07 per kilogram dengan indeks K sebesar 95,22 persen.

Harga CPO global masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi harga sawit domestik. Ketika harga minyak sawit dunia melemah, harga TBS di tingkat daerah biasanya ikut terkoreksi.

Selain faktor global, kondisi ekspor, nilai tukar rupiah, permintaan industri biodiesel, hingga produksi sawit nasional juga ikut menentukan arah harga sawit setiap pekan.

Petani Sawit Mandiri Masih Menghadapi Tantangan Besar

Walaupun harga sawit di tingkat pabrik masih relatif tinggi, banyak petani mandiri di Jambi belum menikmati harga maksimal.

Beberapa petani mengaku masih menjual hasil panen melalui tengkulak atau pengepul karena keterbatasan akses langsung ke pabrik. Akibatnya, harga jual yang diterima lebih rendah.

Di sisi lain, biaya operasional kebun juga terus meningkat. Harga pupuk, biaya panen, transportasi, hingga upah tenaga kerja membuat margin keuntungan petani semakin tertekan.

Kondisi tersebut membuat sebagian petani berharap pemerintah daerah dapat memperkuat sistem kemitraan dan memperluas akses petani mandiri ke pabrik kelapa sawit.

Selain itu, petani juga meminta pengawasan lebih ketat terhadap praktik pemotongan harga oleh tengkulak yang kerap terjadi di lapangan.

Baca Juga :  Harga Sawit Jambi Turun Tipis Hari Ini, TBS Tembus Rp3.894/Kg: Cek Daftar Lengkapnya

Harga Sawit Diprediksi Masih Fluktuatif Hingga Akhir 2026

Pengamat perkebunan memprediksi harga sawit masih bergerak fluktuatif dalam beberapa bulan ke depan. Pasar minyak nabati dunia saat ini masih menghadapi tekanan akibat perlambatan ekonomi global dan perubahan permintaan ekspor.

Namun demikian, kebutuhan minyak sawit untuk industri makanan, kosmetik, dan biodiesel diperkirakan tetap tinggi. Faktor tersebut berpotensi menahan penurunan harga sawit agar tidak jatuh terlalu dalam.

Selain itu, kebijakan pemerintah terkait mandatori biodiesel juga menjadi penopang penting industri sawit nasional sepanjang 2026.

Jika permintaan ekspor meningkat dan produksi global menurun, harga sawit berpeluang kembali menguat pada semester kedua tahun ini.

Sawit Masih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Jambi

Industri kelapa sawit masih menjadi sektor andalan ekonomi masyarakat Jambi. Ribuan petani menggantungkan penghasilan dari komoditas ini.

Karena itu, setiap perubahan harga sawit selalu menjadi perhatian utama masyarakat, terutama di daerah sentra perkebunan seperti Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tebo, Batanghari, hingga Merangin.

Turunnya harga sawit memang belum terlalu tajam, tetapi petani berharap tren penurunan tidak berlangsung lama. Banyak petani kini memilih menekan biaya produksi sambil menunggu harga kembali stabil.

Baca Juga :  11 Hari Truk Batu Bara Dilarang Melintas, Jemaah Haji Jambi Bisa Berangkat Tanpa Macet

Pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan kualitas buah sawit agar petani memperoleh harga lebih baik di tingkat pabrik.

Kesimpulan

Harga sawit Jambi periode 15–21 Mei 2026 turun Rp34,46 per kilogram. Meski begitu, harga TBS usia 10–20 tahun masih bertahan di level Rp3.860,52 per kilogram di tingkat pabrik.

Sementara itu, harga di tingkat petani berada di kisaran Rp3.000 hingga Rp3.400 per kilogram. Perbedaan harga tersebut masih menjadi tantangan utama bagi petani mandiri.

Ke depan, harga sawit diperkirakan tetap bergerak dinamis mengikuti kondisi pasar global, harga CPO dunia, dan kebijakan energi nasional.(*)

Berita Terkait

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan
APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota
Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”
Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi
Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya
Resmi Didorong Kemenkum, Kopi Arabika Sungai Penuh Siap Bersaing di Pasar Global
BKN Fasilitasi Penataan Kepala Sekolah di Sungai Penuh, BKPSDM Dorong Sistem Merit dan Profesionalisme ASN
Pengusaha di Merangin Garut Kepala!, Pemkab Naikkan Tarif Listrik Perusahaan dari Rp200 Jadi Rp1.035 per kWh
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 19:03 WIB

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:35 WIB

Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:44 WIB

Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:13 WIB

Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:01 WIB

Resmi Didorong Kemenkum, Kopi Arabika Sungai Penuh Siap Bersaing di Pasar Global

Berita Terbaru

Nilai tukar ringgit terhadap rupiah hari ini

Internasional

Ringgit Malaysia Kian Menguat, Segini Kurs 1 MYR ke Rupiah Hari ini

Senin, 29 Jun 2026 - 20:01 WIB