Sempat Rugi, Industri Asuransi Umum Kini Balik Untung Rp15,8 Triliun

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

AAUI Indonesia. (Sumber/Google)

AAUI Indonesia. (Sumber/Google)

BISNIS,JS- Industri asuransi umum di Indonesia menunjukkan tanda pemulihan yang kuat. Setelah menghadapi tekanan dan mencatat kerugian pada tahun sebelumnya, sektor ini akhirnya berhasil membalikkan keadaan dengan membukukan laba setelah pajak sebesar Rp15,8 triliun pada 2025.

Capaian tersebut mencerminkan perbaikan kinerja industri yang sebelumnya terbebani oleh lonjakan klaim dan berbagai tantangan operasional. Kini, peningkatan premi dan perbaikan hasil underwriting mulai mendorong sektor ini kembali ke jalur pertumbuhan.

Baca Juga :  Asuransi Perjalanan Diprediksi Laris Menjelang Lebaran

Tekanan Klaim Menggerus Kinerja Industri

Pada tahun 2024, industri asuransi umum menghadapi tantangan berat. Perusahaan-perusahaan asuransi memang masih mampu menghimpun premi dalam jumlah besar. Namun, lonjakan klaim secara signifikan menggerus kinerja keuangan industri.

Sepanjang periode tersebut, total klaim mencapai sekitar Rp119 triliun. Nilai klaim yang sangat tinggi akhirnya menekan kinerja industri hingga mencatat kerugian sekitar Rp8,9 triliun.

Situasi ini memaksa pelaku industri melakukan berbagai penyesuaian. Perusahaan mulai memperketat pengelolaan risiko sekaligus memperbaiki strategi underwriting agar kondisi keuangan dapat kembali stabil.

Premi Industri Mulai Tumbuh

Memasuki tahun 2025, kondisi industri mulai membaik secara bertahap. Seiring dengan perbaikan strategi bisnis, perusahaan asuransi umum berhasil meningkatkan perolehan premi.

Total premi industri tercatat mencapai sekitar Rp120 triliun, atau tumbuh sekitar 2,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya aktivitas bisnis asuransi di tengah pemulihan sektor keuangan.

Selain itu, premi neto juga melonjak cukup signifikan. Jika pada 2024 nilainya berada di kisaran Rp42 triliun, maka pada 2025 angkanya meningkat menjadi sekitar Rp70 triliun.

Peningkatan tersebut memperkuat pendapatan operasional perusahaan sekaligus mendorong perbaikan hasil underwriting di industri asuransi umum.

Sektor Reasuransi Ikut Pulih

Tidak hanya perusahaan asuransi umum yang mencatat perbaikan kinerja. Sektor reasuransi juga menunjukkan tren pemulihan yang positif.

Setelah sempat mengalami tekanan pada tahun sebelumnya, perusahaan reasuransi akhirnya kembali mencatatkan keuntungan. Pada 2025, sektor ini berhasil meraih laba sekitar Rp738 miliar.

Perbaikan tersebut mencerminkan pengelolaan risiko yang semakin baik sekaligus menandakan stabilitas industri asuransi yang mulai kembali terbentuk.

Baca Juga :  7 Cara Memulai Bisnis Tanpa Modal Besar di 2026, Cocok untuk Pemula yang Ingin Cepat Cuan

Optimisme terhadap Pertumbuhan Industri

Melihat perkembangan tersebut, pelaku industri mulai memandang prospek sektor asuransi dengan lebih optimistis. Perbaikan premi, penguatan underwriting, serta manajemen risiko yang lebih disiplin menjadi faktor penting dalam pemulihan industri.

Selain itu, dukungan regulator dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan asuransi juga diperkirakan akan mendorong pertumbuhan sektor ini ke depan.

Dengan fondasi yang semakin kuat, industri asuransi umum diharapkan mampu menjaga stabilitas bisnis sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.(*)

Berita Terkait

IHSG Turun 3,28% Sepekan, Asing Jual Saham Rp82,55 Triliun Sepanjang 2026
BRI Raih Penghargaan Bank UMKM Terbaik 2027, Ini Program untuk Petani dan Pengusaha Desa
Kurs Dolar AS Hari Ini 2 Oktober 2026: Cek Harga Jual dan Beli di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI
Ingin jadi Nasabah BCA Prioritas 2026: Ini Syarat, Cara Dapat Undangan dan Keuntungannya
Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar
MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM
Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI
IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Investor Wajib Cermati Level 6.000 dan 6.200
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:01 WIB

IHSG Turun 3,28% Sepekan, Asing Jual Saham Rp82,55 Triliun Sepanjang 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:59 WIB

BRI Raih Penghargaan Bank UMKM Terbaik 2027, Ini Program untuk Petani dan Pengusaha Desa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Kurs Dolar AS Hari Ini 2 Oktober 2026: Cek Harga Jual dan Beli di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Ingin jadi Nasabah BCA Prioritas 2026: Ini Syarat, Cara Dapat Undangan dan Keuntungannya

Rabu, 30 September 2026 - 21:45 WIB

Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar

Berita Terbaru