INTERNASIONAL,JS- Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal-kapal negara yang mematuhi protokol lalu lintas, meskipun situasi regional semakin memanas akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan pernyataan itu di kediamannya di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).
“Jika ini tidak aman bagi kami, maka tidak aman bagi semua pihak. Protokol lalu lintas di Selat Hormuz pada saat perang tetap memungkinkan kapal untuk melintas,” ujar Boroujerdi. Ia menegaskan bahwa Iran terus menjaga keamanan jalur strategis ini, khususnya terhadap kapal yang tetap mematuhi aturan dan menolak bekerja sama dengan pihak musuh.
Kapal Indonesia Dapat Izin, Selat Hormuz Masih Aman
Boroujerdi mencontohkan dua kapal Indonesia yang berhasil melintasi Selat Hormuz dengan izin resmi. “Kami terus melawan setiap serangan musuh imperialis dan Zionis yang menargetkan rumah warga, fasilitas sipil, dan tempat publik,” tegasnya.
Iran Beri Lampu Hijau untuk Kapal India
Situasi ini memberi kabar baik bagi India, yang mengalami kekurangan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah. Bloomberg melaporkan bahwa Iran memberikan izin bagi kapal-kapal tanker India untuk melintasi Selat Hormuz yang sempat ditutup hampir dua pekan. Dua kapal tanker membawa liquefied petroleum gas (LPG) dan kini bergerak menuju India untuk membantu meringankan tekanan pasokan LPG yang kritis.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, menyatakan bahwa kedua kapal melintasi Selat Hormuz dengan aman. Meski demikian, 22 kapal berbendera India tetap terjebak di Teluk Persia, termasuk enam kapal pengangkut LPG, satu kapal LNG, dan empat tanker minyak mentah, menurut Sekretaris Khusus Kementerian Pelabuhan India, Rajesh Kumar Sinha.
India dan Iran Capai Kesepakatan Jalur Pelayaran
Sebelumnya, India melakukan negosiasi dengan Iran untuk memastikan jalur pelayaran kapal-kapal tanker tetap aman. Langkah ini menunjukkan bahwa Iran tetap membuka jalur strategis bagi negara-negara yang bersedia bekerja sama dan mematuhi aturan.
Potensi Perdagangan Minyak Menggunakan Yuan
Selain itu, laporan CNN menyebut Iran mungkin mengizinkan kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz jika muatan minyak diperdagangkan dalam mata uang China, yuan. Langkah ini mengikuti tren global, di mana Rusia semakin sering menjual minyak mentah menggunakan rubel atau yuan karena terkena sanksi, berbeda dari mayoritas perdagangan minyak dunia yang masih menggunakan dolar AS.
Dengan keputusan ini, Iran menegaskan kendali penuh atas Selat Hormuz sekaligus memberi peluang bagi negara-negara yang mematuhi aturan untuk melintasi jalur vital perdagangan minyak, meskipun ketegangan regional terus meningkat.









