SELEBRITIS,JS- Pernyataan aktris Acha Septriasa tentang polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu perdebatan di media sosial. Unggahan tersebut segera menarik perhatian publik dan memancing berbagai reaksi dari warganet.
Sebagian orang mendukung pandangan Acha. Namun, tidak sedikit pula yang menilai program MBG justru membawa manfaat nyata bagi masyarakat, terutama keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Acha Septriasa Pertanyakan Polemik MBG
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Acha menyampaikan kegelisahan terhadap perdebatan yang terus muncul mengenai program MBG. Ia mengaku merasa pusing melihat berbagai pemberitaan yang berkembang.
Selain itu, Acha juga mempertanyakan apakah polemik yang terus terjadi justru membuat masyarakat kelelahan menghadapi isu yang berkaitan dengan pengelolaan pajak rakyat.
Melalui akun Instagram @septriasaacha, ia menuliskan pesan yang mengajak publik untuk tidak bersikap pasif terhadap persoalan tersebut.
“Dengar berita MBG… pusing nggak sih? Apa tujuan ‘mereka’ cuma ingin bikin kita capek dan menertawakan ke-naifan dalam mengelola pajak rakyat? Kalau itu tujuannya kita respons dong, masa diam saja. Ini negara kita, pajak kita,” tulisnya.
Tak lama setelah unggahan itu muncul, diskusi pun berkembang luas di media sosial.
Warganet Sebut Program MBG Sangat Membantu
Namun demikian, sejumlah warganet menilai pernyataan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi yang terjadi di lapangan. Banyak dari mereka justru merasakan manfaat langsung dari program tersebut.
Salah satu pengguna Instagram, @azzuranaura1206, menyampaikan bahwa program MBG sangat membantu anak-anak di desa.
Ia menjelaskan bahwa bagi sebagian orang yang hidup berkecukupan, manfaat program tersebut mungkin tidak terlalu terasa. Akan tetapi, bagi keluarga di pedesaan, bantuan makanan bergizi sangat berarti bagi anak-anak.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar publik tidak menilai program pemerintah hanya dari satu sudut pandang.
“Sebagai artis seharusnya jangan menilai dari sebelah mata saja,” tulisnya.
Dinilai Turut Menggerakkan Ekonomi Warga
Di sisi lain, beberapa warganet menyoroti dampak ekonomi dari program MBG. Mereka menilai program tersebut tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Akun @factual.id misalnya menyebut keberadaan puluhan dapur MBG mampu memberikan tambahan penghasilan bagi warga yang terlibat dalam penyediaan makanan.
Menurutnya, banyak pihak yang mengkritik program tersebut belum melihat secara langsung manfaat yang dirasakan masyarakat.
Kritik Tetap Muncul, Namun Program Dinilai Tetap Bermanfaat
Meski begitu, sebagian masyarakat tetap mengakui bahwa pelaksanaan program MBG masih memiliki sejumlah kekurangan. Namun mereka menilai kondisi tersebut wajar karena program masih tergolong baru.
Akun @srisartika86 mengaku merasakan manfaat program tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai ibu rumah tangga, ia menilai MBG mampu membantu mengurangi pengeluaran keluarga.
“Setidaknya meringankan karena mengurangi uang jajan anak,” tulisnya.
Sementara itu, warganet lain, @handy_nurcahyo, menilai kritik sebaiknya diarahkan pada pelaksanaan program di lapangan. Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu memperbaiki dapur atau pelaksanaan yang bermasalah, bukan menolak programnya secara keseluruhan.
Selain itu, akun @nia_wijayantii juga menilai pemberitaan negatif sering kali membuat persepsi publik menjadi tidak seimbang. Menurutnya, banyak keberhasilan program MBG yang jarang mendapat sorotan.
Program Prioritas Pemerintah
Sebagai informasi, program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah di Indonesia. Pemerintah menjalankan program ini melalui Badan Gizi Nasional.
Program tersebut menargetkan kelompok rentan, seperti siswa sekolah, balita, ibu hamil, serta ibu menyusui. Melalui program ini, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.
Ke depan, pemerintah menargetkan puluhan juta penerima manfaat dari berbagai daerah di Indonesia dapat merasakan dampak positif program tersebut. Di tengah perdebatan yang muncul, banyak pihak berharap program MBG terus mengalami perbaikan agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.(*)








