Jangan Sepele! Kebiasaan Tahan Gas Motor Matic Ini Bisa Bikin CVT Hancur

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dampak tahan gas motor matic, bisa rusak komponen motor

Dampak tahan gas motor matic, bisa rusak komponen motor

OTOMOTIF,JS- Kebiasaan sepele yang sering dilakukan pengguna motor matic ternyata bisa berdampak besar pada performa kendaraan. Salah satunya adalah menahan gas saat motor dalam kondisi berhenti. Banyak yang menganggap hal ini biasa, padahal efeknya bisa merusak komponen penting, terutama di bagian CVT.

Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat memicu kerusakan bertahap yang berujung pada biaya perbaikan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, penting untuk memahami dampaknya sejak dini agar motor tetap awet dan nyaman digunakan.

Baca Juga :  Motor Matic Susah Pelan? Cek Dua Komponen Ini Sebelum Mudik!

Kenapa Tahan Gas Saat Berhenti Berbahaya?

Saat motor matic berhenti namun gas tetap ditahan, sistem CVT tetap bekerja meskipun roda tidak bergerak. Kondisi ini memicu gesekan yang tidak seharusnya terjadi dalam waktu lama.

Akibatnya, panas berlebih akan muncul di area pulley dan komponen lainnya. Jika terus dibiarkan, suhu tinggi ini dapat mempercepat keausan komponen dan menurunkan performa motor secara keseluruhan.

Selain itu, kebiasaan ini juga membuat mesin bekerja lebih berat tanpa manfaat yang jelas. Dalam jangka panjang, efisiensi bahan bakar pun bisa ikut menurun.

Dampak Buruk pada V-Belt

Salah satu komponen yang paling terdampak adalah V-belt. Komponen ini berfungsi menyalurkan tenaga dari mesin ke roda. Namun, ketika gas ditahan dalam kondisi berhenti, V-belt tetap menerima tekanan.

Jika kondisi V-belt sudah tidak prima, risiko putus menjadi semakin besar. Bahkan, dalam beberapa kasus, V-belt bisa aus lebih cepat dari usia pakainya. Ini tentu berbahaya, terutama saat motor digunakan dalam kecepatan tinggi.

Mangkuk Kampas Ganda Bisa Rusak

Selain V-belt, bagian mangkuk kampas ganda juga sering terkena dampaknya. Gejala awal yang biasanya muncul adalah perubahan warna pada permukaan mangkuk menjadi seperti pelangi.

Sekilas mungkin terlihat normal, tetapi sebenarnya itu tanda overheat. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa membuat mangkuk menjadi oblak atau tidak presisi lagi.

Akibatnya, tarikan motor terasa tidak halus dan performa menurun. Bahkan dalam kondisi ekstrem, kampas kopling bisa menempel pada mangkuk dan mengalami kerusakan parah.

Grease CVT Bisa Mengering

Masalah lain yang tidak kalah penting adalah pelumas atau grease di dalam CVT. Panas berlebih yang dihasilkan dari kebiasaan menahan gas dapat membuat grease cepat mengering.

Padahal, grease berfungsi untuk melumasi komponen agar bekerja dengan optimal. Jika pelumas mengering, gesekan antar komponen akan meningkat dan mempercepat kerusakan.

Dampaknya bukan hanya pada satu bagian, tetapi bisa merembet ke berbagai komponen lain di dalam CVT.

Baca Juga :  Gas Sudah Ditarik, Motor Matik Malah Brebet? Ini Penyebabnya

Efek Jangka Panjang yang Sering Diabaikan

Banyak pengguna motor matic tidak langsung merasakan dampaknya. Namun, kerusakan akibat kebiasaan ini bersifat akumulatif.

Awalnya mungkin hanya terasa tarikan sedikit berat. Lama-kelamaan, performa motor menurun drastis, suara mesin menjadi kasar, dan konsumsi bahan bakar meningkat.

Jika sudah parah, biaya perbaikan CVT bisa cukup mahal karena harus mengganti beberapa komponen sekaligus.

Cara Aman Saat Berhenti dengan Motor Matic

Agar motor tetap awet, ada beberapa kebiasaan yang perlu diterapkan:

Pertama, lepaskan gas sepenuhnya saat berhenti. Biarkan mesin dalam kondisi idle tanpa tekanan tambahan.

Kedua, gunakan rem dengan benar tanpa perlu memainkan throttle. Ini akan mengurangi beban kerja CVT.

Ketiga, lakukan perawatan rutin pada CVT, termasuk pengecekan V-belt dan pelumas. Dengan begitu, potensi kerusakan bisa dideteksi lebih awal.

Kesimpulan

Menahan gas saat motor matic berhenti bukanlah kebiasaan yang sepele. Dampaknya bisa merusak berbagai komponen penting, mulai dari pulley, V-belt, hingga kampas ganda.

Selain itu, panas berlebih juga berpotensi merusak pelumas CVT yang berujung pada kerusakan lebih luas. Oleh karena itu, mengubah kebiasaan kecil ini bisa membantu menjaga performa motor tetap optimal dan menghindari biaya perbaikan yang mahal.

Mulai sekarang, biasakan berkendara dengan lebih bijak agar motor matic tetap awet dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.(*)

Berita Terkait

Suzuki Jimny 3 Pintu vs 5 Pintu, Beda Harga hingga Fitur yang Wajib Diketahui
Mirip Harley-Davidson, Rieju Coaster 125 dengan Mesin V-Twin 125 Cc Punya Fitur Tak Bias
MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM
Balik Nama Mobil dan Motor Bekas Kini Tanpa BBNKB, Cek Biaya Terbaru, Syarat dan Cara Mengurusnya
Lifan KPT 200: Motor Sport Touring 198 cc dengan Desain Gagah, Tenaga 17 HP dan Transmisi 6-Speed
Suzuki Raider R150 Shadow Edition Punya Wajah Baru, Mesin 147 cc dan Tenaga 18,4 HP
5 Kebiasaan Parkir yang Bisa Bikin Ban dan Suspensi Mobil Cepat Rusak, Nomor 3 Sering Dianggap Sepele
Cyclone RT450 Resmi Meluncur, Skuter Touring 398cc Bawa Radar Blind Spot dan Tangki 18 Liter
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Suzuki Jimny 3 Pintu vs 5 Pintu, Beda Harga hingga Fitur yang Wajib Diketahui

Rabu, 30 September 2026 - 23:01 WIB

Mirip Harley-Davidson, Rieju Coaster 125 dengan Mesin V-Twin 125 Cc Punya Fitur Tak Bias

Rabu, 30 September 2026 - 18:01 WIB

MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM

Senin, 28 September 2026 - 21:01 WIB

Balik Nama Mobil dan Motor Bekas Kini Tanpa BBNKB, Cek Biaya Terbaru, Syarat dan Cara Mengurusnya

Senin, 28 September 2026 - 18:01 WIB

Lifan KPT 200: Motor Sport Touring 198 cc dengan Desain Gagah, Tenaga 17 HP dan Transmisi 6-Speed

Berita Terbaru