INTERNASIONAL,JS- Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) mulai menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, harga minyak mentah dunia kini menembus angka psikologis di atas 100 dolar AS per barel.
Kondisi ini berdampak langsung pada stabilitas energi global, termasuk di negara-negara ASEAN. Selain itu, gangguan distribusi melalui jalur strategis seperti Selat Hormuz semakin memperketat pasokan minyak dunia.
Akibatnya, setiap negara di ASEAN merespons secara berbeda—mulai dari mempertahankan subsidi, menaikkan pajak, hingga melakukan penyesuaian harga secara langsung mengikuti pasar global.
Indonesia Masih Stabil, Jadi Salah Satu BBM Termurah di ASEAN
Di tengah tekanan global, Indonesia masih mempertahankan stabilitas harga BBM. Hingga akhir Maret 2026, harga belum mengalami perubahan signifikan.
- Pertalite (RON90): Rp10.000/liter
- RON92: Rp12.300 – Rp12.390/liter
- RON95: Rp12.900 – Rp14.060/liter
- RON98: Rp13.100 – Rp15.000/liter
Dengan skema subsidi yang masih berjalan, Indonesia menjadi salah satu negara dengan harga BBM paling kompetitif di kawasan ASEAN.
Malaysia Pertahankan Subsidi, Tapi Mulai Dibatasi
Malaysia tetap menjaga harga BBM bersubsidi agar tetap rendah. Namun, pemerintah mulai melakukan pembatasan kuota sebagai langkah efisiensi fiskal.
- RON95 subsidi: Rp8.397/liter
- RON97: Rp21.733/liter
- Diesel: hingga Rp23.285/liter
Mulai April 2026, kuota BBM subsidi dikurangi dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan. Kebijakan ini menandai langkah awal reformasi subsidi energi.
Singapura Jadi Negara dengan BBM Termahal di ASEAN
Berbeda dengan negara lain, Singapura tidak memberikan subsidi BBM. Tingginya pajak dan kebijakan pembatasan kendaraan membuat harga BBM di negara ini menjadi yang tertinggi.
- RON92: Rp44.401/liter
- RON95: Rp44.664 – Rp44.927/liter
- RON98: Rp51.462/liter
- Diesel: hingga Rp54.240/liter
Strategi ini bertujuan menekan penggunaan kendaraan pribadi sekaligus mendukung transportasi publik.
Thailand dan Filipina Mulai Naikkan Harga
Thailand:
- RON95: Rp21.115/liter
- RON91: Rp20.924/liter
- Diesel: Rp20.029/liter
Filipina:
- RON97: Rp24.513 – Rp31.421/liter
- RON95: Rp23.230 – Rp30.688/liter
Kenaikan ini mencerminkan ketergantungan yang tinggi terhadap impor energi.
Vietnam Turunkan Harga Lewat Penghapusan Pajak
Berbeda dengan tren kenaikan, Vietnam justru menurunkan harga BBM secara agresif.
- RON95: Rp15.639/liter (turun ~26%)
- Diesel: Rp22.779/liter
Langkah ini diambil dengan menghapus pajak lingkungan sementara hingga pertengahan April 2026. Strategi ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi.
Brunei Tetap Jadi Raja BBM Termurah
Brunei Darussalam mempertahankan posisi sebagai negara dengan BBM termurah di ASEAN berkat subsidi besar dari pemerintah.
- RON92: Rp4.726/liter
- RON97: Rp6.958/liter
- Diesel: Rp4.070/liter
Harga ini jauh di bawah rata-rata regional, menjadikan Brunei sebagai outlier dalam kebijakan energi.
Myanmar Alami Krisis BBM, Harga Melonjak Tajam
Situasi paling ekstrem terjadi di Myanmar. Kelangkaan pasokan menyebabkan harga melonjak drastis.
- RON95: Rp40.102/liter
- RON92: Rp35.870/liter
- Diesel: hingga Rp49.050/liter
Selain itu, pemerintah memberlakukan pembatasan pembelian BBM per minggu akibat krisis distribusi yang semakin parah.
Kamboja dan Laos Stabil dengan Intervensi Pemerintah
Kamboja:
- RON92: Rp21.085/liter
- Diesel: Rp30.362/liter
Laos:
- RON95: Rp30.254/liter
- Diesel: Rp32.121/liter
Kebijakan ini menunjukkan upaya menjaga keseimbangan antara harga pasar dan daya beli masyarakat.
Kesenjangan Harga BBM ASEAN Semakin Lebar
Perbedaan harga BBM di ASEAN semakin mencolok. Negara dengan subsidi besar seperti Indonesia, Malaysia, dan Brunei mampu menjaga harga tetap rendah. Sementara itu, negara tanpa subsidi seperti Singapura menghadapi harga yang jauh lebih tinggi.
Di sisi lain, krisis global dan ketegangan geopolitik menjadi faktor utama yang akan terus memengaruhi harga energi ke depan.
Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin kebijakan energi di ASEAN akan mengalami perubahan besar dalam waktu dekat.(*)









