2,3 Juta HP Android Disusupi Malware NoVoice, Data WhatsApp Bisa Dicuri Diam-Diam!

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Malware NoVoice

Ilustrasi Malware NoVoice

TEKNOLOGI,JS- Ancaman siber kembali menghantui pengguna Android. Malware berbahaya bernama NoVoice dilaporkan telah menginfeksi sekitar 2,3 juta perangkat melalui lebih dari 50 aplikasi yang sempat beredar di Google Play Store. Fakta ini tentu menjadi peringatan serius, terutama karena aplikasi tersebut tampak normal dan tidak menimbulkan kecurigaan.

Di tengah meningkatnya aktivitas digital, serangan malware seperti ini bisa berdampak besar, mulai dari pencurian data pribadi hingga pengambilalihan perangkat secara penuh.

Malware NoVoice Menyamar di Aplikasi “Aman”

Pada dasarnya, aplikasi yang mengandung malware NoVoice terlihat seperti aplikasi biasa. Bahkan, sebagian besar berfungsi sesuai deskripsi, seperti:

  • Aplikasi pembersih (cleaner)
  • Galeri foto
  • Aplikasi utilitas ringan
  • Game kasual

Lebih lanjut, para peneliti keamanan menemukan bahwa aplikasi ini tidak meminta izin mencurigakan, sehingga banyak pengguna tidak menyadari risiko yang mengintai. Inilah yang membuat malware ini tergolong sangat berbahaya—karena mampu mengelabui sistem keamanan dasar sekalipun.

Cara Kerja NoVoice: Diam, Tapi Mematikan

Menurut laporan dari peneliti keamanan, setelah aplikasi dijalankan, malware akan langsung aktif di latar belakang. Selanjutnya, NoVoice mencoba mengeksploitasi celah keamanan lama pada sistem Android.

Jika eksploitasi berhasil, maka malware bisa mendapatkan akses root ke perangkat. Artinya, pelaku dapat:

  • Mengontrol perangkat sepenuhnya
  • Menginstal atau menghapus aplikasi tanpa izin
  • Mengakses data pribadi pengguna
  • Menjalankan perintah jarak jauh

Tidak hanya itu, malware ini juga mampu menyesuaikan metode serangan berdasarkan kondisi perangkat korban. Dengan kata lain, semakin rentan perangkat, semakin besar potensi kerusakan yang ditimbulkan.

Baca Juga :  Update WhatsApp 2026: 6 Fitur Baru Resmi Dirilis, Ada AI & Multi Akun!

Teknik Canggih: Sembunyi dalam File Gambar

Salah satu keunggulan NoVoice adalah teknik penyamarannya yang sangat canggih. Malware ini menyisipkan kode berbahaya ke dalam file yang tampak normal, bahkan disembunyikan di dalam gambar menggunakan teknik khusus.

Setelah aktif, malware akan:

  1. Terhubung ke server penyerang
  2. Mengirimkan data perangkat
  3. Menerima instruksi lanjutan

Menariknya, malware ini diketahui tidak menargetkan wilayah tertentu di China seperti Beijing dan Shenzhen. Diduga, hal ini dilakukan untuk menghindari deteksi dari otoritas setempat.

Lebih Berbahaya: Tetap Bertahan Setelah Reset

Yang membuat NoVoice semakin mengkhawatirkan adalah kemampuannya untuk bertahan. Dalam beberapa kasus, malware ini tetap aktif bahkan setelah pengguna melakukan factory reset.

Artinya, metode pembersihan biasa tidak cukup untuk menghilangkan ancaman ini sepenuhnya.

Target Utama: Data WhatsApp Pengguna

Salah satu fitur paling berbahaya dari malware NoVoice adalah kemampuannya mencuri data dari WhatsApp.

Data yang bisa diambil meliputi:

  • Informasi enkripsi
  • Nomor telepon pengguna
  • Data cadangan akun
  • Informasi perangkat terkait

Selanjutnya, data tersebut dikirim ke server pelaku. Dengan informasi ini, pelaku bisa mengkloning akun WhatsApp korban ke perangkat lain tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Kondisi ini tentu sangat berisiko, terutama bagi pengguna yang menyimpan data penting di aplikasi pesan tersebut.

Baca Juga :  BNI Tutup Internet Banking Mulai 21 April 2026, Nasabah Wajib Pindah ke Aplikasi Ini! Aman atau Justru Berisiko?

Google dan McAfee Bertindak Cepat

Setelah laporan ini mencuat, pihak keamanan langsung mengambil langkah tegas. Aplikasi yang terindikasi mengandung malware telah dihapus dari Google Play Store.

Selain itu, Google menyatakan bahwa perangkat Android yang telah mendapatkan pembaruan sejak Mei 2021 relatif aman dari eksploitasi ini.

Fitur keamanan seperti Google Play Protect juga terus diperkuat untuk:

  • Mendeteksi aplikasi berbahaya
  • Menghapus aplikasi mencurigakan secara otomatis
  • Mencegah instalasi aplikasi berisiko

Cara Melindungi HP Android dari Malware NoVoice

Untuk menghindari ancaman serupa, pengguna perlu meningkatkan kewaspadaan. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:

1. Selalu Update Sistem Android

Pembaruan sistem biasanya membawa perbaikan celah keamanan yang sangat penting.

2. Unduh Aplikasi dari Sumber Tepercaya

Pastikan hanya mengunduh aplikasi dari platform resmi dan terpercaya.

3. Cek Pengembang Aplikasi

Hindari aplikasi dari pengembang yang tidak jelas atau memiliki reputasi buruk.

4. Perhatikan Ulasan Pengguna

Aplikasi dengan rating rendah dan banyak keluhan patut dicurigai.

5. Gunakan Antivirus Mobile

Aplikasi keamanan tambahan dapat membantu mendeteksi ancaman lebih awal.

6. Hapus Aplikasi Mencurigakan

Jika merasa pernah menginstal aplikasi aneh, segera hapus dan lakukan pemeriksaan menyeluruh.

Kesimpulan: Waspada Jadi Kunci Utama

Kasus malware NoVoice menjadi bukti bahwa ancaman digital semakin kompleks dan sulit dideteksi. Bahkan aplikasi yang terlihat aman pun bisa menjadi pintu masuk serangan.

Oleh karena itu, pengguna harus lebih selektif dan proaktif dalam menjaga keamanan perangkat. Jangan hanya mengandalkan sistem, tetapi juga tingkatkan kesadaran digital agar terhindar dari risiko yang lebih besar.(*)

Berita Terkait

Transaksi Rp28 di Livin’ by Mandiri Bisa Dapat Paket Makanan, Ini Cara dan Jadwal Program Berbagi Jelang HUT ke-28
Daftar HP Terbaru: Pixel 11, OPPO A7 Pro Max hingga POCO M8 Power 5G, Cek Harga dan Spesifikasinya
SR025 BNI 2026: Investasi Mulai Rp1 Juta, Kupon 6,9%, Ada Cashback Rp15 Juta
Berapa Followers untuk Menghasilkan Uang dari TikTok September 2026? Ini Syarat Monetisasi dan Cara Mendapatkan Penghasilan
Terbaru!, Cara Menghasilkan Uang dari FB Pro Lewat Reels: Syarat Monetisasi, Views, RPM, dan Strategi Agar Penghasilan Naik
Tren TikTok Terbaru Agustus 2026: 7 Format Video Viral yang Bikin FYP Makin Ramai
Aturan FB Pro 2026 Terbaru: Monetisasi Makin Ketat, Konten Original Jadi Kunci
BNI wondrX 2026 Hadirkan Zona Travel, Tiket Pesawat Murah hingga Visa dalam Satu Tempat
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:01 WIB

Transaksi Rp28 di Livin’ by Mandiri Bisa Dapat Paket Makanan, Ini Cara dan Jadwal Program Berbagi Jelang HUT ke-28

Rabu, 2 September 2026 - 12:01 WIB

Daftar HP Terbaru: Pixel 11, OPPO A7 Pro Max hingga POCO M8 Power 5G, Cek Harga dan Spesifikasinya

Rabu, 2 September 2026 - 09:01 WIB

SR025 BNI 2026: Investasi Mulai Rp1 Juta, Kupon 6,9%, Ada Cashback Rp15 Juta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:01 WIB

Berapa Followers untuk Menghasilkan Uang dari TikTok September 2026? Ini Syarat Monetisasi dan Cara Mendapatkan Penghasilan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:01 WIB

Terbaru!, Cara Menghasilkan Uang dari FB Pro Lewat Reels: Syarat Monetisasi, Views, RPM, dan Strategi Agar Penghasilan Naik

Berita Terbaru