Prabowo Gaspol Energi Hijau! Indonesia Siapkan Investasi Jumbo EV dan Bioavtur, Target Stop Impor BBM 2028

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,JS- Presiden Prabowo Subianto langsung menggeber transformasi energi nasional dengan menyiapkan investasi besar di sektor energi hijau. Pemerintah menargetkan produksi massal mobil listrik (electric vehicle/EV) dalam negeri mulai tahun 2028.

Prabowo menyampaikan komitmen tersebut saat meresmikan pabrik kendaraan listrik milik Grup Bakrie, PT VKTR Sakti Industries, di Magelang, Kamis (9/4/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh tertinggal dalam revolusi kendaraan listrik global. Ia mendorong percepatan industri EV nasional agar mampu bersaing di pasar internasional.

“Indonesia harus menjadi pemain utama dalam industri mobil listrik. Kita tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen,” tegasnya.

Target 2028: Produksi Mobil Listrik Skala Besar

Prabowo langsung menetapkan target ambisius. Pemerintah akan mulai memproduksi mobil listrik secara massal dalam waktu tiga tahun ke depan.

Ia optimistis Indonesia mampu menghadirkan sedan listrik buatan dalam negeri yang kompetitif. Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan pembentukan perusahaan khusus untuk mempercepat realisasi kendaraan listrik nasional.

Langkah ini sekaligus membuka peluang besar bagi investor global dan pelaku industri otomotif lokal. Dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah, termasuk nikel sebagai bahan baku baterai, Indonesia memiliki posisi strategis dalam rantai pasok EV dunia.

Baca Juga :  Mobil Listrik Bisa Overheat? Ini Fakta Penting yang Jarang Diketahui Pengguna EV di 2026

Investasi Jumbo Bioavtur dari Sawit dan Minyak Jelantah

Selain fokus pada mobil listrik, Prabowo juga mendorong pengembangan energi alternatif di sektor penerbangan. Pemerintah akan membangun kilang untuk memproduksi bioavtur dari kelapa sawit dan minyak jelantah.

Program ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan segera membuka pusat-pusat pengolahan (refinery) untuk mempercepat produksi bioavtur nasional.

“Kita akan investasi besar-besaran di sektor ini karena masa depan energi Indonesia ada di energi terbarukan,” ujarnya.

Strategi Stop Impor Energi, Ini Langkah Nyata Pemerintah

Pemerintah tidak hanya merancang rencana, tetapi langsung menyiapkan strategi konkret. Prabowo menargetkan Indonesia bisa mengakhiri impor energi dalam beberapa tahun ke depan.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan melakukan efisiensi besar di sektor energi, termasuk:

  • Menutup 13 pembangkit listrik tenaga diesel
  • Mengurangi konsumsi solar hingga 200 ribu barel per hari
  • Mengalihkan energi ke sumber yang lebih ramah lingkungan

Langkah ini tidak hanya menekan biaya impor, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca Juga :  Prabowo Diam-Diam Rapat Virtual, Kebijakan Energi Baru Siap Mengubah Harga BBM?

Dampak Besar ke Ekonomi dan Peluang Investasi

Transformasi menuju energi hijau membuka peluang ekonomi yang sangat besar. Industri kendaraan listrik dan bioavtur diprediksi akan menjadi motor pertumbuhan baru bagi Indonesia.

Beberapa dampak positif yang akan muncul antara lain:

  • Penciptaan lapangan kerja baru di sektor industri hijau
  • Peningkatan investasi asing dan domestik
  • Penguatan industri hilirisasi sumber daya alam
  • Kenaikan nilai ekspor produk berbasis energi terbarukan

Selain itu, Indonesia juga berpotensi menjadi pusat produksi EV di Asia Tenggara.

Momentum Indonesia Masuk Era Energi Bersih

Langkah agresif yang diambil Prabowo menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memasuki era energi bersih. Transisi ini tidak hanya penting untuk ekonomi, tetapi juga untuk keberlanjutan lingkungan.

Dengan kombinasi antara mobil listrik dan bioavtur, Indonesia mulai membangun ekosistem energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Jika target ini tercapai, Indonesia tidak hanya mampu menekan impor energi, tetapi juga berpeluang menjadi eksportir energi hijau di masa depan.

Kesimpulan: Indonesia Siap Jadi Raja Energi Hijau

Investasi besar di sektor mobil listrik dan bioavtur menandai babak baru dalam perjalanan energi Indonesia. Pemerintah bergerak cepat, industri mulai beradaptasi, dan peluang terbuka lebar.

Target produksi massal EV pada 2028 serta pengembangan bioavtur menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap keluar dari ketergantungan energi impor.

Kini, semua mata tertuju pada realisasi proyek ini dalam 2–3 tahun ke depan. Jika berjalan sesuai rencana, Indonesia bisa menjelma menjadi kekuatan baru dalam industri energi hijau global.(*)

Berita Terkait

Cara Mengurus Akta Kelahiran Online 2026, Cek Syarat Dokumen dan Langkah Pengajuannya
Bansos Beras 30 Kg Oktober–Desember 2026: Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Ambil
PPPK Paruh Waktu Menanti Kepastian Status, BKN Siapkan Aturan Baru dan Skema Gaji 2027
Kabar Baik Guru Honorer! TPG Oktober 2026 Mulai Masuk Rekening
Skema Gaji PNS dan PPPK 2027 dari Golongan I hingga XVII, Cek Nominalnya
Cara Cek Saldo KKS dan Mencairkan PKH-BPNT Oktober 2026, Simak Prosedurnya
Survei SMRC Terbaru: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tertinggi, Berapa Elektabilitas Prabowo, Anies, dan Gibran?
Parah!, 3.319 PPPK Paruh Waktu Didaerah Ini Belum Tak Kunjung Terima Gaji
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Cara Mengurus Akta Kelahiran Online 2026, Cek Syarat Dokumen dan Langkah Pengajuannya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Bansos Beras 30 Kg Oktober–Desember 2026: Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Ambil

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:01 WIB

PPPK Paruh Waktu Menanti Kepastian Status, BKN Siapkan Aturan Baru dan Skema Gaji 2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:31 WIB

Kabar Baik Guru Honorer! TPG Oktober 2026 Mulai Masuk Rekening

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Skema Gaji PNS dan PPPK 2027 dari Golongan I hingga XVII, Cek Nominalnya

Berita Terbaru