Keluarga Rahman di Tanjung Pauh Mudik Harapkan Uluran Tangan

Untuk Biaya Pengobatan Paru Kronis

- Jurnalis

Senin, 17 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rahman Warga Tanjung Pauh Mudik butuh uluran tangan, untuk pengobatan penyakit paru-paru kronis yang dideritanya.

Rahman Warga Tanjung Pauh Mudik butuh uluran tangan, untuk pengobatan penyakit paru-paru kronis yang dideritanya.

KERINCI,JS— Rahman, warga Desa Tanjung Pauh Mudik, sudah hampir setahun melawan penyakit paru-paru kronis. Kondisinya terus melemah. Ia hanya bisa bernapas dengan bantuan oksigen yang menyala sepanjang hari.

Selama 11 bulan terakhir, Rahman kehilangan banyak berat badan dan tenaga. Ia tidak mampu duduk tanpa bantuan keluarga. Untuk bernapas, ia bergantung penuh pada alat oksigen.

Biaya Oksigen Membengkak, Keluarga Kehilangan Aset

Istrinya, Sri Dewi Harni, menjelaskan bahwa Rahman membutuhkan tiga hingga empat tabung oksigen setiap hari. Harga satu tabung berkisar antara Rp60.000 hingga Rp100.000. Keluarga harus memenuhi kebutuhan itu tanpa jeda.

Baca Juga :  Tanjabtim Siap Terima Bantuan CT Scan dari Kemenkes

Untuk menutup biaya pengobatan, keluarga menjual ladang, alat pertanian, dan dua sepeda motor. Mereka juga melepaskan motor terakhir karena biaya terus meningkat.

“Kami tidak punya apa-apa lagi. Kami hanya berharap ada bantuan agar suami bisa lanjut berobat,” kata Sri Dewi Harni.

Keluarga Menggalang Donasi

Keluarga kini menggalang bantuan karena kemampuan mereka sudah habis. Warga sekitar berusaha membantu, tetapi kondisi ekonomi desa juga terbatas.

Masyarakat dapat menyalurkan bantuan melalui:

Baca Juga :  Jonatan Christie Lolos 16 Besar India Open 2026

Bank BRI

0117-01-031768-53-7

A.n: Sri Dewi Harni

Bantuan juga bisa melalui Dinas Sosial Kabupaten Kerinci lewat Monadi Murison, atau dengan datang langsung ke rumah keluarga.

Harapan di Tengah Kesulitan

Perjuangan Rahman menggambarkan beratnya menghadapi penyakit kronis. Beban tidak hanya menimpa pasien, tetapi juga keluarga yang ikut berjuang. Mereka tetap berharap dukungan masyarakat bisa memberi ruang bagi Rahman untuk melanjutkan pengobatan.

Setiap bantuan membawa harapan baru bagi keluarga kecil ini. Mereka mendoakan kebaikan untuk siapa pun yang membantu.(AN)

Berita Terkait

Dihadiri Wawako Azhar, Ini Pesan Sri Kartini Alfin bagi Orang Tua di Kelas Parenting
Kabut Asap Jambi Ganggu 9 Penerbangan di Bandara Sultan Thaha, Pesawat Dialihkan ke Palembang
Absensi Digital Jadi Acuan Evaluasi ASN Sungai Penuh, BKPSDM Pantau Kedisiplinan PNS dan PPPK
Mulai November 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di Jambi Dapat Insentif Rp500 Ribu, Ini Rincian Gajinya
Jalan Lubuk Suli–Kubang Empat Tahun Rusak, Pemuda Sempat Tanami Pisang di Tengah Jalan
BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat Dekat Pasar Sungai Penuh, Armada Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api
Jamkesda Merangin 2026: M Syukur Ingatkan Desa Jangan Abaikan Data Warga Kurang Mampu
Bangunan Milik Warga Tanjung Pauh Hilir Dilalap Sijago Merah, Usaha Pemadaman Masih Dilakukan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Dihadiri Wawako Azhar, Ini Pesan Sri Kartini Alfin bagi Orang Tua di Kelas Parenting

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Kabut Asap Jambi Ganggu 9 Penerbangan di Bandara Sultan Thaha, Pesawat Dialihkan ke Palembang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Absensi Digital Jadi Acuan Evaluasi ASN Sungai Penuh, BKPSDM Pantau Kedisiplinan PNS dan PPPK

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Mulai November 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di Jambi Dapat Insentif Rp500 Ribu, Ini Rincian Gajinya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Jalan Lubuk Suli–Kubang Empat Tahun Rusak, Pemuda Sempat Tanami Pisang di Tengah Jalan

Berita Terbaru