JAKARTA,JS- Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho melaporkan data hari pertama Operasi Zebra 2025. Polisi menindak 17.169 pelanggaran di seluruh Indonesia, mencakup pengendara roda dua dan roda empat.
Sistem tilang elektronik (E-TLE) mencatat 6.753 pelanggaran melalui kamera statis dan 4.937 melalui perangkat mobile. Polisi juga melakukan 623 tilang manual di lokasi berisiko tinggi. Selain itu, mereka memberikan 21.145 teguran langsung untuk membina pengendara.
Pelanggaran roda dua paling banyak meliputi tidak memakai helm sesuai aturan, melawan arus, pelanggaran marka jalan, pengendara di bawah umur, dan balap liar. Pengendara roda empat kerap melanggar sabuk keselamatan, menggunakan ponsel saat mengemudi, dan mengabaikan rambu lalu lintas.
Hari pertama Operasi Zebra mencatat 46 kecelakaan lalu lintas. Empat orang meninggal, 14 luka berat, dan 53 luka ringan. Kerugian material mencapai Rp 224,45 juta. Sebagian besar kecelakaan terjadi di ruas non-tol dua arah yang padat. Polisi menyebut kurangnya kewaspadaan, kecepatan berlebih, dan perubahan arah tiba-tiba sebagai faktor dominan.
Irjen Agus menegaskan, keberhasilan Operasi Zebra diukur dari penurunan kecelakaan dan fatalitas, bukan jumlah tilang. Ia mengajak masyarakat menaati aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.(AN)









