Banjir Bandang Sungai Tembesi Terjang Merangin: 100 Rumah Terendam, Akses Putus, Warga Mengungsi!

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MERANGIN,JS- Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu Sungai Tembesi dan langsung memicu bencana banjir hebat di Desa Rantau Jering, Kabupaten Merangin, Jambi. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 25 April 2026 sekitar pukul 18.30 WIB dan langsung membuat warga bergegas menyelamatkan diri.

Air sungai meluap dengan cepat dan merendam permukiman warga hingga ketinggian mencapai 1,5 meter. Dalam waktu singkat, kondisi berubah drastis dari genangan biasa menjadi banjir yang merusak.

Dua Rumah Roboh, Puluhan Bangunan Terendam

Arus deras tidak hanya merendam rumah, tetapi juga menghancurkan dua unit rumah warga hingga hanyut terbawa banjir. Selain itu, sekitar 100 rumah terdampak banjir dan sebagian mengalami kerusakan.

Warga yang tidak sempat menyelamatkan barang harus kehilangan harta benda akibat derasnya aliran air.

Longsor Putus Akses Jalan Utama

Selain banjir, hujan ekstrem juga memicu tanah longsor di beberapa titik. Longsor tersebut memutus akses jalan utama menuju Kecamatan Lembah Masurai.

Akibatnya:

  • Distribusi bantuan terhambat
  • Evakuasi warga menjadi sulit
  • Aktivitas ekonomi lumpuh total

Kondisi ini semakin memperparah situasi di lapangan.

Warga Harus Segera Mengungsi

Kepala Desa Rantau Jering, Parmel, langsung mengambil langkah cepat. Ia menginstruksikan seluruh warga untuk meninggalkan rumah dan mencari tempat aman.

“Air terus naik dan situasi tidak aman. Warga harus segera mengungsi ke dataran tinggi,” tegasnya.

Warga pun bergerak cepat menuju lokasi pengungsian dengan peralatan seadanya.

Pemerintah Daerah Belum Tiba di Lokasi

Pemerintah desa langsung melaporkan kondisi darurat ini kepada Bupati Merangin, H.M. Syukur. Namun hingga Minggu (26 April 2026), tim dari pemerintah kabupaten belum tiba di lokasi.

Baca Juga :  Investasi Pertanian Makin Menarik, Kementan Dukung Irigasi dan Alsintan di Merangin

Kondisi ini membuat warga mengandalkan:

  • Evakuasi mandiri
  • Bantuan sesama warga
  • Logistik seadanya

Warga Bertahan di Pengungsian

Saat ini, warga bertahan di tempat pengungsian sementara sambil terus memantau kondisi air. Mereka tetap waspada karena potensi banjir susulan masih tinggi.

Beberapa kebutuhan mendesak yang diperlukan:

  • Makanan siap saji
  • Air bersih
  • Obat-obatan
  • Selimut dan perlengkapan darurat
  • BPBD Siap Turun ke Lokasi

Pihak BPBD menyatakan segera turun langsung untuk melakukan peninjauan dan penanganan. Langkah ini diharapkan bisa mempercepat distribusi bantuan serta evakuasi lanjutan.

Dampak Banjir Tembesi 2026

Berikut ringkasan dampak yang terjadi:

  • 2 rumah roboh dan hanyut
  • ±100 rumah terdampak
  • Ketinggian air mencapai 1,5 meter
  • Akses jalan utama terputus
  • Warga mengungsi ke dataran tinggi

Faktor Penyebab Banjir

Beberapa faktor utama yang memicu bencana ini antara lain:

  • Curah hujan tinggi dalam waktu lama
  • Meluapnya Sungai Tembesi
  • Kondisi tanah labil di wilayah perbukitan
  • Minimnya drainase dan pengendalian air
  • Upaya Mitigasi yang Perlu Dilakukan

Agar kejadian serupa tidak terus berulang, pemerintah dan masyarakat perlu:

  • Memperbaiki sistem drainase
  • Menanam kembali hutan di wilayah hulu
  • Membuat tanggul pengaman sungai
  • Meningkatkan sistem peringatan dini
Baca Juga :  Gaji 4 Bulan Belum Cair! 652 Guru PPPK Merangin Terancam Krisis, DPRD Desak Pembayaran Segera

 FAQ

1. Apa penyebab banjir di Merangin Jambi?

Hujan deras di wilayah hulu Sungai Tembesi menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke permukiman warga.

2. Berapa jumlah rumah yang terdampak?

Sekitar 100 rumah terdampak, dan dua rumah dilaporkan roboh serta hanyut.

3. Apakah ada korban jiwa?

Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa, namun warga telah mengungsi.

4. Bagaimana kondisi terbaru di lokasi?

Warga masih berada di pengungsian dan menunggu bantuan dari pemerintah.

5. Apakah banjir berpotensi terjadi lagi?

Ya, potensi banjir susulan masih tinggi karena cuaca ekstrem masih berlangsung.

 Kesimpulan

Banjir Sungai Tembesi di Merangin menunjukkan dampak serius dari cuaca ekstrem yang terus meningkat. Warga harus menghadapi kerusakan rumah, akses terputus, serta keterbatasan bantuan.

Ke depan, langkah cepat dari pemerintah dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko bencana serupa. Tanpa penanganan serius, banjir seperti ini berpotensi terus berulang dan menimbulkan kerugian lebih besar.(TIM)

Berita Terkait

Harga Emas Mahal, Konsumen Dunia Ubah Strategi Belanja: Perhiasan Ringan Kini Jadi Pilihan
Diteror Debt Collector Pinjol? Ini Aturan OJK, Jam Penagihan dan Cara Melaporkannya ke Polisi
Update Harga HP Samsung 27 Oktober 2026: Galaxy A, S, hingga Z Fold 8 Ultra
22 Program Prioritas Kota Sungai Penuh 2025–2029, Ini Rincian dan Manfaatnya bagi Masyarakat
Inflasi Jambi Jadi Perhatian, Pemkab Muaro Jambi Fokus Jaga Pasokan Bahan Pokok
Bitcoin Bertahan di Atas US$80.000, Apakah Saatnya Beli atau Justru Waspada?
Prabowo Siapkan Kredit Rp400 Triliun pada 2027, 28 Juta Keluarga Jadi Sasaran
Cara Memperbaiki BI Checking Setelah Melunasi Utang, Cek SLIK OJK dan Pulihkan Riwayat Kredit
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 06:30 WIB

Harga Emas Mahal, Konsumen Dunia Ubah Strategi Belanja: Perhiasan Ringan Kini Jadi Pilihan

Minggu, 1 November 2026 - 14:01 WIB

Diteror Debt Collector Pinjol? Ini Aturan OJK, Jam Penagihan dan Cara Melaporkannya ke Polisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Update Harga HP Samsung 27 Oktober 2026: Galaxy A, S, hingga Z Fold 8 Ultra

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:45 WIB

22 Program Prioritas Kota Sungai Penuh 2025–2029, Ini Rincian dan Manfaatnya bagi Masyarakat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Inflasi Jambi Jadi Perhatian, Pemkab Muaro Jambi Fokus Jaga Pasokan Bahan Pokok

Berita Terbaru