MERANGIN,JS- Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu Sungai Tembesi dan langsung memicu bencana banjir hebat di Desa Rantau Jering, Kabupaten Merangin, Jambi. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 25 April 2026 sekitar pukul 18.30 WIB dan langsung membuat warga bergegas menyelamatkan diri.
Air sungai meluap dengan cepat dan merendam permukiman warga hingga ketinggian mencapai 1,5 meter. Dalam waktu singkat, kondisi berubah drastis dari genangan biasa menjadi banjir yang merusak.
Dua Rumah Roboh, Puluhan Bangunan Terendam
Arus deras tidak hanya merendam rumah, tetapi juga menghancurkan dua unit rumah warga hingga hanyut terbawa banjir. Selain itu, sekitar 100 rumah terdampak banjir dan sebagian mengalami kerusakan.
Warga yang tidak sempat menyelamatkan barang harus kehilangan harta benda akibat derasnya aliran air.
Longsor Putus Akses Jalan Utama
Selain banjir, hujan ekstrem juga memicu tanah longsor di beberapa titik. Longsor tersebut memutus akses jalan utama menuju Kecamatan Lembah Masurai.
Akibatnya:
- Distribusi bantuan terhambat
- Evakuasi warga menjadi sulit
- Aktivitas ekonomi lumpuh total
Kondisi ini semakin memperparah situasi di lapangan.
Warga Harus Segera Mengungsi
Kepala Desa Rantau Jering, Parmel, langsung mengambil langkah cepat. Ia menginstruksikan seluruh warga untuk meninggalkan rumah dan mencari tempat aman.
“Air terus naik dan situasi tidak aman. Warga harus segera mengungsi ke dataran tinggi,” tegasnya.
Warga pun bergerak cepat menuju lokasi pengungsian dengan peralatan seadanya.
Pemerintah Daerah Belum Tiba di Lokasi
Pemerintah desa langsung melaporkan kondisi darurat ini kepada Bupati Merangin, H.M. Syukur. Namun hingga Minggu (26 April 2026), tim dari pemerintah kabupaten belum tiba di lokasi.
Kondisi ini membuat warga mengandalkan:
- Evakuasi mandiri
- Bantuan sesama warga
- Logistik seadanya
Warga Bertahan di Pengungsian
Saat ini, warga bertahan di tempat pengungsian sementara sambil terus memantau kondisi air. Mereka tetap waspada karena potensi banjir susulan masih tinggi.
Beberapa kebutuhan mendesak yang diperlukan:
- Makanan siap saji
- Air bersih
- Obat-obatan
- Selimut dan perlengkapan darurat
- BPBD Siap Turun ke Lokasi
Pihak BPBD menyatakan segera turun langsung untuk melakukan peninjauan dan penanganan. Langkah ini diharapkan bisa mempercepat distribusi bantuan serta evakuasi lanjutan.
Dampak Banjir Tembesi 2026
Berikut ringkasan dampak yang terjadi:
- 2 rumah roboh dan hanyut
- ±100 rumah terdampak
- Ketinggian air mencapai 1,5 meter
- Akses jalan utama terputus
- Warga mengungsi ke dataran tinggi
Faktor Penyebab Banjir
Beberapa faktor utama yang memicu bencana ini antara lain:
- Curah hujan tinggi dalam waktu lama
- Meluapnya Sungai Tembesi
- Kondisi tanah labil di wilayah perbukitan
- Minimnya drainase dan pengendalian air
- Upaya Mitigasi yang Perlu Dilakukan
Agar kejadian serupa tidak terus berulang, pemerintah dan masyarakat perlu:
- Memperbaiki sistem drainase
- Menanam kembali hutan di wilayah hulu
- Membuat tanggul pengaman sungai
- Meningkatkan sistem peringatan dini
FAQ
1. Apa penyebab banjir di Merangin Jambi?
Hujan deras di wilayah hulu Sungai Tembesi menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke permukiman warga.
2. Berapa jumlah rumah yang terdampak?
Sekitar 100 rumah terdampak, dan dua rumah dilaporkan roboh serta hanyut.
3. Apakah ada korban jiwa?
Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa, namun warga telah mengungsi.
4. Bagaimana kondisi terbaru di lokasi?
Warga masih berada di pengungsian dan menunggu bantuan dari pemerintah.
5. Apakah banjir berpotensi terjadi lagi?
Ya, potensi banjir susulan masih tinggi karena cuaca ekstrem masih berlangsung.
Kesimpulan
Banjir Sungai Tembesi di Merangin menunjukkan dampak serius dari cuaca ekstrem yang terus meningkat. Warga harus menghadapi kerusakan rumah, akses terputus, serta keterbatasan bantuan.
Ke depan, langkah cepat dari pemerintah dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko bencana serupa. Tanpa penanganan serius, banjir seperti ini berpotensi terus berulang dan menimbulkan kerugian lebih besar.(TIM)









