SPORT,JS- Klub raksasa Liga Spanyol, Real Madrid, bakal menutup perjalanan musim 2025-2026 dengan menghadapi Athletic Bilbao pada pekan terakhir LaLiga di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu malam waktu setempat atau Minggu dini hari WIB.
Namun, laga pamungkas musim ini tidak sekadar menjadi pertandingan biasa. Atmosfer emosional langsung menyelimuti Madrid karena duel tersebut menjadi penampilan terakhir Alvaro Arbeloa sebagai pelatih interim Los Blancos.
Pria berusia 43 tahun itu akhirnya mengucapkan salam perpisahan setelah menjalani periode penuh tekanan bersama skuad Madrid. Di sisi lain, manajemen klub mulai mempersiapkan era baru dengan memulangkan Jose Mourinho ke Santiago Bernabeu.
Kabar comeback Mourinho langsung memicu perhatian besar publik sepak bola Eropa. Banyak pihak percaya Florentino Perez ingin mengembalikan mental juara Real Madrid setelah dua musim beruntun tanpa trofi mayor.
Alvaro Arbeloa Akui Siap Tinggalkan Real Madrid
Dalam konferensi pers jelang pertandingan terakhir musim ini, Arbeloa berbicara terbuka soal masa depannya. Mantan bek kanan Madrid tersebut mengaku sudah bersiap menghadapi perpisahan.
Arbeloa menegaskan dirinya selalu menganggap Real Madrid sebagai rumah. Namun, ia juga memahami bahwa perubahan besar segera terjadi di tubuh klub.
“Semoga ini hanya ucapan sampai jumpa lagi karena saya selalu menganggap tempat ini sebagai rumah,” ujar Arbeloa.
Menurut Arbeloa, pengalaman empat bulan terakhir sebagai pelatih interim memberinya pelajaran luar biasa. Karena itu, ia kini merasa siap mengambil tantangan baru di luar Madrid.
Keputusan tersebut sekaligus memperkuat sinyal bahwa Mourinho bakal membawa staf kepelatihannya sendiri saat resmi kembali menangani Los Blancos musim depan.
Jose Mourinho Disebut Sudah Sepakat dengan Florentino Perez
Media-media Spanyol melaporkan bahwa kepulangan Mourinho tinggal menunggu pengumuman resmi dari manajemen klub.
Presiden Florentino Perez bahkan dikabarkan telah menyetujui biaya kompensasi senilai 3 juta euro kepada Benfica demi menuntaskan kepindahan sang pelatih.
Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp61,6 miliar dan menjadi bukti keseriusan Madrid mengembalikan The Special One.
Mourinho sendiri bukan sosok asing bagi publik Santiago Bernabeu. Pada periode pertama kepelatihannya antara 2010 hingga 2013, pria asal Portugal itu sukses menghadirkan mentalitas kompetitif yang sangat kuat.
Ia mempersembahkan tiga trofi domestik, termasuk gelar LaLiga yang memutus dominasi Barcelona era Pep Guardiola.
Kini, Madrid berharap Mourinho mampu mengembalikan identitas agresif dan karakter juara yang mulai memudar dalam dua musim terakhir.
Musim Tanpa Gelar Jadi Alarm Besar bagi Real Madrid
Musim 2025-2026 berubah menjadi mimpi buruk bagi Real Madrid. Klub sebesar Los Blancos gagal memenangkan satu pun trofi mayor meski memiliki skuad bertabur bintang.
Nama-nama seperti Vinicius Junior, Jude Bellingham, Rodrygo, hingga Eduardo Camavinga gagal memenuhi ekspektasi besar publik Bernabeu.
Madrid tersingkir di Liga Champions, gagal juara Copa del Rey, dan kehilangan gelar Liga Spanyol.
Situasi tersebut memicu kritik besar terhadap performa tim secara keseluruhan. Banyak pengamat menilai Madrid kehilangan identitas permainan dan tidak memiliki konsistensi dalam laga-laga penting.
Bahkan, media Spanyol mulai menggunakan istilah “Nada-Plete” untuk mengejek kegagalan Madrid musim ini.
Istilah tersebut berasal dari kata “nada” yang berarti “tidak ada”. Julukan itu muncul karena Madrid gagal meraih satu pun trofi setelah sempat memiliki peluang menyapu tiga gelar sekaligus.
Selama menangani Madrid sebagai pelatih interim, Arbeloa sebenarnya menunjukkan beberapa momen positif.
Dari total 27 pertandingan lintas kompetisi, Arbeloa mencatatkan sekitar 63 persen kemenangan.
Meski statistik tersebut tidak terlalu buruk, manajemen Madrid tetap menginginkan perubahan besar demi mengembalikan dominasi klub di Eropa.
Selain itu, tekanan besar di Santiago Bernabeu membuat posisi pelatih selalu berada dalam sorotan tajam. Madrid tidak hanya menuntut permainan atraktif, tetapi juga koleksi trofi setiap musim.
Karena alasan itulah, Florentino Perez akhirnya memilih kembali menggunakan pendekatan berpengalaman dengan memulangkan Mourinho.
Mourinho Datang dengan Misi Besar
Kembalinya Mourinho diprediksi bakal membawa perubahan drastis dalam struktur tim.
Ia juga terkenal mampu membangun mental bertarung dalam ruang ganti.
Madrid membutuhkan karakter seperti itu setelah performa mereka terlihat inkonsisten dalam dua musim terakhir.
Beberapa laporan menyebut Madrid ingin mendatangkan bek tengah baru, gelandang bertahan, serta penyerang pelapis berkualitas demi memperkuat kedalaman skuad.
Masa Depan Vinicius Junior dan Bintang Madrid Jadi Sorotan
Kedatangan Mourinho otomatis memunculkan spekulasi mengenai masa depan sejumlah pemain inti Madrid.
Vinicius Junior menjadi salah satu nama yang paling banyak dibicarakan.
Pemain asal Brasil tersebut tetap memiliki kualitas luar biasa, tetapi performanya musim ini dianggap belum stabil.
Mourinho dikenal sebagai pelatih yang sangat menuntut disiplin taktik dan kontribusi penuh dari pemain sayap.
Karena itu, banyak pihak penasaran apakah Vinicius mampu berkembang lebih tajam di bawah arahan The Special One.
Selain Vinicius, masa depan Rodrygo dan beberapa pemain senior juga mulai dipertanyakan.
Santiago Bernabeu Bersiap Sambut Era Baru
Atmosfer Santiago Bernabeu dipastikan sangat emosional dalam laga kontra Athletic Bilbao nanti.
Para suporter bukan hanya menyaksikan pertandingan terakhir musim ini, tetapi juga momen transisi besar dalam sejarah klub.
Perpisahan Arbeloa dan kembalinya Mourinho menciptakan cerita dramatis yang langsung menyita perhatian media internasional.
Sebagian fans optimistis Mourinho mampu mengembalikan kejayaan Real Madrid. Namun, sebagian lain masih meragukan apakah gaya kepelatihannya tetap relevan di era sepak bola modern.
Terlepas dari pro dan kontra tersebut, satu hal yang pasti: Madrid sedang memulai babak baru.
Florentino Perez tampaknya tidak ingin kembali melihat Los Blancos menjalani musim tanpa trofi.(*)









