SPORT,JS- Atmosfer Old Trafford berubah emosional ketika chant “One more year, one more year, Casemiro” menggema dari tribun Stretford End beberapa pekan lalu. Suporter Manchester United berdiri, bernyanyi, dan memberi penghormatan untuk pemain yang sempat menjadi sasaran kritik tajam sepanjang dua musim terakhir.
Kini, semuanya terasa berbeda.
Casemiro justru menutup musim dengan performa luar biasa. Gelandang asal Brasil itu bangkit di momen paling krusial ketika Manchester United berusaha menyelamatkan musim mereka di Premier League dan mengamankan tiket Liga Champions.
Laga kontra Nottingham Forest pada pekan ke-37 Premier League bukan sekadar pertandingan kandang terakhir musim ini bagi The Red Devils. Pertandingan itu juga menjadi penampilan terakhir Casemiro di Old Trafford setelah manajemen klub memastikan sang pemain akan meninggalkan Manchester United pada akhir musim.
Perpisahan tersebut dipastikan menghadirkan emosi besar. Sebab, Casemiro berhasil mengubah cibiran menjadi rasa hormat dari publik Old Trafford.
Casemiro Ubah Kritik Menjadi Tepuk Tangan
Saat Manchester United merekrut Casemiro dari Real Madrid dengan nilai transfer mencapai EUR 70 juta lebih, banyak pihak berharap sang gelandang langsung membawa stabilitas di lini tengah.
Namun, perjalanan Casemiro di Inggris tidak selalu berjalan mulus.
Cedera, penurunan performa, hingga kecepatan permainan Premier League sempat membuat pemain berusia 34 tahun itu mendapat kritik keras. Banyak pengamat menilai United terlalu mahal membeli pemain yang sudah melewati masa emasnya.
Situasi semakin sulit ketika Manchester United tampil inkonsisten sepanjang paruh pertama musim. Casemiro bahkan beberapa kali kehilangan tempat di starting eleven.
Akan tetapi, semuanya berubah sejak Michael Carrick mengambil alih kursi pelatih pada Januari lalu.
Carrick berhasil menghidupkan kembali permainan Casemiro. Mantan gelandang bertahan United itu memahami cara memaksimalkan kualitas senior timnas Brasil tersebut. Hasilnya langsung terlihat di lapangan.
Casemiro tampil sebagai starter dalam 14 dari 15 pertandingan era Carrick. Tidak hanya kuat dalam bertahan, dia juga produktif mencetak gol.
Statistik itu menunjukkan betapa pentingnya Casemiro bagi Manchester United pada paruh kedua musim.
Michael Carrick Jadi Faktor Kebangkitan Casemiro
Michael Carrick membawa pendekatan berbeda dibanding pelatih sebelumnya. Dia tidak memaksa Casemiro bermain terlalu agresif dalam tekanan tinggi.
Sebaliknya, Carrick memberi kebebasan kepada Casemiro untuk membaca permainan dan menjaga ritme lini tengah.
Pendekatan itu membuat kondisi fisik Casemiro jauh lebih stabil. Pengalaman Carrick sebagai mantan gelandang bertahan elite juga mempermudah komunikasi di ruang ganti maupun sesi latihan.
Casemiro bahkan secara terbuka mendukung Carrick menjadi pelatih permanen Manchester United musim depan.
Dalam wawancara di kanal YouTube Rio Ferdinand Presents, Casemiro memuji cara Carrick membangun hubungan dengan para pemain.
“Dia berbicara dengan saya sebagai sesama gelandang. Jadi lebih mudah memahaminya. Tim terasa nyaman, bermain bagus, dan kami meraih kemenangan besar,” ujar Casemiro.
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa besar pengaruh Carrick terhadap ruang ganti Manchester United.
Manchester United Dekat Umumkan Carrick Sebagai Pelatih Permanen
Performa impresif Manchester United pada akhir musim membuat manajemen klub mulai bergerak cepat.
Sejumlah media Inggris melaporkan bahwa Carrick sudah mencapai kesepakatan awal untuk menjadi pelatih permanen Manchester United mulai musim depan.
Jurnalis senior David Ornstein menyebut United menawarkan kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan satu musim.
Carrick disebut mengungguli beberapa kandidat lain seperti Andoni Iraola dan Unai Emery.
Manajemen klub melihat satu faktor penting yang tidak dimiliki kandidat lain, yakni dukungan penuh dari ruang ganti.
Para pemain Manchester United menunjukkan chemistry kuat bersama Carrick. Situasi itu terlihat jelas ketika United mengalahkan Liverpool FC dua pekan lalu.
Gelandang muda Kobbie Mainoo bahkan memberikan pernyataan yang menggambarkan solidnya hubungan skuad dengan Carrick.
“Kami siap mati untuknya di lapangan,” kata Mainoo kepada Sky Sports.
Komentar tersebut langsung menjadi sorotan media Inggris dan memperkuat peluang Carrick mendapatkan jabatan permanen.
Casemiro Tinggalkan Warisan Penting di Old Trafford
Walaupun hanya empat musim bermain bersama Manchester United, Casemiro tetap meninggalkan jejak penting di klub.
Dia membantu United meraih dua trofi domestik dan menjadi figur senior yang berpengaruh di ruang ganti.
Keberadaan Casemiro juga memberi dampak besar terhadap perkembangan pemain muda seperti Kobbie Mainoo.
Selain itu, pengalaman lima gelar Liga Champions bersama Real Madrid membuat Casemiro menghadirkan mental juara yang sempat hilang dari skuad Manchester United.
Musim ini bahkan menjadi salah satu musim paling produktif dalam kariernya.
Casemiro mencetak sembilan gol di semua kompetisi, termasuk enam gol sundulan. Catatan itu menjadi rekor gol terbanyaknya dalam satu musim sepanjang karier profesional.
Produktivitas tersebut menunjukkan bahwa Casemiro tetap mampu bersaing di level tertinggi meski usianya sudah menginjak 34 tahun.
Statistik Casemiro Bersama Manchester United
Berikut catatan penting Casemiro selama memperkuat Manchester United:
- 2 trofi bersama Manchester United
(Piala Liga 2023 dan Piala FA 2024) - 4 musim di Old Trafford
- 9 gol musim ini
(terbanyak sepanjang karier) - 14 assist bersama Manchester United
- 26 gol total bersama United
- 33 pertandingan musim ini
- 159 pertandingan bersama Manchester United
- 18 nomor punggung di United
- 34 tahun usia saat ini
Statistik itu memperlihatkan bahwa Casemiro tetap menjadi salah satu gelandang paling berpengaruh di skuad Manchester United dalam beberapa tahun terakhir.
Old Trafford Siapkan Perpisahan Emosional
Laga melawan Nottingham Forest diprediksi berlangsung emosional.
Suporter Manchester United sudah menunjukkan kecintaan mereka kepada Casemiro sejak beberapa pekan terakhir. Chant khusus dari tribun Stretford End menjadi bukti bahwa hubungan pemain dan fans membaik drastis.
Situasi itu terasa ironis karena beberapa bulan sebelumnya Casemiro justru dianggap simbol kegagalan transfer mahal klub.
Namun sepak bola selalu memberi ruang untuk cerita kebangkitan.
Casemiro berhasil membalikkan opini publik lewat kerja keras, pengalaman, dan mental juara yang tetap terjaga hingga akhir.
Old Trafford kemungkinan besar akan memberikan standing ovation ketika sang gelandang meninggalkan lapangan untuk terakhir kalinya.
Momen tersebut bisa menjadi salah satu adegan paling emosional Manchester United musim ini.
Manchester United Fokus Bangun Era Baru
Kepergian Casemiro menandai dimulainya era baru Manchester United.
Klub mulai membangun tim yang lebih muda dan agresif untuk bersaing di Premier League maupun Liga Champions musim depan.
Meski demikian, kontribusi Casemiro tetap mendapat penghormatan tinggi dari pemain, pelatih, dan pendukung klub.
Michael Carrick memahami betul arti penting sosok Casemiro di ruang ganti.
Karena itu, Carrick tetap memberi peran besar kepada gelandang Brasil tersebut hingga akhir musim meski manajemen sudah memutuskan untuk berpisah.
Kini, publik Old Trafford hanya tinggal menunggu satu malam terakhir untuk mengucapkan salam perpisahan kepada pemain yang pernah membawa aura juara ke Manchester United.
Dan ketika chant “One more year” kembali terdengar nanti malam, itu bukan sekadar nyanyian biasa.
Itu adalah bentuk penghormatan terakhir untuk seorang pejuang bernama Casemiro.(*)









