WALHI Desak Pemerintah Tutup Stockpile Batu Bara di Kawasan Candi Muaro Jambi, Dinilai Mengancam Lingkungan dan Warisan Dunia

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Candi muaro Jambi

Candi muaro Jambi

MUAROJAMBI,JS- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jambi meminta pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jambi segera mengambil langkah tegas dengan menghentikan seluruh aktivitas industri yang beroperasi di dalam maupun di sekitar Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi. Organisasi lingkungan tersebut menilai aktivitas industri, terutama stockpile batu bara, telah menghadirkan ancaman nyata terhadap kelestarian situs sejarah terbesar di Asia Tenggara.

Menurut WALHI, kawasan cagar budaya seharusnya memperoleh perlindungan penuh dari berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan pencemaran maupun kerusakan fisik.

Debu Batu Bara Dinilai Mempercepat Kerusakan Situs Bersejarah

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jambi, Oscar Anugrah, menegaskan bahwa keberadaan stockpile batu bara di sekitar kawasan cagar budaya membawa dampak lingkungan yang tidak bisa diabaikan.

Ia menjelaskan, debu batu bara yang beterbangan berpotensi menempel pada struktur candi. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mempercepat pelapukan material bangunan yang telah bertahan selama ratusan tahun.

Selain itu, aktivitas bongkar muat batu bara terus menghasilkan polusi udara yang dirasakan masyarakat sekitar. Debu tersebut tidak hanya mengganggu kualitas udara, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan warga yang tinggal di sekitar kawasan.

Getaran Truk Batu Bara Dinilai Mengancam Struktur Candi

WALHI juga menyoroti tingginya mobilitas kendaraan angkutan batu bara yang melintasi kawasan sekitar Candi Muaro Jambi.

Lalu lintas kendaraan bertonase besar menghasilkan getaran yang terus berulang. Menurut WALHI, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kestabilan struktur bangunan cagar budaya apabila berlangsung dalam jangka panjang.

Kompleks Percandian Muaro Jambi memiliki karakter bangunan kuno yang membutuhkan perlindungan khusus. Oleh sebab itu, setiap aktivitas yang menimbulkan tekanan fisik terhadap kawasan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Baca Juga :  Jembatan Besi Sungai Gelam Nyaris Ambruk, Fotonya Viral di Facebook Picu Kekhawatiran Warga Muaro Jambi

Pencemaran Tanah dan Sungai Menjadi Ancaman Berikutnya

Selain persoalan debu dan getaran, WALHI menilai aktivitas stockpile batu bara juga meningkatkan risiko pencemaran lingkungan.

Tumpahan batu bara maupun limpasan air hujan dari area penumpukan dapat membawa partikel batu bara ke tanah dan saluran air. Apabila kondisi tersebut terus berlangsung, pencemaran dapat menjangkau Sungai Batanghari yang menjadi sumber air sekaligus penopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Masyarakat sekitar memanfaatkan sungai untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perikanan, pertanian, hingga aktivitas rumah tangga. Karena itu, kualitas air harus tetap terjaga agar tidak menimbulkan dampak ekonomi maupun kesehatan.

Candi Muaro Jambi Memiliki Nilai Sejarah yang Sangat Tinggi

Kompleks Percandian Muaro Jambi merupakan salah satu situs arkeologi terpenting di Indonesia. Kawasan ini menyimpan jejak perkembangan peradaban Melayu Kuno dan agama Buddha pada masa lampau.

Luas kawasan mencapai ribuan hektare dan menjadi kompleks percandian terluas di Asia Tenggara. Berbagai penelitian arkeologi masih terus berlangsung untuk mengungkap sejarah kawasan tersebut.

Saat ini, Candi Muaro Jambi juga menjadi salah satu situs yang dipersiapkan menuju pengakuan sebagai Warisan Dunia UNESCO. Oleh karena itu, perlindungan terhadap kawasan menjadi semakin penting.

Kerusakan lingkungan maupun perubahan bentang alam dapat memengaruhi nilai universal luar biasa yang menjadi syarat utama dalam proses pengakuan tersebut.

WALHI Minta Pemerintah Evaluasi Seluruh Perizinan

WALHI meminta pemerintah segera mengevaluasi seluruh izin usaha yang berada di kawasan maupun zona penyangga KCBN Muaro Jambi.

Evaluasi tersebut perlu mencakup berbagai aspek, antara lain:

  • Persetujuan lingkungan
  • Izin lingkungan
  • Kesesuaian tata ruang
  • Perizinan operasional
  • Kepatuhan terhadap perlindungan cagar budaya
  • Dampak terhadap lingkungan hidup

Oscar menilai pemerintah harus memastikan seluruh aktivitas industri berjalan sesuai regulasi dan tidak mengancam keberlanjutan kawasan cagar budaya.

Pemulihan Lingkungan Harus Menjadi Prioritas

Tidak hanya meminta penghentian aktivitas industri yang dinilai bermasalah, WALHI juga mendorong pemerintah melakukan pemulihan terhadap kawasan yang telah mengalami kerusakan.

Pemulihan tersebut mencakup rehabilitasi lingkungan, pengendalian pencemaran, serta perlindungan terhadap nilai sejarah yang terdapat di kawasan Candi Muaro Jambi.

Perlindungan Warisan Budaya Harus Berjalan Seiring Pembangunan

WALHI menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan warisan budaya maupun lingkungan hidup.

Oscar menyampaikan bahwa kawasan Candi Muaro Jambi bukan sekadar kumpulan bangunan kuno. Kawasan tersebut juga mencerminkan bentang alam budaya yang memiliki nilai arkeologi, pendidikan, penelitian, hingga identitas sejarah bangsa.

Karena itu, setiap kebijakan pembangunan harus mempertimbangkan keseimbangan antara investasi, pelestarian lingkungan, dan perlindungan situs budaya.

Baca Juga :  Kerinci Masih Kekurangan 9 Dokter Paru, Gubernur Jambi Dorong Dokter Umum Melanjutkan Pendidikan Spesialis

Penegakan Hukum Diminta Lebih Tegas

Selain meminta evaluasi perizinan, WALHI juga mendesak aparat penegak hukum bersama instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap seluruh aktivitas industri di sekitar kawasan.

Apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan hidup, tata ruang, maupun perlindungan cagar budaya, pemerintah perlu memberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

Menurut WALHI, penegakan hukum yang konsisten akan memberikan kepastian bagi upaya pelestarian kawasan sekaligus mencegah munculnya aktivitas serupa di masa mendatang.

Pelestarian Candi Muaro Jambi Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Keberadaan Kompleks Percandian Muaro Jambi tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Jambi, tetapi juga bagian penting dari sejarah Indonesia.

Karena itu, seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, akademisi, hingga organisasi lingkungan, perlu membangun komitmen bersama untuk menjaga kelestarian kawasan.

Di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi di sekitar kawasan, perlindungan terhadap situs bersejarah tetap harus menjadi prioritas. Dengan langkah tersebut, Candi Muaro Jambi dapat terus menjadi pusat penelitian, pendidikan, wisata budaya, sekaligus warisan berharga bagi generasi mendatang dan dunia internasional.(*)

Berita Terkait

Karhutla Jadi Perhatian Nasional, Wali Kota Alfin dan Wawako Azhar Perkuat Kesiapsiagaan Sungai Penuh
Bupati Anwar Sadat Tegaskan Setiap Rupiah APBD Tanjab Barat Wajib Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Sekolah di Merangin Beralih ke Pembelajaran Daring 3 Hari untuk Cegah ISPA
Sekda Alpian Tegas Ingatkan ASN Sungai Penuh, Disiplin dan Integritas Tak Boleh Sekadar Formalitas
Jadwal Distribusi Air Tirta Khayangan Sungai Penuh Berubah, Cek Jam Pengaliran dan Wilayah Pelanggan
Lubuk Larangan Durian Rambun Resmi Dibuka, Bupati M. Syukur Siapkan Rp3 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Tegaskan Larangan PETI
Erupsi Anak Gunung Krakatau Ganggu Penerbangan Jambi-Jakarta, 3 Flight Batik Air dan Citilink Batal
Jarak Pandang Menurun, Kabut Asap Tebal Ganggu Aktivitas Warga Singkut Sarolangun
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:31 WIB

Karhutla Jadi Perhatian Nasional, Wali Kota Alfin dan Wawako Azhar Perkuat Kesiapsiagaan Sungai Penuh

Senin, 7 September 2026 - 14:01 WIB

Bupati Anwar Sadat Tegaskan Setiap Rupiah APBD Tanjab Barat Wajib Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Senin, 7 September 2026 - 13:01 WIB

Kualitas Udara Memburuk, Sekolah di Merangin Beralih ke Pembelajaran Daring 3 Hari untuk Cegah ISPA

Senin, 7 September 2026 - 08:01 WIB

Jadwal Distribusi Air Tirta Khayangan Sungai Penuh Berubah, Cek Jam Pengaliran dan Wilayah Pelanggan

Senin, 7 September 2026 - 07:01 WIB

Lubuk Larangan Durian Rambun Resmi Dibuka, Bupati M. Syukur Siapkan Rp3 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Tegaskan Larangan PETI

Berita Terbaru