Sekda Alpian Tegas Ingatkan ASN Sungai Penuh, Disiplin dan Integritas Tak Boleh Sekadar Formalitas

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH,JS- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sungai Penuh, Alpian, kembali mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar menjaga disiplin, integritas, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Pesan tersebut ia sampaikan saat memimpin apel gabungan di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (7/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Alpian tidak hanya menyoroti persoalan kedisiplinan pegawai. Ia juga mendorong seluruh ASN memperkuat etika kerja dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Alpian, ASN memiliki posisi penting dalam menjalankan roda pemerintahan. Karena itu, perilaku, kedisiplinan, dan kualitas kerja aparatur akan berpengaruh langsung terhadap penilaian masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Ia menegaskan, masyarakat membutuhkan aparatur yang mampu bekerja secara profesional sekaligus memberikan pelayanan secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab.

Sekda Alpian Tekankan Pentingnya Disiplin ASN

Alpian menjelaskan bahwa disiplin ASN tidak boleh dimaknai sebatas kepatuhan terhadap jam masuk dan jam pulang kantor.

Lebih jauh, disiplin mencakup sikap pegawai dalam menjalankan tugas, kepatuhan terhadap aturan, tanggung jawab terhadap pekerjaan, hingga kesungguhan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan demikian, seorang ASN tidak cukup hanya hadir secara fisik di tempat kerja.

ASN juga harus menunjukkan kinerja yang nyata melalui penyelesaian pekerjaan, koordinasi antarpegawai, serta kemampuan memberikan pelayanan sesuai tugas dan kewenangannya.

“Kami mengimbau seluruh ASN untuk menjaga disiplin dan integritas dalam melaksanakan tugas. Kedisiplinan jangan hanya menjadi formalitas. Namun, harus diterapkan dalam aktivitas dan tanggung jawab sehari-hari,” ujar Alpian.

Karena itu, ia mengajak seluruh aparatur menjadikan disiplin sebagai bagian dari budaya kerja.

Jika setiap pegawai mampu menjalankan kewajibannya dengan konsisten, pemerintah daerah dapat membangun lingkungan kerja yang lebih tertib, produktif, dan profesional.

Integritas ASN Menjadi Dasar Kepercayaan Masyarakat

Selain disiplin, Alpian menempatkan integritas ASN sebagai bagian penting dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.

Integritas berkaitan erat dengan kejujuran, tanggung jawab, konsistensi antara ucapan dan tindakan, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Dalam konteks pelayanan pemerintahan, integritas juga membantu membangun kepercayaan masyarakat.

Masyarakat tentu mengharapkan aparatur memberikan pelayanan berdasarkan aturan dan kebutuhan publik, bukan berdasarkan kepentingan pribadi.

Oleh sebab itu, Alpian meminta ASN Kota Sungai Penuh menjaga sikap profesional ketika menjalankan pekerjaan.

Ia juga mengingatkan agar setiap pegawai memahami bahwa jabatan dan kewenangan yang mereka miliki merupakan amanah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga :  Jadwal Distribusi Air Tirta Khayangan Sungai Penuh Berubah, Cek Jam Pengaliran dan Wilayah Pelanggan

Profesionalisme ASN Harus Terlihat dalam Pekerjaan

Pada sisi lain, profesionalisme tidak cukup hanya terlihat melalui penampilan atau kehadiran pegawai di kantor.

Profesionalisme harus tercermin melalui cara ASN menyelesaikan pekerjaan dan berinteraksi dengan masyarakat.

ASN perlu memahami tugas masing-masing, menguasai aturan, mampu berkomunikasi dengan baik, serta memberikan solusi ketika masyarakat membutuhkan pelayanan.

Dengan pendekatan tersebut, kualitas government service atau pelayanan pemerintahan dapat terus meningkat.

Pelayanan Publik Menjadi Wajah Pemerintah

Selanjutnya, Alpian meminta seluruh perangkat daerah meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, masyarakat merasakan langsung kinerja pemerintah melalui berbagai pelayanan yang mereka terima.

Mulai dari pelayanan administrasi, kependudukan, perizinan, kesehatan, pendidikan, hingga berbagai layanan pemerintahan lainnya.

Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan setiap layanan berjalan secara efektif.

Alpian berharap ASN memberikan pelayanan yang cepat, tepat, profesional, dan tetap mengacu pada regulasi.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan kehadiran pemerintah melalui pelayanan yang kita berikan,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa public service memiliki posisi penting dalam membangun hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Pelayanan yang cepat dan ramah dapat memberikan pengalaman positif bagi masyarakat. Sebaliknya, pelayanan yang lambat dan berbelit-belit berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan publik.

ASN Harus Mengutamakan Kebutuhan Masyarakat

Karena itu, Alpian mendorong ASN agar tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan administratif.

Aparatur juga perlu memahami kebutuhan masyarakat yang mereka layani.

Ketika masyarakat datang ke kantor pemerintah, mereka membutuhkan kepastian informasi, prosedur yang jelas, serta pelayanan yang tidak mempersulit.

Dalam kondisi tersebut, ASN harus mampu memberikan penjelasan secara baik dan membantu masyarakat memahami prosedur yang berlaku.

Dengan begitu, pelayanan publik tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata.

BKPSDM Diminta Perkuat Pengawasan Disiplin ASN

Untuk memastikan kedisiplinan berjalan secara konsisten, Alpian meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sungai Penuh memperkuat pengawasan terhadap disiplin ASN.

Ia juga meminta proses penegakan disiplin mengikuti regulasi yang berlaku.

Menurutnya, pengawasan memiliki fungsi penting dalam membangun budaya kerja yang sehat.

Pengawasan bukan sekadar mencari kesalahan pegawai. Sebaliknya, pengawasan dapat membantu memastikan setiap ASN menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya.

Selain itu, pengawasan yang konsisten dapat membantu pemerintah daerah mengetahui berbagai persoalan yang berkaitan dengan kedisiplinan pegawai.

Dengan data dan evaluasi yang baik, pemerintah dapat mengambil langkah pembinaan secara lebih tepat.

Penegakan Disiplin Harus Berjalan Sesuai Aturan

Alpian juga menekankan pentingnya penerapan aturan secara konsisten.

Setiap ASN perlu memahami kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai aparatur negara.

Pada saat yang sama, pemerintah daerah perlu menjalankan pembinaan dan penegakan disiplin berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Pendekatan tersebut penting agar proses pembinaan berlangsung objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan begitu, penerapan employee discipline atau disiplin pegawai dapat menjadi bagian dari sistem manajemen aparatur yang lebih baik.

Baca Juga :  Mulai 1 Agustus 2026, BKAD Sungai Penuh Alihkan Layanan Mutasi Gaji Pegawai ke Aplikasi Baru

Budaya Kerja Profesional Perlu Diperkuat

Lebih lanjut, Alpian berharap seluruh perangkat daerah terus membangun budaya kerja yang disiplin dan profesional.

Budaya kerja tidak terbentuk hanya melalui aturan tertulis.

Sebaliknya, budaya kerja tumbuh melalui kebiasaan yang dilakukan setiap hari oleh seluruh pegawai.

Jika pimpinan menunjukkan keteladanan, kemudian diikuti oleh pegawai, lingkungan kerja akan berkembang menjadi lebih positif.

Karena itu, setiap ASN memiliki peran dalam membangun budaya kerja tersebut.

Mulai dari datang dan bekerja sesuai ketentuan, menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, menjaga komunikasi, hingga memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Kinerja ASN Berpengaruh terhadap Kepercayaan Publik

Kinerja ASN memiliki hubungan erat dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Ketika pelayanan berlangsung cepat dan masyarakat memperoleh informasi yang jelas, kepercayaan terhadap pemerintah dapat tumbuh.

Sebaliknya, pelayanan yang lambat, tidak konsisten, atau tidak memberikan kepastian dapat menimbulkan keluhan.

Karena itu, pemerintah daerah perlu terus mendorong peningkatan government performance atau kinerja pemerintahan.

Dalam konteks tersebut, disiplin dan integritas menjadi fondasi penting.

Keduanya harus berjalan bersama dengan kompetensi dan profesionalisme aparatur.

Reformasi Birokrasi Dimulai dari Aparatur

Upaya meningkatkan disiplin ASN juga berkaitan dengan agenda reformasi birokrasi.

Reformasi birokrasi tidak hanya berbicara tentang perubahan struktur organisasi atau sistem pelayanan.

Perubahan tersebut juga membutuhkan aparatur yang memiliki etos kerja, integritas, kompetensi, dan orientasi terhadap pelayanan masyarakat.

Dengan demikian, ASN menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan good governance.

Pemerintahan yang baik membutuhkan aparatur yang mampu bekerja secara transparan, bertanggung jawab, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

ASN Diminta Menjadi Teladan di Tengah Masyarakat

Alpian juga mengingatkan ASN agar mampu menjadi contoh bagi masyarakat.

“ASN harus menjadi contoh di tengah masyarakat. Karena itu, mari kita tingkatkan kedisiplinan, jaga integritas, dan laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa status sebagai ASN membawa tanggung jawab yang tidak hanya berlaku ketika pegawai berada di kantor.

ASN juga membawa citra pemerintah ketika berinteraksi dengan masyarakat.

Karena itu, perilaku yang baik dan profesional dapat membantu memperkuat citra positif pemerintah daerah.

Pelayanan Cepat dan Tepat Menjadi Harapan

Pada akhirnya, peningkatan kualitas pelayanan menjadi salah satu tujuan utama dari penguatan disiplin ASN.

Masyarakat membutuhkan pelayanan yang sederhana, cepat, tepat, dan mudah dipahami.

Karena itu, setiap perangkat daerah perlu terus mengevaluasi proses pelayanan yang mereka jalankan.

Jika masih terdapat prosedur yang kurang efektif, pemerintah dapat melakukan perbaikan sesuai ketentuan.

Langkah tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin menginginkan pelayanan pemerintahan yang transparan dan responsif.(*)

Berita Terkait

Karhutla Jadi Perhatian Nasional, Wali Kota Alfin dan Wawako Azhar Perkuat Kesiapsiagaan Sungai Penuh
Bupati Anwar Sadat Tegaskan Setiap Rupiah APBD Tanjab Barat Wajib Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Sekolah di Merangin Beralih ke Pembelajaran Daring 3 Hari untuk Cegah ISPA
Jadwal Distribusi Air Tirta Khayangan Sungai Penuh Berubah, Cek Jam Pengaliran dan Wilayah Pelanggan
Lubuk Larangan Durian Rambun Resmi Dibuka, Bupati M. Syukur Siapkan Rp3 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Tegaskan Larangan PETI
Erupsi Anak Gunung Krakatau Ganggu Penerbangan Jambi-Jakarta, 3 Flight Batik Air dan Citilink Batal
Jarak Pandang Menurun, Kabut Asap Tebal Ganggu Aktivitas Warga Singkut Sarolangun
Kerinci Perketat Pencegahan Karhutla, Bupati Monadi Minta Desa Tingkatkan Pengawasan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:31 WIB

Karhutla Jadi Perhatian Nasional, Wali Kota Alfin dan Wawako Azhar Perkuat Kesiapsiagaan Sungai Penuh

Senin, 7 September 2026 - 14:01 WIB

Bupati Anwar Sadat Tegaskan Setiap Rupiah APBD Tanjab Barat Wajib Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Senin, 7 September 2026 - 13:01 WIB

Kualitas Udara Memburuk, Sekolah di Merangin Beralih ke Pembelajaran Daring 3 Hari untuk Cegah ISPA

Senin, 7 September 2026 - 08:01 WIB

Jadwal Distribusi Air Tirta Khayangan Sungai Penuh Berubah, Cek Jam Pengaliran dan Wilayah Pelanggan

Senin, 7 September 2026 - 07:01 WIB

Lubuk Larangan Durian Rambun Resmi Dibuka, Bupati M. Syukur Siapkan Rp3 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Tegaskan Larangan PETI

Berita Terbaru