JAMBI,JS– DPRD Provinsi Jambi meminta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera berinovasi dan memanfaatkan potensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dorongan ini muncul karena DPRD khawatir APBD Provinsi Jambi turun tajam pada 2026.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menegaskan, kunci menanggulangi penurunan anggaran adalah memastikan profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprov Jambi berada pada level tertinggi. Fokus utama ada pada 15 OPD yang memiliki potensi pendapatan besar.
“Beberapa hari ini kami menyoroti 15 OPD harus meningkatkan nilai profesionalitas ASN. Tujuannya agar OPD bisa menambah PAD dari potensi masing-masing,” ujar Ivan.
DPRD menekankan, profesionalitas ASN menjadi syarat mutlak untuk meningkatkan PAD. Indeks ini mencakup empat pilar: kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan kedisiplinan. DPRD berharap Pemprov Jambi menaikkan nilai IP ASN dari kategori “Sedang” menjadi “Tinggi” atau “Sangat Tinggi”.
“Kita ingin nilai profesionalitas ASN di Jambi di atas Sedang. Idealnya Tinggi atau Sangat Tinggi. Semua OPD harus profesional,” jelas Ivan. Ia menambahkan, pejabat Eselon II harus diukur berdasarkan indeks ini.
Beberapa OPD yang memiliki peluang besar mendongkrak PAD antara lain:
-
Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura, terutama unit pelaksana teknis daerah (UPTD).
-
Dinas Kesehatan, melalui pengelolaan Rumah Sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
-
Dinas PUPR.
-
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAPD).
-
Beberapa OPD lain yang memiliki potensi menambah pendapatan.
“Sifatnya kami memberi rekomendasi berdasarkan indikator kinerja. Kepala Daerah harus tegas menindaklanjuti kinerja Kepala OPD ini,” tegas Ivan.
DPRD meminta seluruh Kepala OPD segera menerjemahkan profesionalitas ASN menjadi sumber pendapatan daerah. Langkah ini diharapkan menahan pelemahan APBD Provinsi Jambi pada 2026.(AN)









